DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 76


__ADS_3

🌹*No bully ya men teman and happy reading..*


Atmaja Grup..


Tuan Adijaya masih sibuk dengan urusan kantornya. Tuan Adijaya menghubungi Leon asisten Abee untuk mengajak bertemu.


"hallo Tuan Leon, ini saya Tuan Adijaya bisakah kita bertemu? Karena ada hal yangharus saya bicarakan dengan Anda."ucap Adijaya.


"Baiklah Tuan, dimana kita bisa bertemu?" ucap Leon sembari memperjelas lokasi pertemuan mereka.


"Di Cafe Pelangi." ucap Adijaya.


"Baiklah kita beetemu disana" ucap Leon sembari menutup telfon.


Tuan Adijaya meminta perusahaan Brahamana Grup untuk membantu perusahaan Adiknya Rahardian. "saya mau meminta Brahmana Grup untuk membantu perusahaan Rahardian adik saya." ucap Adijaya dengan tegas..


Leon yang tak mengerti pun bingung di buatnya, "Maksud Tuan Adijaya bagaimana?" ucap Leon tak mengerti.

__ADS_1


Setelah Tuan Adijaya menceritakan sedikit kisahnya ahirnya Leon menyetujui dengan syarat bahwa Leon akan mengonfirmasi dulu kepada Abee, karena Leon tak mempunyai hak apa apa untuk semua keputusan yang menyangkut perusahaan. "baikalah Tuan jika seperti itu, tapi izinkan amsaya untuk memberitahukan kepada bos terlebih dahulu." ucap Leon dengan sopan.


"Baiklah saya tunghu kabar baiknya." ucap Tuan Adijaya.


Setelah makan siang bersama Tuan Adijaya dan Leon berpisah. Tuan Adijaya kembali ke kantor, sedangkan Leon ingin mengunjungi suatu tempat.


🍂🍂🍂🍂🍂


Ketika sedang mengendarai mobilnya dijalan raya, tanpa sengaja Leon melihat Gracia sedang berada di pinggir jalan karena mobilnya mogok.


Awalnya Leon enggan untuk membantu, hatinya masih sakit ketika mengingat Cia bergandeng tangan dengan seorang lelaki.


"ada apa Cia" ucap Leon datar dan dingin.


Cia senang karena ternyata mobil yang dia stop adalah mobilnya Leon. "bang Leon tolongin Cia." ucap Cia dengan manja.


"Kenapa" ucap Leon masih dingin.

__ADS_1


Cia bingung dengan sikap Leon, dulu Leon selalu bersemangat jika di ajak bicara dengannya, namun sekarang Bang Leon kenapa? "bang tolong anterin Cia dong, mobil Cia mogok." ucap Cia pelan.


Leon hanya diam sejenak. "masuklah, biarkan mobilmu nanti orang bengkel yang urus" ucap Leon pelan.


Di dalam perjalanan Cia dan Leon hanya saling diam, entah beberapa kali Cia mencuri curi pandang ke arah Leon, namun Leon tetap fokus menyetir. "bang Leon kenapa si." ucap Cia tiba tiba.


Leon hanya diam, sejujurnya Leon sangat senang bisa satu mobil Cia, namun dia sudah tak mau berharap lagi. "enggak apa apa." ucap Leon tanpa menoleh ke arah Cia.


Cia sedih melihat perubahan sikap Leon, karena sudah sedari dulu Cia mengagumi sosok Leon. Namun mungkin cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. "maaf bang kalau banyak tanya" ucap Cia sembari membuang muka, dan melihat ke arah samping.


Ada perasaan bersalah di hati Leon, namun Leon terlalu takut untuk berharap, karena Lleon tak pernah mencintai wanita seperti dia mencintai Cia, Leon mencintai Cia sejak Cia masih berusia 15 tahun, sudah 6 tahun Leon memendam perasaannya, akankah Leon berani untuk mencurahkan isi hatinya.


Sesampainya di kampus, Cia turun dari mobil Leon" terima kasih bang" ucap Cia dengan wajah cemberut. Mood Cia hari ini kacau karena sikap dingin Leon.


"Iya sudah aku pergi." ucap Leon sembari melajukan mobilnya dengan pelan. Dari sepion mobil Leon bisa melihat Cia sedang mengusap airmatanya. "dia kenapa apa aku salah?" ucap Leon dalam hati. Leon melirik ke arah jok samping mobilnya dan melihat bahwa buku Cia tertinggal.


Leon sangat terkejut ketika mengambil buku itu leon melihatbada selemnar foto yang terjatuh dan alangkah terkejutnyavternyata yang jatuh itu adalah foto dirinya...

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...


__ADS_2