
🐉🐉
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih...
Ada cerita baru ni judulnya Aku bukan wanita penggoda. Ceritanya seru juga loh walau masih on going.
Happy Reading..
🐉🐉
Adrian masih diam seribu bahasa, Dia tak menyangka bahwa Najwa akan menjadi korban kecerobohannya..
"Apa kamu tahu Adrian" ucap Tuan Adijaya.
Adrian hanya menggeleng, menandakan dia tak tahu.
"Najwa adalah anak Om, dia sepupu kamu." ucap Tuan Adijaya.
Bagai disambar petir di tengah hari bolong, Adrian sungguh tak menyangka kenapa dunia harus sesempit ini? Kenapa Adrian hanrus mencintai sepupunya sendiri?.
Adrian menunduk, dan tidak berani memandang wajah kedua orang di depannya..
"Maafin Adrian Om." ucapnya lirih..
Abee geram melihat Adrian, Abee sangat marah di sulut emosi. "Gara gara ulah bodoh kamu kami harus kehilangan calon anak kami. Apa kamu puas Tuan Adrian." ucap Abee..
Entah mengapa ucapan Abee sangat melukai hatinya, Adrian hanya mampu meminta maaf, walau Adrian tahu seribu kata maaf tidak akan mengembalikan kehidupan seseorang...
Setelah berbicara banyak hal Abee dan Tuqn Adijaya berpamitan, Sedangkan Adrian kembali ke sel nya, hati Adrian terasa tercabik cabik mendengar bahwa Najwa adalah sepupunya, dan Adrian juga telah menjadi pembunuh janin yang tidak bersalah..
Adrian masih saja meratapi kesalahannya, dia terus merenungi apa yang telah dia lakukan.
"Papa kau dimana aku merindukanmu." ucap Adrian dalam hati...
__ADS_1
🐉🐉
Kondisi Rahardian juga tengah berangsur membaik, ketika menyalakan ponselnya banyak panggilan masul dari nomer yang tidak di kenalnya.. Rahardianpun mencoba untuk menghubungi nomer tersebut..
"Hallo selamat siang, maaf ini dengan siapa?"ucap Rahardian di ujung telfonnya.
"Selamat siang Tuan Rahardian ini dengan Briptu Arifin, Anak anda Adrian berada di kantor polisi." ucap Briptu Arifin..
Hati Rahardian hancur secara berkeping keping, anak yang selalu dia banggakan kini mendekam di bui.. Tangisnya mulai terdengar, Airmatanya mulai menetes membasahi pipinya yang telah mulai keriput..."Anak saya ada masalah apa Pak" ucap Rahardian dengan suara sendu.
"Adrian adalah dalang dibalik penabrakan istri Pimpinan Brahmana Grup Nona Najwa." ucap Briptu Arifin menjelaskan.
Hati Rahardian semakin porak poranda, di lain sisi dia telah berucap bahwa siapapun yang telah mencelakakan Najwa dan calon cucunya harus menerima balasan yang sepadan, tapi disisi lain pelakunya adalah anaknya sendiri Adrian.
"Saya akan segera ke kantor Pak" ucap Rahardian dengan suara yang terdengar mulai lemah.
🐉🐉
Tuan Adijaya sedang menerima telfon dikoridor rumah sakit, dia melihat Rahardian dengan wajah yang masih sangat pucat, Tuan Adijayapun menghampiri..
Rahardian yang sama sekali tak melihat Kakaknya berada di sana pun tersentak kaget melihat Kakaknya Adijaya tengah berdiri di hadapannya
"Aku enggak apa apa" ucap Rahardian seraya pergi meninggalkan kakaknya.
Adijaya mencium ada sesuatu yang aneh pada diri adiknya, namun Adijaya berusaha untuk menepisnya dan mengingat bahwa mungkin kecelakan dan hilangnya Najwa dulu dalangnya adalah orang yang sama yaitu Rahardian Adik kandungnya sendiri..
Rahardian tengah sampai di kantor polisi, Dia menemui Briptu Arifin, dan di izinkannya untuk membesuk Adrian juga. Adrian sangat kaget melihat Papanya datang dengan wajah yang sangat pucat..
Rahardian menatap Adrian dengan tatapan yang asing. "Apa yang tengah kau lakukan? Papa tidak pernah mengajarimu menjadi penjahat lantas kenapa kamu seperti ini hah..?" ucap Rahardian membentak Adrian dengan kencang..
Adrian hanya mampu tertunduk dan tanpa menjawab satu patah katapun. Adrian menyadari bahwa apa yang dilakukannya salah.
"Jawab Papa, Papa bicara sama kamu?" ucap Rahardian lagi.
__ADS_1
Adrian meneteskan airmata, dia belum pernah melihat Papanya semarah ini. "Maafkan Adrian Pa?" ucap Adrian dengan lirihnya..
Tangispun terdengar dari lelaki paruh baya yang sedang memarahi anaknya, Rahardian merasa inilah hukum karma yang harus di terimanya.
Isaknya semakin terdengar. Adrian merasa semakin bersalah.
"Maafkan Adrian Pa, Papa jangan menangis?" ucap Adrian sembari mengusap kedua mata Rahardian..
Adrian memeluk tubuh Papanya yang terlihat sangat lemah, ketika Adrian memegang pinggang Papanya, Papanya meringis kesakitan.
"Papa kenapa dan ini?" ucap Adrian dengan wajah yang bingung.
Rahardian berusaha setegar mungkin dan menyembunyikan rasa sakitnya di depan Adrian.
"Adrian kamu tahu kalau Najwa itu adalah anak dari Om Adi?" ucap Rahardian aeolah mengalihkan pembicaraan.
Adrian menunduk lalu mengangguk.
"Kenapa kamu ingin mencelakainya.?" ucap Rahardian lagi.
Adrian mengatakan bahwa dia sangat mencintai Najwa, sebenarnya yang ingin dia tabrak adalah Abee suami Najwa, namun naas Najwa yang menjadi korbannya..
Rahardian yang mendengar itupun sontak kaget,
"Sejak kapan kamu mengenal Najwa?" ucap Rahardian lagi.
Adrian menjelaskan bahwa Najwa adalah temannya semasa di Surabaya, mereka bersama semenjak SD dan mulai menjalin kasih ketika SMA dan Adrian meninggalkan Najwa ketika Adrian menyusul Papanya ke Jakarta..
Setelah menjelaskan semua Adrian tertunduk, Rahardian menepuk pundak anaknya dan memeluknya dengan erat. "Apapun alasan kamu, kamu tetap salah anakku jadi Papa minta kamu harus belajar bertanggung jawab atas hasil dari perbuatanmu sendiri." ucap Rahardian.
Adrian hanya mengangguk dan berjanji akan bertanggung jawab dengan apa yang telah dia buat.
🐉🐉
__ADS_1
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung....