
*No bully ya men teman teman yang gak suka boleh skip saja.*
Najwa dan Abee berangkat ke Yunani untuk berbulan madu, Abee memberikan Najwa banyak kejutan yang membuat hati Najwa benar benar terkesan, Dia bisa merasakan bahagia takkala mendapatkan perlakuan manis dari Abee, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
"Apakah kamu suka sayang" ucap Abee ketika mereka baru samapi di hotel yang sangat mewah..
"Iya aku sangat suka." ucap Najwa sembari menikmati pemandangan dari balkon hotel yang mengarah ke ke gunung olimpus. Sungguh indah. ucap Najwa kemudian.
Abee tersenyum melihat Najwa sangat bahagia, Abee mendekati Najwa dan berbisik. " Di sini kita harus ekstra ya sayang, agar kita pulang udah ada baby di perut kamu." ucap Abee sembari mencium punggung Najwa.
Najwa tersipu malu, dia tak menyangka jika Abee menginginkan anak darinya, matanya berkaca kaca mengingat kejadian waktu dulu. Abee pernah mengatakan bahwa dia tidak sudi jika harus menyentuh tubuh Najwa namun sekarang.
Abee sedih melihat Najwa menangis. " kamu kenapa menangis sayang? apa aku berbuat salah." ucap Abee sembari membalikan tubuh Najwa dan memeluknya dengan sangat erat.
Najwa masih berada di dalam tangisnya, namun dia tetap bersyukur dari sebuah penderitaan menjadi sebuah kebahagiaan yang sesungguhnya. " Aku hanya mengingat waktu dulu sayang." ucap Najwa dengan lirih.
Abee merasa bersalah karena dulu dia telah memperlakukan Najwa dengan sangat buruk.
__ADS_1
"maafin aku sayang. tak seharusnya aku memperlakukanmu seburuk dulu." Abee sangatenyesal dan memegang tangan Najwa sembari memohon ampun.
Najwa sedih sekaligus bahagia, dia merasa di hargai sekarang. Najwa tersenyum ke arah Abee suaminya dan membalas perlukan Abee dengan sangat erat. " kita lupakan semua ya sayang, aku mohon bantu aku untuk melupakan semuanya." ucap Najwa dengan terus memeluk Abee.
Adijaya POV
Tuan Adijaya sedang berada di kantor untuk menandatangani sebuah proyek besar yang nilainya fantastis, mencapai miliaran rupiah.
"Bagaimana dengan bisnis kita Tuan Antoni." ucap Tuan Adijaya sembari menjabat tangan Tuan Antoni.
"Saya sangat senang bisa berbisnis dengan anda Tuan Adijaya, suatu kehormatan untik saya bisa menjadi relasi anda Tuan. " Tuan Antoni tersenyum
"Saya yang berterima kasih Tuan Antoni." ucap Yian Adijaya.
Tuan Adijaya dan Tuan Antoni menikmati makan siang bersama, Mereka membicarakan banyak hal.
Tuan Antoni berpamitan, lalu Tuan Adijaya juga pergi menemui seseorang..
__ADS_1
"Rahardian adikku sayang." ucap Tuan Adijaya.
Rahardian kaget karena seseorang yang telah memberi separuh sahamnya adalah Adijaya, kakak tiri Rahardian.
"Kenapa bisa kau." ucap Rahardian dengan wajah pucat pasi.
Tuan Adijaya hanya tersenyum melihat kegelisahan dalam diri sang adik. "kenapa sepertinya kau tak suka melihatku?" ucap Adijaya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
Bukankah kita ini saudara? ucap Adijaya kemudian.
Wajah Rahardian kian pucat, benar saja dialah penyebab meninggalnya keponakan satu satunya. Hatinya sakit saat mengingat hal yang pernah dilakukannya dulu. " mau kakak apa" ucap Rahardian dengan wajah yang masih pucat.
Tuan Adijaya hanya menarik nafas panjang, " aku mau membantu perusahaanmu." ucap Adijaya dengan sangat tenang.
Rahardian kaget, namun dia bersih keras untuk menolaknya." maaf saya tidak butuh bantuan kakak." ucapnya. Karena Rahardian tidak mau kalau sampai kakaknya tahu bahwa dia telah menyesal atas sua masalah yang telah dia buat di masa lalu..
Mau dilanjut enggak....
__ADS_1
...Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.......