
🐠🐠
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..
🐠🐠
Setelah meletakan tubuh Najwa Abee bergegas untuk membersihkan tubuhnya daei keringat yang menempel di tubuhnya. Abee berendam sejenak sembari merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku. 15 menit kemudian Abee selesai dengan ritual mandinya. Dia bergegas berpakaian dan kemudian naik ketempat tidur kemudian memeluk tubuh istrinya dari belakang..
Najwa yang mencium bau wangi dari tubuh Abee pun terbangun. "Sayang ini udah dimana?" ucap Najwa sembari membuka matanya.
Abee melepaskan pelukannya." kita sudah dirumah sayang." ucap Abee sembari memelul tubuh Najwa lagi..
Najwa menggeliat. " ih sayang aku belum mandi," ucap Najwa dengan manja lalu bangkit dan berlalu ke dalam kamar mandi..
Tak selang beberapa lama Najwa selesai dengan ritual mandinya, dan Najwa merebahkan kembali tubuhnya di sebelah Abee sang suami.
Abee yang masih sibuk dengan ponselnyapun mulai memperhatikan Najwa, dan meletakan ponselnya di atas nakas..
"Kamu cantik banget sayang" ucap Abee sembari mbelai ramput hitam milik Najwa..
"Bukankah udah cantik dari lahir ya?" ucap Najwa menggoda Abee.
Abee yang gemes pun mulai melancarkan aksinya dan yang harusnya terjadi maka terjadilah. Seperti biasa setelah lelah berduel ria 😂😂😂 Abee dan Najwa tertidur dengan pulasnya hingga pagi menjemput...
Di keesokan harinya Abee dan Najwa berencana untuk berkunjung ke kediaman Rahardian. Abes sudah berjanji untuk membantu Rahardian dengan tulus. Sebelum berangkat Abee menelfon Tuan Adijaya untuk memberitahukan bahwa mereka akan mengunjungi kediaman Rahardian.
Najwa mengajak Abee untuk membeli beberapa buah tangan, Najwa juga membeli beberapa kue untuk Omnya itu..
Tak perlu waktu yang lama Najwa dan Abee tengah sampai di depan kediaman Rahardian.
Rumah itu nampaklah sepi, karena si rumah sebesar itu hanya si huni oleh Rahardian dan beberpa asisten rumah tangga..
Najwa memencet bel, dan mengucapkan salam "Assalamualaikum" ucap Najwa dengan suara yang lembut.
"Waalaikum salam" jawab seseorang dari dalam rumah besar itu.
Maaf tuan dan Nyonya mau mencari siapa? tanya seorang asisten rumah tangga yang membukakan pintu..
Najwa tersenyum kearah asisten itu.
__ADS_1
"Maaf apa Tuan Rahardian ada di rumah.?" ucap Najwa dengan lembut.
"Ada Nyonya Tuan mari silahkan masuk, saya panggilkan Tuan dulu." ucap sang asisten rumah tangga tersebut.
Tak selang beberapa lama, Tuan Rahardian nampak keluar dari dalam kamarnya, wajahnya terlihat sangat pucat. Dan dia terkejut melihat siapa yang datang menemuinya..
"Om " ucap Najwa sembari mencium punggung tangan lelaki paruh baya itu.
Abee pun ikut menyalami Tuan Rahardian.
Tuan Rahardian masih enggak percaya dengan apa yang dia lihat, dan siapa yang dia temui namun dia berusaha untuk setenang mungkin.
"Dokter Najwa Tuan Abee ada apa gerangan yang membawa kalian kesini." ucap Rahardian dengan suara yang bingung.
Najwa tersenyum kemudian mendekati Omnya.
"Om, Om jangan panggil Dokter bukankah aku keponakannya Om? ucap Najwa dengan mata yang berkaca kaca.
Mendengar itu airmata Rahardian jatuh dengan sendirinya. Hatinya senang bercampur malu.
"Maafin Om Najwa, maafin Om." ucap Rahardian berulang ulang..
"Om Najwa sudah memaafkan Om sejak lama. Lagian sekarang Najwa masih disini masih bisa melihat dunia ini. " ucap Najwa sembari memeluk Omnya.
