DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
Penyesalan tiada guna


__ADS_3

Saat itu juga, keduanya segera diamankan oleh beberapa anggota polisi. Sedangkan Leo yang sudah di kediaman keluarga Hambalan, kini tengah tertunduk penuh perasaan dongkol, benci, sakit hati, emosi, serta penyesalan yang tengah ia rasakan.


"Permisi Tuan, apakah ini kediaman keluarga Hambalan? kami dari pihak kepolisian tengah mengamankan dua pelaku, Antonio dan Amora, juga ada seorang anak kecil yang kini berada dalam lapas." Ucap seorang polisi dengan tegas.


Leo yang mendengarnya, pun langsung bangkit dari posisinya dan memutar balikkan badan menatap seorang anggota polisi.


"Azura." Ucap Leo menyebut nama Azura yang ia ketahui putri kandungnya.


Tetapi kenyataannya lain, rupanya Leo telah dibohongi oleh Amora yang dianggapnya tidak mempunyai skandal apapun terhadap dirinya.


"Benar, Tuan. Anak kecil itu namanya Azura. Besok anda diminta untuk datang memberi keterangan di kantor polisi, permisi." Jawab seorang polisi yang langsung pamit.


"Baik, Pak Polisi. Terima kasih sudah mengamankan mereka berdua, besok saya dan ayah saya akan mendatangi kantor polisi."


Setelah kepergian dua orang anggota polisi dari rumah kediaman keluarga Hambalan, Leo menjatuhkan tubuhnya di lantai dengan kedua lututnya yang menjadi penyangga berat badannya.


Air matanya pun lolos begitu saja. Perempuan yang dianggapnya akan membawa kebahagiaan dengan hadirnya seorang anak dalam hubungannya bersama Amora, justru semua hanya tipuan saja.


Ibunya yang melihat kesedihan putranya, ikutan berjongkok dan memeluk putranya.


"Apa yang kita tanam, maka kita juga yang menuai hasilnya. Mungkin ini adalah teguran untukmu, beruntunglah semua terbongkar dengan sendirinya. Jadi, kamu tidak perlu mencari kesalahan orang lain." Ucap ibunya yang begitu menyentuh hatinya Leo yang begitu dalam hingga ke ulu hatinya.


Leo sesenggukan menangis atas semua yang sudah ia lakukan kepada istri pertamanya, penyesalan tinggallah penyesalan semata. Rumah tangga yang dikurangi akan kesempurnaan, harus pupus hanya karena keegoisannya.


"Ma, aku harus bagaimana?" tanya Leo yang tengah berada dalam pelukan ibunya.


"Selesaikan masalah kamu dengan Amora, juga dengan Antonio. Papa akan menemani mu besok bersama Kakek. Lebih baik sekarang kamu istirahat lah, agar pikiran kamu dapat dikendalikan bersama emosimu." Timpal sang ayah ikut bicara.


"Ma," panggil Leo dengan lirih, juga bingung harus bicara apa kepada ibunya.

__ADS_1


"Kamu harus bisa menerimanya, Nak. Keputusan dari awal sudah kamu pilih sendiri, dan Mama sudah mengatakannya dari awal, yaitu siap menanggung akibatnya jika kamu tidak mempunyai kejujuran kepada siapapun." Ucap ibunya yang mengingatkan putranya agar menjadi sosok lelaki yang bertanggung jawab atas kesalahan apapun yang sudah dilakukannya.


Leo yang benar-benar penuh dengan penyesalan, memilih pindah ke kamarnya untuk menangkan pikirannya.


Lain lagi dengan Anggit dan Kavil, kakak beradik tengah disibukkan dengan ponselnya masing-masing.


Kavil yang tengah bermain dengan sosial medianya, benar-benar terkejut saat melihat berita viral yang menjadi topik tranding di berandanya.


"Suami ditipu oleh istri kedua, Leo Jantrika." Ucap Kavil yang tengah membaca judul berita di beranda akun sosial medianya.


Bahkan, video perseteruan antara Leo dan Antonio, juga Amora tengah terlihat meski tidak bersuara.


"Kak Anggit! Kak, coba lihat berita ini sebentar." Panggil Kavil dengan suara yang begitu keras di telinga.


Anggit yang dikagetkan, pun langsung menggeser posisi duduknya dan melihat layar ponsel milik adiknya.


