DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
Bonus chapter


__ADS_3

Anggit yang sudah menerima lamaran dari Dion, acara pernikahannya pun langsung dipercepat.


Sesuatu yang dinanti-nantikan oleh sosok Dion, akhirnya impiannya untuk melamar serta menikahi perempuan yang dari sangat dicintainya itu, kini sebentar lagi akan menjadi miliknya.


Hari bahagia pun telah tiba, tetapi tidak untuk Leo. Hatinya yang hancur karena perbuatannya sendiri, Leo mengalami kecelakaan hebat dalam penerbangan ke luar negri.


Leo mengalami kelumpuhan pada salah satu kakinya karena insiden kecelakaan pada pesawat yang ia tumpangi.


Penyesalan kembali melanda dirinya saat melihat mantan istrinya yang akan segera menikah. Tentunya begitu hancur hatinya, serta nasib buruk yang harus ia Terima.


Tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima takdir yang berpihak padanya. Sebuah kesalahan yang fatal telah dilakukan oleh dirinya sendiri.


Sedangkan di tempat lain, acara sakral pun akan segera di mulai. Kedua orang tuanya Leo pun ikut hadir dalam acara tersebut. Mau bagaimanapun tidak bisa memaksakan kehendak, dan menerima dengan lapang karena kesalahan memang berawal dari putranya sendiri.


Dion yang siap untuk mengucapkan kalimat sakral di depan banyak saksi, sedikitpun tidak terlihat grogi. Begitu semangat saat akan memulainya.


Kalimat demi kalimat, akhirnya lolos juga kalimat sakralnya. Semua yang menyaksikannya pun terharu karena sosok Dion begitu lama menikmati status lajangnya.


Satu persatu dari para tamu undangan tengah memberi ucapan selamat serta doa untuk kedua mempelai pengantin.

__ADS_1


"Selamat menempuh hidup yang baru ya Nak, semoga kalian berdua bahagia. Kamu juga sebagai suami sahnya, saya titipkan Anggit kepada kamu. Sayangi dia dan bertanggungjawab lah padanya, jangan kamu mengulangi kesalahan yang sudah dilakukan oleh mantan suaminya, yakni putra saya." Ucap Tuan Dorman sebagai pengganti orang tuanya.


Mau bagaimanapun status mertua tidak akan putus meski sudah bercerai sekalipun dengan anaknya.


"Ya Tuan, saya akan bertanggung jawab atas istri saya. Sebisa mungkin untuk membahagiakannya, juga untuk tidak menyakitinya." Jawab Dion, kemudian dilanjut ibunya Leo juga ikut memberi ucapan selamat kepada kedua pengantin.


Anggit langsung memeluk ibunya Leo dengan erat, dirinya sudah menganggap ibu kandung sendiri. Meski pernikahannya berawal dari sebuah perjodohan, Anggit menerima Leo dengan hati yang terbukti meski berakhir dengan pengkhianatan.


"Semoga kamu bahagia ya, sayang. Mama doakan hubungan pernikahan kamu langgeng untuk selama-lamanya. Maafkan kesalahan Leo yang sudah pernah menyakitimu." Ucap ibunya Leo.


"Mama tidak perlu meminta maaf, Anggit sudah memaafkannya. Juga, Anggit doakan, semoga segera menemukan perempuan yang mau menerima apa adanya. Meski berpisah, bukan berarti untuk memutus persaudaraan. Mama tetap lah Mama, Anggit sayang Mama." Jawab Anggit dan kembali memeluknya.


"Aku titipkan Kak Anggit sama Kakak, semua tentang Kak Anggit. Semoga kalian berdoa selalu diberi kebahagiaan dan keberkahan dalam hubungan pernikahan kalian. Jika Kak Dion tidak lagi sanggup dengan Kak Anggit, kembalikan dengan baik-baik. Karena aku menitipkannya pun dengan baik." Ucap Kavil yang langsung berpesan kepada kakak iparnya.


"Aku akan bertanggungjawab atas kakak mu, selamanya sampai maut memisahkan kita." Jawab Dion yang berjanji kepada adik iparnya.


Selanjutnya acaranya pun masih terus berlangsung hingga tidak terasa sudah waktunya istirahat.


Anggit dan Dion kini sudah berada di hotel, tempat yang sudah disiapkan oleh Dion sendiri untuk menghabiskan malamnya bersama istrinya ada beberapa hari untuk tinggal di hotel miliknya.

__ADS_1


Anggit yang tengah melepaskan pakaiannya, tiba-tiba Dion membantunya dari belakang. Kemudian memberinya baju tidur untuk istrinya.


Kemudian, Dion sengaja memeluknya begitu erat. Keinginannya untuk menjadikan Anggit istrinya, kini sudah dimilikinya.


"Aku mencintaimu, Anggit ku sayang. Terima kasih sudah mau menerimaku menjadi suami kamu. Aku sadar diri jika aku bukan laki-laki sempurna, tapi aku ingin menyempurnakannya bersamamu mulai dari sekarang." Ucap Dion sambil memutar balikkan badan istrinya hingga kini tengah berhadapan langsung di depan matanya.


Anggit yang sedikit gugup, hanya bisa diam dan pasrah.


"Aku akan belajar mencintaimu, aku akan berusaha mengembalikan perasaan aku yang dulu yang pernah tertinggal dari sebuah harapan." Jawab Anggit sedikit menunduk karena malu.


Dion mengangkat dagunya, kemudian tanpa canggung, langsung menc_ium bibirnya yang manis itu. Sekian lama dalam penantian, Dion baru pertama kalinya menc_ium bibir milik perempuan yang sangat dicintainya. Keduanya terhanyut dalam dalam ciu_mannya, hingga menuntutnya meminta lebih.


"Aku tidak lagi mempunyai mahkota untukmu, maafkan aku." Ucap Anggit saat Dion melepaskan ci_umannya.


Dion tersenyum menatap wajah istrinya yang sudah lama didambakannya, dan kini dirinya sang pemilik seutuhnya tentang Anggitinasya yang sudah sah menjadi istrinya.


"Aku tidak butuh itu, yang aku inginkan kamu dan kamu dengan kondisi apapun. Biarkan orang lain mau mengatai aku itu apa, karena yang menciptakan kebahagiaan adalah diriku sendiri dan kamu, bukan orang lain." Ucap Dion dan langsung menggendong istrinya dan menurunkannya di atas tempat tidur.


Gugup, itu sudah pasti. Dion yang tidak mau menunggu lama, tidak peduli dengan badannya yang terasa capek, setidaknya apa yang sudah ia tahan dapat dituntaskan dengan benar.

__ADS_1


Perlahan-lahan, Dion menyusuri apa yang sudah diinginkannya. Kemudian, keduanya sama-sama menikmati malamnya yang saling berbagi satu sama lain dalam sebuah keni_kmatan dunianya hingga diantara keduanya tum_bang di atas tempat tidur sampai terlelap dari tidurnya.


__ADS_2