
🐇🐇
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..
🐇🐇
Rahardian nampak bahagia bisa berdamai kembali dengan kakaknya, mungkin inilah yang dinamakan *selalu ada hikmah dibalik semua cobaan yang kita alami.* Rahardian tersenyum memandang kearah Adijaya kakaknya dan Cindi kakak iparnya. "kalian memang pasangan yang serasi, aku salut sama hubungan kalian, tidak sepertiku yang harus menikmati masa tuaku sendiri." ucap Rahardian dengan mata yang berkaca kaca..
Adijaya memegang pundak sang adik. " kamu enggak sendirian ada kami yang selalu menjadi keluargamu." ucap Adijaya dengan suara yang lembut.
Rahardian tersenyum ke arah kakaknya. " terima kasih Masa Adi." ucap Rahardian.
Sementara Adijaya dan Rahardian sedang berbincang, Nyonya Cindi pergi kedapur untuk menyiapkan makanan. Kini Nyonya Cindi lebih senang di dapur semenjak Najwa tengah kembali ketengah tengah mereka.
Nyonya Cindi di bantu oleh Asisten rumah tangganya untuk memasak.
"Kita mau masak apa Nyonya." ucap Seorang Asisten yang bernama Ifa.
"Kita masak seafood aja ya Mbk, biar Adiknya Tuan bisa menikmati masakan kita. Ayo kita siapin bantu saya." ucap Nyonya Cindi sembari tersenyun sangat manis.
🐇🐇
Dilain tempat Najwa dan Abee tengah sampai di kediaman Brahmana, Mereka segera naik ke kamar mereka untuk membersihkan diri.
"Sayang kau mandi dulu." ucap Abee sembari merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
"Kamu sajalah sayang duluan aku masih gerah." ucap Najwa dengan suara pelan.
Abee memeluk tubuh Najwa dari belakang, seperti biasa mereka selalu ber ehem ehem ria sebelum ahirnya tumbang bersama.. 😂😂😂
Di keesokan paginya Najwa terbangun lebih dulu karena perutnya terasa tak enak.
Najwa mulai mual mual lagi, (hamil ap masuk angin ya😂😂😂, hanya author yang tahu.)
Abee yang mendengar Najwa muntah muntahpun terbangun. "sayang apa kamu baik baik saja?" ucap Abee sembari menyodorkan segelas airputih.
Najwa masih tak bergeming, rasa mualnya kian memuncak ketika Abee mendekati dirinya..
"Sayang kau menjauh sedikit dong, jangan dekat dekat aku jadi tambah mual." ucap Najwa dengan menutup hidungnya..
Abee bingung di buatnya? "sayang kok kamu gitu? wah jangan gitu dong?" ucap Abee sembari mendekati Najwa kembali.
Najwa semakin ingin mun*ah melihat suaminya mendekat.. (aneh ya).
__ADS_1
Dilain tempat, Roy sedang mwnggendong anak lelakinya, anak Roy dan Maurent di beri nama Bagaskara Devandra. Bayi yang sangat tampan seperti Ayahnya..😂😂😂
Maurent masih terbaring di tempat tidur pasca melahirkan. Hatinya merasa senangbbisa melihat suaminya sebegitu sayangnya dengan buah hati mereka..
"Sayang dede Bagasnya lapar, Kau beri dia a*i dulu ya." ucap Roy sembari meletakan bayinya di dekat Maurent.
Roy mengotak atik ponsenya, Roy menelfon Abee sekedar untuk memberitahu tentang kelahiran Putra pertamanya..
"Halo Assalamualaikum" ucap Abee di ujung telfon sana.
"Waalaikumsalam, Bee anakku sudah lahir." ucap Roy to the point.
Abee sangat senang mendengar anak mereka telah lahir. " wah selamat ya, aku ikut senang mendengarnya." ucap Abee sembari tersenyum.
Abee dan Roy berbincang bincang lama sekali, hingga Abee lupa jika Najwa istrinya lagi kurang enak badan.. " sayang kamu kok telfonan terus." ucap Najwa yang merasakan mual yang teramat hebat..
