DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 118


__ADS_3

🐬🐬


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..


🐬🐬


Cia masih sesegukan memangis dipelukan Intan sang calon kakak iparnya.


Cia masih saja terus menangis, Intan hanya diam dan membiarkan Cia meluapkan semua emosinya..


Anas masuk kedalam kamar Cia, dan tanpa sadar Anas telah mendengar semuanya. Awalnya Anas sangat emosi namun Cia meminta agar Anas tidak ikut campur dengan urusannya. Karena Cia dan Leon telah putus..


Cia mengatakan kepada Anas dia ingin melanjutkan kuliahnya di Jerman, dulu karena Leon Cia menolak untuk melanjutkan kuliah dan lebih memilih untuk berada di samping Leon.


Anas hanya mengambil nafas panjang, dan mengiyakan keinginana Cia, "kamu serius De ingin ke Jerman? apa enggak sebaiknya kalian biacarakan ini dengan cara baik baik?" ucap Anas sekedar menasehati..


Cia hanya termenung mendengar oenuturan sang kakak, Namun tekad Cia telah bulat dia ingin melanjutkan belajarnya dan berusaha melupakan Leon, lelaki yang dianggapnya telah menyakiti dirinya.. "enggak kak, aku ingin tetap ke Jerman?" ucap Cia dengan mantapnya...


Anas dan Intan hanya bisa pasrah dengan keputusan Cia, sudah di putuskan Cia akan secepatnya meninggalkan Indonesia..


Leon masih berusaha untuk mencari Cia, hatinya merasakan kehancuran yang luar biasa. Mungkin inikah cinta sakitnya baru terasa jika kita tengah kehilangan orang yang sangat kita cintai.


Leon terlihat sangat kusut, dia kembali ke apartemennya dan membanting tubuhnya di sembarang tempat, tanpa Leon sadari di Apartemennya tengah berdiri seorang Lelaki.


Abee yang memperhatikan Leon sedari tadipun merasa bingung dengan kondisi Leon. Abee tahu persis Lon adalah tipe lelaki yang setia.


"kenapa kamu begitu kusut?" ucap Abee dengan nada heran.


Leon kaget ketika mendengar suara Abee, tanpa disadari Leon menitikan airmata. Leon bercerita jika Cia tak pulang dari semalam.


"kenapa lagi dengan Cia?" ucap Abee dengan suara yang mengintimidasi.


Lagi lagi Leon menceritakan tentang Cia yang mendapati dirinya sedang bersama Sabrina.


Tiba tiba Plakkkkk sebuah tamparan rasa coklat mendarat sempurna di pipi kanan Leon..


"maafkan aku Bee" ucap Leon menyadari kesalahannya.

__ADS_1


Abee masih diam saja, dia masih kesal mendengar Leon dengan Sabrina. "apa yang kau fikirkan Le, apa ini yang kau mau?" ucap Abee dengan suara yang pelan.


Leon merasa sedih ketika sahabatnya saja sudah tak mempercayainnya. "maksud kamu apa Bee?" ucap Leon dengan sedikit emosi.


Abee tersenyum sinis dengan sikap Leon.


"kamu yang kebih tahu Leon." ucap Abee lalu pergi begitu saja meninggalkan apartemen Leon.


🐬🐬


Keputusan Cia untuk melanjutkan kiuliahnya di Jerman telah di seoakati oleh Papi dan Maminya. Mereka juga memahami mungkin Cia masih terlalu muda untuk mencintai apalagi membina Rumah tangga..


"Baiklah sayang" ucap Papi di ujung telfonnya.


Dalam hati Papi senang, melihat Cia ingin ke Jerman berarti permainan Leon berhasil dengan sempurna..


Leon mendengar prihal keberangkatan Cia ke Jerman, hati Leon terasa amat sakit terlebih lagi Cia enggan untuk melihatnya apalagi menemuinya. .


"Ka izinkan aku ketemu Cia sebentar." ucap Leon ketika Cia memasuki mobil hendak ke bandara.


"udajlah Le, jangan kau buat airmata adikku terjatuh lagi dia juga berhak untuk bahagia." ucap Anas lalu meninggalkan Leon seorang diri.


Leon mengusap airmatanya, dia juga tahu dia enggak akan mampu mencegah kepergian Cia.


"Cia maafkan aku, aku janji aku akan selalu menunggu kamu sampai kamu kembali ke sisiku lagi? Aku akan buktikan bahwa aku hanya akan mencintaimu selamanya." ucap Leon dalam hatinya.


Leon pergi meninggalkan rumah Cia, dia kembali lagi ke apartemennya, mengganti pakaian dan bersiap untuk kekantor. Leon tahu jika Leon hanyalah lelaki yang bodoh yang tak bisa mengerti tentang bagaiman memperlakukan wanita.


🐬🐬


Leon sampai di kantor, kini dia sudah bisa mengontrol dirinya sendiri. Leon percaya dan tahu jika Ciabakan selalu setia dengannya walaupun kini jarak telah menjauhkannya..


"Pagi boss"ucap Leonketika memasuki ruangan Abee bosnya..


Abee menatap Leon dengan tatapan yang aneh, dia heran kenapa kok Leon bisa setenang itu?


"kamu kenapa Le, dari kwmarin gak masuk dan sekarang kau tampak begitu bahagia?" ucap Abee mengintrogasi Leon.

__ADS_1


Leon tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"enggak apa apa. ucap Leon dengan tenangnya kemudian duduk di depan Abee


Abee semakin dibuat penasaran dengan tingkah Leon, Abee beranggapan jika Leon tengah mulai stresss...


"Kamu waras kan?" ucap Abee dengan serius.


Leon melempar kertas kecil ke arah Abee " kamu pikir aku *ila ya? aku waras 1000 persen." ucap Leon dengan senyum..


Leon dan Abee saling tertawa.. "Dimana Cia" ucap Abee tiba tiba.


"Cia ke Jerman." ucap Leon dengan santai.


"apa" ucap Abee sembari melotot.


"Kau gi*a sampai benar benar membuat dia menjauhimu." ucap Abee kemudian.


Leon menjelaskan alasan dia membuat Cia sakit hati itu demi kebaikan Cia, karena sebelum mereka menikah Papi Cia meminta Leon untuk bisa membuatnya menyetujui untuk melanjutkan pendidikannya ke Jerman.


"Punya tampang kriminal juga kau ya?" ucap Abee dengan tertawa. Bagus aku enggak nyangka ternyata kau kejam juga. ucap Abee kemudian.


Leon hanya tersenyum dan menaikan satu alisnya. "kamu enggak tahu bagaimana sakitnya aku melakukan ini Bee, apalagi di saat aku melihat airmata Cia?" ucap Leon dalam hatinya..


🐬🐬


Siang itu Najwa menuju kediaman Ayahnya Adijaya, "Assalamualaikum" ucap Najwa ketika mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam"ucap Nyonya Cindi yang kebetulan sesang berada di ruang tamu.


Sayang, sini masuk. ucap Nyonya Cindi kemudian.


Najwa hanya tersenyum memandang Bundanya kemudian memeluk Bundanya dengan sangat erat.


"Najwa kangen Bunda. Ayah dimana?"ucap Najwa dengan sangat lembut.


Nyonya Cindi tersenyum " Ayah di kantor sayang, kenapa?"ucap Nyonya Cindi dengan lembut..

__ADS_1


🐬🐬


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...


__ADS_2