
💞💞
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading...
💞💞
Sabrina mengajak Leon untuk mengelilingi Mall, tanpa di sadari oleh Leon Cia melihat saat Sabrina dengan manjanya menggandeng tangan Leon. Hati Cia hancur ada rasa kecewa dan sakit yang dia rasakan. "kau tega Bang Le, kamu bilang kamu sibuk inikah kesibukanmu?" ucap Cia tak terasa buliran bening mulai membasahi kedua pipinya..
Cia sengaja mencoba menghubungi Leon kekasihnya..
"Hallo Abang dimana?" ucap Cia berpura pura tidak tahu.
"Iya sayang, aku lagi meeting sama rekan kerja Abee." ucap Leon dengan berbohong.
"Oh lagi meeting ya, Ya udah. Abang nengok kebelakang sebentar." ucap Cia dengan airmata yang tertahan.
Leon mengikuti arahan Cia, Leon menengok ke belakang dan alangkah kagetnya dia ketika melihat Cia ada di belakangnya. Sementara itu tangan Sabrina masih menggandeng Leon dengan mesranya..
"Sayang"ucap Leon lalu dengan cepat melepaskan tangan Sabrina.
__ADS_1
Cia hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Leon.
"sayang tunggu" ucap Leon lalu mengejar Cia.
"Lepaskan tanganku Bang."ucap Cia lalu dia pergi tanpa kata. Hatinya benar benar sakit namun tak berdarah, hancur namun tak terlihat.
Cia berlari tanpa memperdulikan Leon yang terus memanggilnya. Leon merasa bersalah telah berdusta dengan kekasihnya. Leon pergi begitu saja aeorang diri tanpa memperdulikan Sabrina sendirian di mall.
💞💞
Cia benar benar kecewa dengan Leon, Cia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Leon kian khawatir melihat sifat Cia, Leon khawatir jika Cia akan melukai dirinya sendiri.
Leon sangat panik melihat mobil Cia tak dapat dia temukan, dia marah kepada dirinya sendiri,karena dia telah membuat Cia terluka.
"maafkan aku sayang" ucap Leon dalam hatinya.
Leon berulang kali menghubungi Cia namun Cia enggan mengangkat telfonnya dan membuat Leon aemakin frustasi.. (Makanya Le jangan main api jika kau saja takut terbakar.)
Cia pulang dengan keadaan sangat marah, di rumah ada Intan dan Anas yang sedang berbincang mengenai hari pernikahan mereka. Cia pulang dengan wajah pucat menahan amarah. "De kamu kenapa?" ucap Anas yang sangat mengerti betul dengan sikap Cia sedari kecil.
__ADS_1
Cia hanya berpura pura tersenyum untuk menutupi perasaan hatinya. "Cia gak apa apa kok Bang, kak Intan sudah lama?" ucap Cia berbasa basi untuk menutupi perasaannya.
Intan hanya tersenyum, "belum kok De, apa kamu baik baik saja?" ucap Intan pelan.
Cia hanya tersenyum" aku ke kamar dulu ya aku mau istirahat." ucap Cia lalu pergi meninggalkan Anas dan Intan.
Anas dan Intan merasakan hal yang sama, sama sama merasakan keanehan pada sifat Cia.
"Cia ada apa ya Bang, apa dia sedang ada masalah?" ucap Intan dengan penasaran.
"Entahlah Abang juga enggak tahu." ucap Anas dengan wajah yang di tekuk.
Leon menelusuri sepanjang jalanan, Leon menuju rumah Cia, dan Leon merasa senamg ketika melihat mobil Cia telah terparkir di depan rumahnya. "Kamu pasti kecewa sama aku sayang, maafin aku." ucap Leon dalam hati.
Sesampinya dikamar Cia membanting tubuhnya ke atas kasur empuknya, dia menangis sejadi jadinya melepaskan aemua perasaan hatinya. Perasaan sakitnya dan meluapkan kekecewaanya terhadap Leon dengan cara menangis dan menangis..
💘💘
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.
__ADS_1