DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 70


__ADS_3

*No bully ya men teman,, yang gak suka skip saja*


Setelah sholat subuh Najwa langsung pergi menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk suami tercintanya. Dengan cekatan tangan mungil itu membuat Nasi goreng, telur ceplok dan berbagai sayuran lainnya.. Tak lupa juga Najwa membuatkan Abee kopi dan mengantarnya ke kamar.


"Pagi suamiku." ucap Najwa dengan lembut.


Abee yang masih terlelap dalam tidurnyapun bangun.


"Pagi istriku, darimana? kok habis sholat subuh kabur." ucap Abee manja.


"Bikin sarapan, ayo bangun." ucap Najwa dengan menarik tangan Abee.


"Iya sayangku.. Muaaacacahh ciuman dipagi hari." ucap Abee dengan genitnya.


Abee menjadi sangat buas terhadap istrinya.. (heeheheheh Authornya lebay.)


Abee menyeruput kopi yang di hidangkan Najwa di atas nakas.


"Emm enak sekali, seperti kamu." ucap Abee meledek Najwa.


"Mulai deh." ucap.Najwa cemberut. Buruan mandi dan ayo kita sarapan bersama, Bunda dan Ayah telah menunggun. ucap Najwa kemudian.


"Baiklah istriku sayang" ucap Abee sembari berlalu ke kamar mandi.


Najwa hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kocak suaminya pagi ini.


Najwa kembali kedapur meninggalkan Abee yang sedang mandi sendirian. Najwa kembali menyiapkan sarapan di meja makan dan memanggil Ayah dan Bundanya.

__ADS_1


"Ayah, Bunda kita sarapaan dulu yuk." ucap Najwa sembari mengetuk pintu kamar Bundanya.


"Iya sayang, Bunda dan Ayah keluar sebentar lagi." ucap Bunda dari dalam kamar.


Najwapun pergi meninggalkan kamar Bundanya..


Pagi itu suasana rumah terasa berbeda.Abee turun hanya mengenakan celana pendek terlihat sangat seksi dimata Najwa.


"Sayang kok pakaiannya begitu." ucap Najwa mulai protes.


"Kenapa sayang, bukannya seksi." ucap Abee menggoda.


Wajah Najwa berubah merah karena malu.


"Apaan si sayang enggak sopan tahu." ucap Najwa dengan senyuman.


Anas PoV


Pagi ini Anas janji akan menjemput Intan di kos, Intan tengah siap dengan baju kerjanya, dan dia terlihat sangat cantik.


"Selamat pagi calon bidadari syurga." ucap Anas menggoda Intan.


"Selamat pagi juha kak, kirain bohong gak jadi jemput." ucap Intan.


"Enggak dong kan kakak udah janji." ucap Anas sembari tersenyum.


Anas mengantar Intan ke kantornya di dalam perjalanan Anas mengutarakan niatnya untuk melamar Intan.

__ADS_1


"Tan, kamu kan tahu kalau Kak Anas sayang banget sama Intan. Intan mau enggak kelak Intan jadi ibu dari anak anak kakak?" ucap Anas tiba tiba.


Intan kaget mendengar pernyataan Anas, Intan menatap Anas dalam dalam.


"Apa kakak serius?" ucap Intan.


"Iya Tan, nanti kalau aku libur kita pulang ke Surabaya yah kita temui orang tua Intan." ucap Anas dengan penuh harapan.


Intan berfikir sejenak, dan Intan berkata bahwa mungkin Intan tak pantas buat Anas, karena Intan terlahit dari keluarga miskin, sedangkan Anas.


"Tan kakak akan terima kamu apa adanya kok." ucap Anas lembut.


"Iya, Intan ikut mau mas saja" ucap Intan. Kini panggilan untuk Anaspun telah berubah menjadi Mas.


Anas tersenyum dan memegang tangan Intan dan dikeluarkannya sebuah cincin emas putih dengan tampilan yang sangat elegan dan menyematkannya di jari manis Intan.


"Kamu suka?" ucap Anas sembari tersenyum.


"Iya Mas aku sangat suka." ucap Intan pelan.


Anas kembali menegang tangan Intan dan Menge*upnya secara berlahan.


"Terima kasih sayang." ucap Anas..


Setelah Anas mengantar Intak ke kantor Anas pamit dan langsung menuju Rumah sakit untuk bekerja..


Next yaa...

__ADS_1


Jangan lupa baca karya author tang lain juga ya... terus Jangan lupa like dan komennya.. vote seikhlasnya ya... hehehe..


__ADS_2