DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 90


__ADS_3

🌷🌷


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih...


🍁🍁


Atmaja Grup


Pagi itu Abee berencana untuk menemui tuan Adijaya di kantornya. Tuan Adijaya sangat senang dengan kedatangan Abee keperusahaannya.


"selamat datang disini Tuan Abee" ucap Tuan Adijaya dengan ekspresi bahagia.


"terima kasih Tuan Adijaya, bisakah anda memanggiku dengan nama saja?"ucap Abee merasa enggak enak karena Abee adalah menantunya.


Tuan Adijaya hanya tersenyum, "rasanya enggak sopan jika saya harus memanggil Tuan dengan nama saja." ucap Tuan Adijaya.


"jangan sungkan Tuan," ucap Abee menjelasakan.


Setelah cukup lama berbincang Abee menayakan prihal tentang Rahardian.


"maaf Tuan Adi jika saya boleh tahu Rahardian itu siapa?" ucap Abee dengan senyumannya yang manis.


"Dia adik saya." ucap Tuan Adijaya dengan senyum getir penuh arti.

__ADS_1


Abee hanya manggut manggut mendengarkan ucapan Tuan Adijaya, Tuan Adijaya menjelaskan secara detail tentang Rahardian.


"dia adalah adik saya beda ibu" ucap Tuan Adijaya dengan ekspresi sedihnya..


Abee mulai menyerap sedikit kesimpulan dengan cerita Tuan Adijaya, Abee harus memastikan bahwa apa yang dia fikirkan salah.


"Apa dia baik denganmu Tuan, sehingga anda ingin membantu perusahaannya dengan segitu banyak?"ucap Abee dengan suara yang ragu.


Tuan Adijaya menarik nafas panjang, Abee bisa melihat ada sesuatu diantara mereka.


"Sebenarnya ada sesuatu namun saya tidak bisa menjelaskan." ucap Tuan Adijaya dengan sedih.


Abee mulai mengambil kesimpulan lagi apakah yang akan menghabisi Najwa waktu kecil adalah Rahardian? Abee masih berusaha untuk menggali informasi sedetail mungkin. Tiba tiba Abee melihat sebuah foto anak perempuan yang masih sangat kecil, iya itu sudah pasti Najwa.


Abee tersenyum melihat Najwa sewaktu kecil, sangat cantik dan imut. "maaf Tuan foto siapakah itu" ucap Abee berpura pura tak tahu.


Abee hanya dapat menarik nafas panjang. " bersabarlah Ayah suatu saat nanti Putrimu, Cacamu pasti akan kembali." ucap Abee dalam hatinya.


Abee hanya mampu memandangi kerapuhan seorang Adijaya yaitu terletak kepada putrinya.


"seandainya putri saya masih hidup pasti saya bisa menjadi kakek." ucap Tuan Adijaya sembari meneteskan airmata.


Batin Abee hancur, Abee merasa sangat bersalah karena telah menyembunyikan identitas Najwa.

__ADS_1


"Tuan, Tuan boleh anggap saya dan istri saya seperti anak Tuan, dan sebentar lagi Tuan akan punya cucu. "ucap Abee sembari mengencangkan pelukannya dibahu Tuan Adijaya.


Tuan Adijaya merasa bahagia ketika Abee memeluknya seperti ini. "Terima kadih anakku." ucap Tuan Afijaya sembari tersenyum.


🌸🌸


Hari itu Anas menjemput Intan di kantornya, rencananya hari ini Intan akan Anas kenalkan dengan keluarga besar Brahmana sebagai calon istri Anas Quet Brahmana.


"Kamu sudah selesai sayang?" ucap Anas ketika melihat Intan memasuki mobil Anas.


"Sudah Kak, " ucap Intan pelan sembari dia fokus menvenakan sabuk pengaman.


Anas tersenyum memandang wajah Intan," hari ini kamu terlihat sangat cantik." ucap Anas sembari membelai pucuk kepala Intan.


"Terima kasih sayang." ucap Intan sembari tersenyum bahagia.


Anas dan Intan pergi menuju ke kediaman Anas,disana keluarga inti sudah berkumpul. Intan di sambut dengan hangat oleh keluatga Brahmana.


"Selamat datang kak Intan." ucap Cia sembari mencium tangan Intan.


"Ini Gracia adiku satu satunya." ucap Anas.


Papi dan Mami pun senang melihat kedatangan Intan apalagi Intan adalah gadis yang sangat sopan dan sangat ramah..

__ADS_1


🌺🌺


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung....


__ADS_2