Abee hanya meliha, ikut terharu rasanya. Abee bisa merasakan bagaimana perasaan Najwa saat ini, Iya dia merasa sangat bahagia. Najwa memiliki hati yang luas seperti samudra, dia adalah wanita terhebat dan anugrah terindah untuk hidup Abee..
Setelah Rahardian mendapatkan maaf dari Najwa, Rahardian memandang kearah Abee. Abee membalas pandangan Rahardian dengan senyuman. "Terima kasih nak Abee kau telah menjaga keponakanku dengan sangat baik. Kau mampu membimbingnya dengan baik juga." ucap Rahardian sembari menatap Abee dengan tatapan yang penuh arti.
Abee tersenyum. " Om jangan sungkan, dia tetap keponakan Om dan terima kasih karena Om telah mau menolong nyawa Najwa waktu itu." ucap Abee dengan suara yang lembut..
Rahardian kaget mendengar ucapan Abee, "bagaimana Anda tahu?" ucap Rahardian dengan wajah yang tegang..
Abee kembali tersenyum, "Om darimana kami tahu itu enggak penting, yang penting adalah kita harus selalu bersama Om, Aku dan Najwa mau Om berbaikan dengan Ayah." ucap Abee dengan sangat serius.
Rahardian mengambil nafas panjang. "sejujurnya sudah sejak lama aku ingin berdamai dengan Mas Adi. Namun aku terlalu malu untuk mengaui segala salahku. "ucap Rahardian dengan mata berkaca kaca...
Abee mengelus pundak Rahardian dengan lembut. Abee bisa melihat pancaran rasa bersalah yang teramat besar terlihat dari kedua bola mata Rahardian. "Om kita luoakan semua kejadian yang telah lalu ya." ucap Abee dengan pelan.
Najwa juga ikut mengucapkan sesuatu. "Om Najwa mohon berdamailah dengan Ayah, Najwa tahu Ayah juga sangat menyayangi Om." ucao Najwa dengan mata yang berkaca kaca..
__ADS_1
Rahardian bertambah sedih mendengar ucapan Najwa. Dia sedih karena selama ini Kakaknya selalu ada di belakang dia bahkan di saat dia terpuruk dan hampir bangkrut sekalipun.
"Om sangat malu Najwa, Om enggak tahu harus gimana ketika Om hatus bertatap wajah dengan Mas Adi." ucap Rahardian dengan wajah yang sangat lesu.
Abee menguatkan dan memberi saran kepada Omnya untuk menemui Ayahnya terlebih dulu.
Setelah itu Najwa dan Abee pamit pulang. Abee kembali ke kantor dan Najwa kembali ke rumah sakit..
🐬🐬
Hari ini Cerry dan Willy kembali ke Australia, Willy enggan untuk jauh dari Cerry apa lagi kini dirinya telah di percaya untuk menjaga Cerry selama menempuh pendidikan di Australia.
"Kamu sudah siapa sayang." ucap Willy ketika menjemput Cerry di kediaman Brahmana.
"Iya sayang, sudah." ucap Cerry dengan lesu.
"Kamu kenapa sayang?" ucap Willy bingung.
Cerry mengatakan bahwa dia belum pamit dengan Kakaknya, dan Cerry juga belum bjsa pergi tanpa seizin Abee kakaknya.
"Gimana kalau kita ke kantor kak Abee dulu.?" ucap Willy memberi solusi..
Setelah itu Willy mengantar Cerry menuju kantor Abee dan juga ke rumah sakit untuk menemui Najwa terlebih dahulu..
Kebetulan Abee masih berada di rumah sakit ketika Willy dan Cerry datang.
"Bang Abee" ucap Cerry dengan suara yang lantang.
Abee mencari sumber suara dan diapun menoleh kebelakang, dilihatnya sang Adik dan Willy kekasihnya. "Ada apa kamu kesini.?" ucap Abee dengan lembut.
"Cerry mau berangkat lagi Bang? Pasti Abang lupa?" ucap Cerry sedikit cemberut.
Abee hanya tersenyum " kamu kan tahu jika kakakmj ini sibuk Cerr?" ucap Abee. Ya sudah kalau mau berangkat silahkan. Willy kamu harus jagain Cerry disana ya, ingat jangan melampui batasan ya. Awas loh ucap Abee kemudian.
Willy hanya mengangguk kemudian tersenyum
🐬🐬
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...
__ADS_1