
💞💞
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih...
baca juga ya karya terbaruku yang berjudul "Aku bukan wanita penggoda."
Happy reading..
💞💞
Pagi ini Cerry berencana mengundang Willy kerumah, Cerry juga meminta Abee san Najwa untuk pulang lebih awal.
"Bang nanti pulangnya jangan malam ya, temanku mau datang." ucap Cerry dengan perasaan sedikit takut..
Abee yang memahami bahwa adiknya telah sewasapun hnya tersenyum. "iya baiklah nanti Abang usahain pulang cepat." ucap Abee sembari mengacak acak rambut Cerry.
Cerry tersenyum senang, "Kak Najwa juga ya?" ucap Cerry dengan gembira.
Najwa hanya mengangguk dan tersenyum kearah Cerry menandakan dia setuju. "ya sudah Kami berangkat kerja dulu ya."ucap Najwa sembari memberikan tangannya kepada Cerry.
"hati hati di jalan ya Kak."ucap Cerry dengan senyuman yang manis..
Setelah itu Abee dan Najwa berangkat bersamaan. sebelum ke kantor Abee mengantarkan Najwa ke AN hospital terlebih dulu. "nanti pulang aku jemput lagi ya sayang. Jangan lupa makan siang dan ingat harus hati hati ya." ucap Abee dengan penuh perhatian.
Najwa hanya mengangguk pelan. Kemudian Najwa mencium punggung tangan suaminya kemudian men*ium pipi Abee dan berpamitan..
__ADS_1
"kamu juga hati hati ya sayang, jangan ngebut." ucap Najwa dengan pelan.
💞💞
Ketika sedang berjalan di koridor Rumah sakit tanpa sengaja Najwa berpapasan dengan Rahardian. Rahardian hendak chek up, wajah Rahardian terlihat sangat pucat dan juga nampak kurus. "Pak, Bapak mau kemana?" ucap Najwa ketika melihat Rahardian berjalan tanpa keseimbangan dan hampir saja jatuh.
Sekilas Rahardian menatap wajah Najwa, Najwa tersenyum ke arahnya dan mengulang pertanyaan yang sama. "Bapak mau kemana?" ucap Najwa dengan sangat pelan. Sembari memegang tangan Rahardian.
Rahardian masih saja menatap keponakannya itu. Hatinya terasa sakit ketika mengingat kejadian 24 tahun yang lalu, dimana dirinya berusaha untuk melenyapkan wanita yang kini sedang memegang tangannya. Ingin rasanya Rahardian memeluk keponakannya itu, namun itu tidaklah mungkin.
Rahardian masih terpaku "saya mau ke ruangan Dokter Faisal." ucap Rahardian tanpa sadar..
Najwa tersenyum, " ya sudah biar saya antarkan ya Pak, saya Dokter Najwa." ucap Najwa sembari mengulurkan tangannya..
"Saya Rahardian" ucap Rahardian pelan. Rahardian bersyukur memiliki keponakan yang begitu baik hati, terlebih lagi kakaknya Adijaya tentunya dia sangat bangga mempunyai anak sebaik Najwa. Tak seperti dirinya yang harus rela menikmati buah dari kesalahannya terdahulu.
"Pak sudah sampai silahkan." ucap Najwa sembari mengetuk pintu ruangan Dokter Faisal.
"masuk" ucap Dokter Faisal dari dalam.
Najwa masuk sembari menggandeng lengan Rahardian, Dokter Faisal terharu melihatnya.
"Dokter Najwa mari silahkan? " ucap Dokter Faisal.
Najwa duduk dan memberitahu bahwa dia mengantar Bapak Rahardian, setelah itu Najwa berpamitan untuk kembali ke ruangannya..
__ADS_1
Setelah melihat Najwa pergi Dokter Faisal bertanya kepada Pak Rahardian.
"Pak apa hubungan Anda dengan Dokter Najwa?" ucap Dokter Faisal dengan pelan.
"Dia anak Kakak saya" ucap Rahardian pelan.
"Pantas saja ginjal yang anda donorkan memiliki kecocokoan 98% dengan Dokter Najwa. Tapi kenapa anda merahasiakan ini dari Najwa dan dari Kakak anda? " ucap Dokter Faisal ingin tahu.
Rahardian berfikir sejenak, dan tersenyum
"Karena ada sesuatu hal yang tak bisa saya jelaskan. Yang pasti saya ikhlas menolong keponakan saya." ucap Rahardian dengan mantap.
"Tapi lihatlah kondisi anda saat ini, Anda menjadi lemah. "ucap Dokter Faisal dengan pelan.
Rahardian tersenyum. "tidak apa Dokter, ini juga karena salah saya, jika bukan anak saya Adrian yang menabrak Najwa mungkin semua juga tak akan seperti ini." ucap Rahardian.
Dokter Faisal berfikir sejenak. "terus anak Bapak dimana?" ucap Dokter Faisal.
Rahardian menghela nafas panjang." dia didalam penjara menbayar segala perbuatannya." ucap Rahardian dengan tenangnya..
Tak disangka Najwa mendengar semua ucapan keduanya, karena Najwa berada di balik pintu. Hatinya sedih mendengar penuturan lelaki renta itu yang ternyata adalah Omnya sendiri..
Dan dia juga sangat kaget mendengar Om Rahardianlah yang mendonorkan ginjalnya untuk menolong nyawanya...
💞💞
__ADS_1
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung..