
*No bully men teman yang tak suka boleh skip saja.*
Najwa dan Abee masih asik mengelilingi negara Yunani, Abee mengajak Najwa untuk pergi ke jantungnya Negara Yunani Athena, disana Abee dan Najwa berkeliling seperti selayaknya pemuda dan pemudi yang sedang di landa asmara....
Abee sangat senang ketika melihat Najwa tersenyum dan terlihat bahagia, di sana juga Abee sangatemanjakan istrinya. "sayang apakah kau senang" tanya Abee sembari memeluk tubuh istrinya Najwa.
Najwa hanya tersenyum, lalu mencium pipi suaminya. " senang sayang, terima kasih kau telah membawaku ketempat seindah ini, Ini adalah salah satu kota yang ingin aku singgahi namun sekarang aku bisa samapi sini." ucap Najwa sembari tersenyum.
Abee hanya tersenyum melihat Najwa begitu gembira, Abee pernah membaca note note kecil yang Najwa tulis bahwa dia ingin bisa melihat kota Athena. "asalkan kamu senang dan bahagia apapun akan aku lakukan untukmu. Sayang." ucap Abee sembari menggenggam tangan Najwa.
Atmaja Grup...
Tuan Adijaya masih berbincang dengan adiknya Rahardian di sebuah restorant, Rahardian terlihat sangat ketakutan, pasalnya waktu dulu dia menculik Caca dan menewaskannya dalam kecelakaan, Rahardian di nyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Rahardian di nyatakan dalang dari pembunuhan berencana putri tunggal pewaris Atmaja Grup, Caca.
Tuan Adijaya hanya memandang wajah adiknya itu. "seandainya dulu kau tak membunuh keponakanmu mungkin dia sekarang sudah besar. Dan jika bukan karena keegoisanmu mungkin masa tua kakak tidak akan kesepian." ucap Adijaya sembari menatap wajah adiknya.
Rahardian merasa sangat bersalah, pasalnya karena mengikuti keinginan Mamanya dia rela jadi pembunuh, namun setelah berhasil dan anaknya di penjara dia justru menghilang.
"Lihatlah Ma, ini akibat dari keserakahanmu. Dimana kamu sekarang, kenapa kau membiarkan aku yang menanggung semua ini sendiri." ucap Rahardian dalam hatinya.
__ADS_1
Dalam hati kecil Rahardian dia ingin sekali meminta maaf kepada kakaknya dan kakak iparnya namun egonya terlalu tinggi sehingga dia tak berani melakukannya.. "terus yang kakak mau apa? apa kakak mau memenjarakan aku lagi?" ucap Rahardian dengan suara yang bergetar.
Tuan Adijaya hanya tersenyum melihat wajah sang adik. "kau adikku dan kau juga tahu itu. Tapi kenapa harus seperti ini." ucap Adijaya dengan melipat kedua tangannya..
Rahardian kembali mengingat perbuatannya yang pada ahirnya dia sesali seumur hidupnya.
Flass On.
Kala itu Caca masih berusia 3 tahun, dia diasuh oleh Siti. Kala itupun Nyonya Cindi masih sibuk mengurusi bisnis suaminya Tuan Adijaya, Mereka adalah pasangan yang sangat sibuk, hingga pada suatu ketika Rahardian memafaatkan situasi itu untuk menculik Caca.
Rahardian mencari tahu tentang Siti sang pengasuh dan Tarjo pacar Siti. Mereka sama sama bekerja di rumah Adijaya. Tarjo yang bekerja menjadi supir Tuan Adijaya sedangkan Siti bekerja sebagai pengasuh untuk Caca.
Siti dan Tarjo membawa lari Caca, mereka menuju kota Surabaya, Siti dan Tarjo sama sama menyayangi Caca. Karena hal itulah yang membuat mereka tidak tega melakukan hal yang terkutuk itu.
Tarjo memandang ke arah Caca, hatinya merasa kasihan begitupun dengan Siti, Siti sangat menyayanginya. "Bagaimana ini Ti, aku tak tega jika harus membunuh dia." Tarjo berucap sembari memandangi wajah cantik Caca yang tertidur dengan pulas.
Sitipun sama, apalagi Siti selalu mengingat kebaikan Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi, membuat hati kecil Siti melawan niat buruknya.
"Aku tak sanggup jika harus membunuhnya Mas, kita sama sama tahu bagaimana keluarga Tuan Adijaya memperlakukan kita. Apakah kita tega jika kita harus membunuh Non Caca." ucap Siti sembari menangis.
__ADS_1
Tarjo pun berfikir sejenak. "Bagaimana jika kita titipkan saja dia di panti asuhan" ucap Tarjo memberi saran.
"Baiklah tapi apakah mereka mau menerima Caca." Siti merasa tidak yakin dengan keinginan Tarjo.
"Kita memang irang jahat Ti, tapi niat kita baik, kita harus membiarkan Non Caca tetap hidup, dengan begitu kita akan jauh lebih tenang." ucap Tarjo menasehati siti.
Ada keraguan di hati Siti. Namun hati kecilnya menginginkan itu." baiklah tapi bagaimana rencana kita selanjutnya." perkataan siti mampu membuat Tarjo berfikir keras.
Tarjo berfikir sejenak dan diapun menemukan cara. " Ti apa kau mau mati bersamaku." ucap Tarjo dengan sangat tenang.
Sito kaget dengan keinginan Tarjo namun Siti berfikir untuk menyelamatkan Caca. " jika itu yang terbaik kita lakukan. Lagi pula jika kita tidak mati sendiri kita juga akan mati di tangan Tuan Adijaya atau Tuan Rahardian." ucap Siti sembari mengendong Caca.
"Baiklah kita cari dulu panti yang terbaik buat Non Caca, dan kita harus memastikan segalanya itu baik buat Non Caca." ucap Tarjo.
Setelah mencari kesana kemari ahirnya Tarjo dan Siti menemukan panti yang tidak terlalu besar mamun bisa menjamin keselamatan Caca. Panti asuhan Harapan Bunda milik Ibu Risma.
Bagaiman kelanjutannya.. tunggu Nanti malam yaa... Authornya lagi banyak kerjaan.
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung....
__ADS_1