
🐝🐝
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih..
Happy Reading ya...
🐝🐝
Rahardian masih berbincang dengan Adrian di ruang besuk, ketika itu pula Tuan Adijaya datang mengunjungi Adrian.
"Rupanya kamu juga disini baguslah." ucap Tuan Adijaya.
Rahardian menoleh kepada sumber suara dan sedikit terkejut melihat kehadiran Tuan Adijaya.
"Om" ucap Adrian tertahan..
Adrian sendiri memahami perselisihan antara Papanya dan Om'nya itu, Adrian juga bisa melihat ada kebencian di antara keduanya walaupun sebenarnya mereka saling menyayangi.
"Kak Adi" ucap Rahardian sembari berdiri.
Tuan Adijaya hanya menyunggingkan senyuman yang mengisaratkan sesuatu.
"Dulu kamu hampir membunuh Cacaku, sekarang kamu menyuruh Anakmu untuk mengulangi hal yang sama lagi? sungguh hebat kamu Dian." ucap Tuan Adijaya sembari bertepuk tangan..
Rahardian hanya menunduk tak menjawab sepatah katapun. Rahardian telah menyadari segala kesalahannya namun dia masih terlalu takut untuk meminta maaf.
__ADS_1
Tuan Adijaya tersenyum getir melihat ketidakberdayaan Rahardian.
"Apa kamu takut Dian? apa kamu mau satu sel dengan anakmu?" ucap Tuan Adijaya penuh dengan amarah.
Adrian tak kuasa menahan pedih dihatinya, melihat Papanya di hina oleh Kakak kandungnya sendiri.
"Cukup Om, ini salah Adrian. Adrian akan bertanggung jawab, tapi tolong berhenti menyakiti hati Papaku. Apa Om tak melihat kondisi Papa sekarang?" ucap Adrian memberanikan diri.
Rahardian memang terlihat sangat pucat, kondisi fisiknya belum stabil dan tekanandaahnyapun masih tinggi sehingga membuatnya lemas dan mengeluarkan keringat dingin.
Tuan Adijaya melihat ke arah Rahardian dan melihatnya dengan seksama. Benar adanya kondisi Rahardian memang sangat mengkhawatirkan.
"Apa kau baik baik saja." ucap Tuan Adijaya sembari memegang bahu adiknya. Apa perlu kita ke Rumah sakit? ucap Tuan Adijaya kemudian.
Rahardian hanya tersenyum, dia lebih memilih untuk menahan sakitnya..
Adrian hanya mengangguk dan memeluk tubuh Papanya, "Papa jaga diri ya, maafin Adrian Pa." ucap Adrian merasa bersalah.
Rahardian hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan putranya Adrian dengan Tuan Adijaya.
"Papa kamu kenapa?" ucap Tuan Adijaya kepada Adrian.
"Saya tidak tahu Om, sepertinya Papa menyembunyikan sesuatu." ucap Adrian dengan wajah yang bingung. Adrian kembali ke sel Om. ucap Adrian kemudian.
Tuan Adijaya hanya mengngguk dan memandangi bahu Adrian hingga bahu itu menghilang dibalik tembok.
__ADS_1
Tuan Adijaya duduk dan memikirkan sesuatu.
🐉🐉
Kondisi Najwa kian membaik, dan Dokter Faisal telah mengizinkannya pulang hari ini. Intan yang baru mendengar kabar kalau Najwa kecelakaanpun panik dan langsung menuju Rumah sakit untuk melihat sahabatnya..
Sesampainya di Rumah sakit, Intan langsung memeluk Najwa. Abee yang melihat itupun ikut senang. " kamu kenapa Na," ucap Intan sembari meneteskan airmatanya..
Najwa hanya tersenyum melihat kepanikan sahabatnya ini. " aku sudah tak apa apa Tan, aku sudah boleh pulang kok." ucap Najwa dengan pelan.
Abee hanya tersentmyum melihat kedekatan Najwa dan Intan, Abee berharap Intan dapat menghibur Najwa yang tengah sedih karena kehilangan calon anaknya..
"Sayang, aku keluar dulu ya, mau telfon Leon. Kamu disini dulu sama Intan, Intan titip ya." ucap Abee sembari memberikan senyuman ke arah istrinya.
"Iya Kak Abee, kakak tenang saja biar Najwa Intan yang jagain dulu." ucap Intan dengan senyum yang mengembang di wajahnya..
Setelah itu Abee menghubungi Leon untuk menayakan tentang tuntutannya terhadap Adrian.
"Bagaimana Le kamu sudah urus semuanya?" ucap Abee dengan suara yang berwibawa.
Leon hanya mengambil nafas panjang kemudian menjawab pertanyaan Abee. "Sudah bos, jangan khawatir. Pengacarakita yang akan mengurus semuanya." tegas Leon dalam percakapannya..
"Kerja bagus". ucap Abeelalu menutup telfonnya..
Untung loe bos Bee, jadi bisa seenak yang kau mau. sampai kapan kau mau nyusahin aku terus. Leon menggerutu dalam batinnya...
__ADS_1
🐉🐉
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.