Abee baru menyadari bahwa Najwa sedang kurang enak badan. "Roy udah dulu ya nanti aku telfon lagi." ucap Abee sembari menutup telfonnya.
Najwa cemberut karwna merasa di cuekin.
"Sayang maaf tadi Roy yang telfon katanya Maurent tengah mela*irkan?" ucap Abee mencoba menjelaskan kepada istrinya.
Dalam hati Najwa ikut merasakan senang, namun dia pura pura ngambek.
Abee semakin bingung melihat tingkah Najwa pagi ini. Jika dia mendekat Najwa pasti akan langsung mual lagi,tapi jika dia diam saja Najwa malah ngambek.
"Sayang udah ya jangan marah terus?" ucap Abee mengiba kepada istrinya..
Abee memegang tangan Najwa, namun Najwa malah terlihat mual lagi bahkan sangat mual.
"sayang kenapa bau badan kamu bikin aku mual sii." ucap Najwa sembari kembali menutup hidungnya..
Abee semakin terheran heran dengan sikap Najwa pagi ini. "sayang aku ini suami kamu, kenapa kamu bilang begitu." protes Abee tak tahu keadaan yang sebenarnya.
Najwa masih bolak balik kamar mandi karena merasa mual yang berlebihan. "sayang kamu dari tadi mual terus apa enggka sebaiknya kita kedokter?" ucap Abee mencemaskan kesehatan Najwa.
"Iya" ucap Najwa dengan pelannya.
🐬🐬
Di lain tempat Cia sudah berada di negri Jerman, dia melanjutkan kuliahnya. Cia merasakan kerinduan terhadap Leon sang mantan kekasih.
" Bang Le Cia kangen." ucap Cia sembari menatap foto Leon di galeri ponselnya..
__ADS_1
Tiba tiba Cia mengingat ketika Leon sedang bersandar di bahu seorang wanita hatinya kembali terasa sakit. Tiba tiba ponselnya berdering.
"Halo sayang" ucap Papi Indra di ujung telfonnya.
"Iya Papi ada apa?"ucap Cia dengan pelan.
"Kamu kenapa sayang?" ucap Papi Indra mencari tahu.
"Cia gak apa apa." ucap Cia dengan pelan.
Papi Indra sejatinya tahu bahwa mungkin anak gadisnya merindukan Leon kekasihnya.
"sayang apa kau merindukan Leon?" ucap Papi Indra mencari tahu.
Cia diam seketika, ketika Papinya menanyakan tentang Leon. "enggak kok Pi, buat apa Cia harus merindukan lelaki yang sudah menyakiti hati Cia." ucap Cia dengan suara yang sendu menahan kesedihan.
Papi Indra menjadi merasa bersalah. Dialah yang berada di balik luka hati anak gadisnya.
"Sayang dengerin Papi, Leon gak salah sayang. Papilah yang salah." ucap Papi Indra menjelaskan.
Cia bingung dengan ucapan Papinya, Apakah pendengarannya rusak.
"Maksud Papi apa? Cia gak paham." ucap Cia kebingungan.
Papi Indra menjelaskan bahwa Leon terpaksa pura pura menghianati Cia, supaya Cia mau kuliah di Jerman, Leon adalah lelaki yang setia dia tak mungkin menghianati Cia begitu saja.
"maafkan Papi sayang, mungkin cara Papi salah." ucap Papi Indra mengakui kesalahannya.
Cia menangis mendengar penuturan sang Papi, dia merasa bersalah karena telah menyakiti hati Leon lelaki yang teramat dia cintai.
"Bang Le maafin Cia." ucap Cia dalam hati.
"Kenapa Papi melakukan ini Pi, kan kasihan Bang Le? Pasti dia sangat kecewa." ucap Cia dengan tersedu sedu.
Papi Indra merasa senang bisa melihat cinta yang sangat besar di antara Leon dan Cia.
"Sayang Papi sudah bicara dengan Leon, dia baik baik saja. Kau hubungilah dia Papi mohon." ucap Sang Papi.
Tanpa permisi Cia langsung menutup telfon Papinya dan mencari kontak Leon kemudian menghubunginya....
🐬🐬
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.
__ADS_1