
💞💞
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading...
💞💞
Adrian duduk didepan Najwa, wajahnya masih tertunduk karena malu. Dulu Ayahnya hampir saja membunuh Najwa, dan kini dirinya juga ikutan hendak membunuh Najwa.
Karena cinta dia menjadi buta, dan dulu Ayahnya hendak menghabisinya juga karena harta.
Sungguh teragis terasa kehidupan ini. Bagaimana bisa Adrian mencintai sepupunya sendiri, Adrian terasa sangat malu namun apa mau dikata, Adrian dan juga Najwa tak tahu jika mereka juga mempunyai darah yang sama, sama sama keturunan Atmaja..
"kamu baik baiklah disini, jangan mengulangi kesalahanmu. Apa kamu tidak kasihan melihat Om Rahardian?" ucap Najwa dengan sangat lembut..
Adrian masih saja tertunduk tanpa kata, hatinya berkecamuk antara sedih dan senang. Sedihnya kini Adrian harus menempati hotel bintang delapannya dalam waktu yang cukup lama. Dan senangnya, Adrian bisa mendapatkan pengampunan dari wanita yang telah dia sakiti. Wanita yang sejatinya sangat dia cintai..
Adrian sedikit mengembangkan senyumannya.
"terima kasih ya Na, kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku temui. Kamu kesini apa suami kamu enggak marah?" ucap Adrian dengan tersenyum.
__ADS_1
Najwa juga membalasnya dengan senyuman.
"Suami dan Ayahku tidak tahu jika aku menemuimu." ucap Najwa dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya..
Setelah cukup lama berbincang Najwa berpamitan kepada Adrian untuk kembali ke rumah sakit..
💞💞
Abee masih sibuk dengan urusannya. Leon yanh selalu mendampingi Abeepun tak kalah sibuknya. Leon adalah seorang sahabat dan asisten yang konsisten dengan semua pekerjaannya. Leon akan menjadi sangat serius jika telah membicarakan tentang pekerjaan.
Siang itu Leon dan Abee metting dengan seorang rekan kerja dari negara sebrang, dia adalah Sabrina teman kecil Leon. Leon panggling dengan penampilan Sabrina saat ini. Dulu Leon dan Sabrina seperti Kakak dan Adik.
Sabrina menoleh ke arah Leon dan Abee,
"Bang Leon lama tak berjumpa?" ucap Sabrina dengan mengembangkan senyuman yang manise.
"Hei gimana kabar kamu, lama kamu tak ada kabar?" ucap Leon sembari menyalami Sabrina dengan tersenyum ke arahnya.
Abee hanya merasa sebagai obat nyamuk, terkadang Leon lupa jika mereka bertemu untuk urusan bisnis. "ehemmm" ucap Abee sembari menatap langit langit restoran tempat mereka makan.
__ADS_1
Leon baru memyadari maksud dan tujuannya ketempat itu. "maaf kenalin ini Dirut dari Brahmana Grup, Tuan Abeezard "ucap Leon memperkenalkan atasannya.
Sabrina memandang ke arah Abee, Abee adalah lelaki yang sangat tampan, mapan dan juga berkarismatik. Sabrina terpana pada tatapan pertama. "Saya Sabrina." ucap Sabrina sembari menatap Abee dengan tatapan yang aneh.
Abee merasa tak nyaman si tatap oleh Sabrina.
"Abee, mari silahkan duduk?" ucap Abee sembari menghindari tatapan Sabrina.
Sesekali Abee sengaja mengalihkan tatapan Sabrina. "Le coba mana handphone saya, saya mau menelfon istriku dulu." ucap Abee dengan pelan.
Mata Sabrina langsung mengalihkan tatapannya ketika Abee menyebut istri. "sial ternyata dia telah menikah." ucap Sabrina dalam hati..
Sabrina kembali menatap Leon, sejujurnya Leon tak kalah tampan dari Abee, cuman Leon adalah tipe orang yang gak mudah untuk di deketi siapa saja. Sabrina pun mencoba mendekati Leon.
Beberapa hari kemudian Sabrina meminta Lein untuk menemaninya berbelanja, kebetulan hari itu adalah hari minggu. Leon ahirnya menerima ajakan Sabrina dan melupakan bahwa dirinya mempunyai janji dengan Cia wanita yang kini tengah menjadi kekasihnya..
💞💞
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...
__ADS_1