
*Maaf ya kalau ceritanya makin ruwet tak sesuai dengan yang lain.*
Tarjo dan Siti mendatangi panti asuhan Harapan Bunda, Tarjo dan Siti menitipkan Caca di panti asuhan itu. " bu, saya mau menitipkan anak ini" ucap Tarjo sembari menunjuk ke arah Caca.
Ibu Risma berfikir jangan jangan anak itu adalah anak dari hasil penculikan? " kalian masih muda kenapa tidak kalian sendiri saja yang merawat anak itu." Ibu Risma memberi solusi.
Siti dan Tarjo berfikir sejenak," begini Bu, kami berencana akan ke luar negri untuk bekerja, jadi kami enggak mungkin membawa anak kami." ucap Siti memberi alasan.
Ibu Risma pun mencerna ucapan Siti, " baiklah kalau begitu biarkan anak Ibu dan Bapak tinggal disini. Siapa nama gadis kecil itu." Ibu Risma bertanya sembari memegang tangan Caca.
"Namanya Najwa Febri Anggreani." ucap Siti.
"Tapi saya mohon jangan sampai ada yang mengadopsi Najwa, karena kami akan menjemputnya kembali suatu hari nanti." ucap Tarjo menyakinkan Ibu Risma.
__ADS_1
Ibu Risma pun mengiyakan tanpa bertanya lagi, dan Ibu Risma sudah terlanjur sayang dengan Caca. " baiklah Bapak dan Ibu tak perlu khawatir, saya akan merawat Najwa dengan baik." Ibu Risma memberikan kepastian..
Tarjo merasa yakin bahwa Caca akan aman bersama Ibu Risma, sebelum meninggalkan Caca di panti Tarjo dan Caca memberikan sebuah kalung liontin milik Nyonya Cindi yang sengaja mereka curi sebagai pengenal buat Caca di masa depan. "Non Caca maafin Paman dan bibi yaa, Paman terpaksa meninggalkan Caca disini, Caca anak pinter." ucap Tarjo dalam hati.
Sebelum Tarjo dan Siti pergi meninggalkan panti, Tarjo memberikan uang yang mereka terima dari Rahardian dan dari hasil mereka bekerja untuk kehidupan Caca. "Bu terimalah ini bisa untuk membeli keperluan Najwa." ucap Tarjo, sembari menyodorkan uang senilai 100 juta.
Ibu Risma kaget menerima uang yang diberikan Tarjo dan Siti, ada keraguan di hati Ibu Risma. Namun hati kecil Ibu Risma menginginkan Najwa.
Tarjo mencoba untuk menyakinkan Ibu Risma, "Bu ini adalh tabungan kami selama kami bekerja, dan kami ingin memberikan untuk anak kami Najwa, nanti jika kami sudah ada uang kami akan kirimin lagi." ucap Tarjo mencoba menyakinkan Ibu Risma.
Pada ahirnya Ibu Risma menerima uang oemnerian Tarjo dan Siti, " baiklah saya sangat berterima kasih." ucap Ibu Risma sembari menerima uang dalam amplop itu dan menggendong Najwa.
Setelah itu Tarjo dan Siti berpamitan, mereka pergi tanpa tujuan, mereka bingung harus kemana, dan mereka juga panik. Pasalnya berita tentang mereka telah di siarkan du berbagai media.
__ADS_1
Karena panik ketika sedang melewati jembatan layang mobil yang mereka tumpangi mengalami pecah ban dan seketika mobil itu menabrak pembatas jalan.. Tarjo dan Siti meninggal di tempat.
(kasihan padahal mereka orang baik)
Secepat kilat berita kecelakaan itupun sampai di telinga Adijaya, Adijaya sangat syok dan terlebih lagi Nyonya Cindi, Nyonya Cindi tak henti hentinya menangis samapi pada ahirnya dia mengalami deoresi berat dan harus berada di rumah sakit jiwa.
Sedangkan Rahardian dan Mamanya merasa senang dan puas mendengar berita kematin Caca, mereka berpura pura simpati. Namun ternyata dari rekaman Cctv terlihat bahwa Rahardian adalah otak dari semua kejadian itu. Pada ahirnya Rahardian harus menempati hotel prodeo dengan waktu 10 tahun..
Flass off...
Next nanti malam ya...
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung..
__ADS_1