"Coba deh Kak Anggit lihat video ini, suami Kakak lagi viral." Ucap Kavil sambil memperlihatkan video dengan durasi cukup lama, hanya saja suara di silent.


Anggit yang penasaran dengan apa yang diperlihatkan oleh adiknya, segera melihatnya dengan fokus dari awal.


Begitu fokus saat melihat video tersebut, Anggit benar-benar seperti tidak percaya. Namun dari gelagat dan gerak tubuhnya sedikit-sedikit dapat dipahami maksudnya.


Ditambah lagi ada Antonio, tentu saja penuh tanda tanya besar dibenak pikirannya Anggit. Entah apa yang diucapkan oleh mereka bertiga, benar-benar menyimpan tanda tanya besar.


Sedangkan Kavil segera meminta kepada anak buahnya untuk melakukan penyelidikan mengenai suami kakaknya.


Kemudian, Kavil meraih ponsel yang satunya ditangan sang kakak.


"Apakah Antonio mempunyai hubungan khusus dengan Amora?" tanya Anggit kepada adiknya.

__ADS_1


"Sepertinya Kak, tapi tidak tahu juga mana yang benar. Semoga saja benar, biar Kak Leo tahu rasa bagaimana rasanya dibohongi. Jadi, aku tidak susah payah buat memberi pelajaran kepada suami Kakak itu." Jawab Kavil yang masih menyimpan rasa kesal atas perbuatan kakak iparnya yang sudah berani-beraninya menyakiti kakaknya.


Kavil masih scroll kebawah terus untuk menemukan informasi selanjutnya. Benar saja, ternyata video penembakan di rumah kakak iparnya terlihat begitu jelas, hanya saja tidak bersuara, dan hanya diganti dengan suara musik yang kedengaran sedih.


"Kak, ini ada videonya lagi Kak. Coba Kak lihat, ini rumah yang kakak tempati." Ucap Kavil yang kembali menunjukkan video penem_bakan Amora dan Antonio.


Anggit yang melihatnya, pun benar-benar terkejut. Lebih lagi ada Azura yang tengah di gendong oleh Antonio. Sedangkan yang menggendong Azura kedua kakinya tert_embak dan jatuh tersungkur. Untungnya ada polisi yang sigap untuk menangkap tubuh Azura dan dapat diselamatkan.


Sedangkan Antonio dan Amora sama-sama tersungkur dengan luka tem_bakan pada kakinya.


Anggit yang melihat video tersebut benar-benar sangat tidak menyangka jika akan terjadi sesuatu yang tidak pernah diduganya.


"Jadi, mereka berdua sudah diringkus oleh anggota polisi. Terus, siapa yang menyebarkan video itu?"


"Tentu saja ada, namanya juga berita. Tapi, kemana perginya kak Leo? perasaan di video yang di rumahnya tidak ada kak Leo sama sekali sedari tadi aku perhatikan. Apa mungkin bersembunyi?"


"Tidak mungkin, palingan juga di dalam mobil. Polisi pasti tidak akan mengizinkannya untuk ikut andil dalam penangkapan kepada Amora dan Antonio." Ucap Anggit yang tiba-tiba kepikiran dengan suaminya.


Tapi, tiba-tiba ingatannya kembali dengan rasa sakit hatinya yang sudah dibohongi dan dikhianati selama tujuh tahun lamanya.


Anggit yang mendadak tengah melamun, Kavil langsung menepuk punggungnya.


"Kak Anggit lebih baik pura-pura tidak tahu, dan tidak perlu menghubungi keluarga Hambalan. Biarkan saja mereka menyelesaikannya masalahnya sendiri, Kakak tidak perlu muncul di hadapan mereka. Lebih baik Kakak fokus dengan keputusan yang akan Kakak ambil, lupakan perasaan jika itu yang akan menjadi rasa sakit." Kata Kavil yang tidak ingin kakaknya menjadi dilema dan bingung untuk memberi keputusan mengenai hubungan pernikahannya bersama Leo.


Anggit mengangguk pelan, masih bingung itu sudah pasti.


"Percayalah denganku Kak, semua pasti akan ada titik terangnya. Kakak yang sabar ya, semua masalah semoga segera berlalu. Aku doakan, semoga Kak Anggit mampu Melewati ini semua dan berakhir dengan kelegaan." Ucap Kavil kembali.


Anggit menghela napasnya panjang.

__ADS_1


__ADS_2