
Waktu beberapa hari pun sudah dilalui oleh Anggitinasya. Tidak terasa juga jika dirinya sama sekali belum memberi jawaban kepada Dion, lelaki yang sudah melamarnya beberapa hari sebelumnya.
Dion sendiri tidak memaksakan kehendaknya untuk diterima lamarannya, mau bagaimanapun perasaan bukanlah hal paksaan.
"Tuan, yakin nih mau berangkat hari ini?" tanya pak Rudi sekaligus orang kepercayaan keluarganya.
"Ya Pak, saya putuskan untuk berangkat hari ini juga." Jawab Dion sambil mengemasi barang-barangnya yang akan dibawa ke luar negri.
"Terus, bagaimana dengan lamarannya, Tuan?"
Dion pun menghentikan aktivitasnya, dan bangkit dari posisinya yang tengah membereskan bawaan yang akan dibawa ke luar negri. Kemudian, ia tersenyum pada Pak Rudi.
"Saya tidak memaksakan untuk meminta jawaban secepatnya, Pak. Lagi pula saya sadar diri, mungkin Anggit masih mencintai mantan suaminya. Juga, siapa tahu aja ada kesempatan untuk kembali bersama mantan suaminya." Jawab Dion dengan santai, sedikitpun tidak menunjukkan kekesalannya.
"Kasihan sekali nasibnya Tuan, lelaki yang setia dan mempunyai cinta yang tulus, namun diabaikan." Kata Pak Rudi.
Dion hanya tersenyum mengembang mendengarnya.
"Pak Rudi bisa aja. Namanya cinta itu tidak bisa dipaksakan, juga tidak perlu kita menggebu. Sudah lah Pak, saya mau bersiap-siap, takutnya nanti akan ketinggalan jadwal penerbangan." Jawab Dion sambil memeriksa apa yang tertinggal.
Setelah tidak ada lagi yang ketinggalan, Dion mencoba menghubungi Kavil untuk berpamitan.
"Halo Kav, ini aku Dion. Aku mau pamitan berangkat ke luar negri, tepatnya di Amerika. Aku titipkan salam ya untuk kakak kamu si Anggit, jaga diri baik-baik." Ucap Dion yang tanpa basa-basi.
Kavil yang berada di seberang telepon benar-benar sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Dion lewat sambungan telepon.
"Apa Kak! ke luar negri?" tanya Kavil tidak percaya dan seolah seperti sedang dikerjai.
Dion yang mendengar Kavil yang kaget, pun tertawa kecil.
"Mana ada aku mengerjai kamu, aku ini bicara
serius. Aku mau menetap di luar negri, soal beneran atau enggaknya sih, nunggu keputusan aku di sana. Oh ya, titip salam aja ya buat kakak kamu. Maafkan aku yang tidak bisa pamitan, aku gak mau mendengar suaranya yang tiba-tiba kaget." Jawab Dion, sedangkan Kavil benar-benar masih kesulitan untuk mencernanya hingga sambungan telponnya pun terputus.
Kavil yang baru saja menerima panggilan telepon dari Dion, sejenak berpikir.
"Kavil, bengong aja kamunya. Siapa yang menelpon? kedengarannya kamu kek terkejut gitu."
Anggit yang penasaran, pun bertanya pada adiknya.
"Kak Dion yang menelpon ku, Kak. Tadi dia berpamitan mau pergi ke luar negri, katanya sih mau menetap di sana."
"Apa kamu bilang, Dion mau pergi ke luar negri?" tanya Anggit yang juga ikutan terkejut.
Kavil menganggukkan kepalanya.
"Kakak belum memberi jawaban untuk Kak Dion kah?"
Anggit pun ikutan mengangguk.
__ADS_1
"Ya, Kakak belum memberi jawaban untuk dirinya. Entahlah, Kakak gak tahu harus menjawabnya apa." Jawab Anggit sedikit lesu dan tidak bersemangat.
"Aduh Kak, kenapa belum sih? apa iya kalau aku harus negor Kakak terus? enggak kan? gimana sih Kak Anggit."
"Sudahlah Kav, Kakak tidak mau membuatnya kecewa. Kakak takut juga kalau nantinya dia menyesal menikah dengan Kakak." Jawab Anggit yang takut akan mengecewakan.
"Sekarang akan aku antar Kakak ke bandara, kita menyusul Kak Dion, ok. Kalau Kakak memang ingin menerima Kak Dion suaminya Kakak, maka jangan sia-siakan kesempatan ini. Hari ini Kak Dion menuju ke bandara, aku akan mengantarkan Kakak ke bandara sekarang juga."
"Tapi Kav, Kakak takut mengecewakan dia."
"Kalau anggapan Kakak seperti itu, sama saja membohongi perasaan Kakak sendiri. Sudahlah, ayo kita berangkat ke bandara." Ucap Kavil yang langsung menyambar kunci mobil dan menarik paksa tangan kakaknya.
Sedangkan Dion yang tengah dalam perjalanan menuju bandara, perasaannya tidak karuan. Terasa berat untuk meninggalkan banyaknya kenangan, lagi-lagi dirinya harus pergi dengan membawa jawaban kosong dari perempuan yang ia sukai.
Pak Rudi yang melihat bosnya tengah melamun sambil bersandar di jendela kaca mobil, merasa kasihan harus membawa kekecewaan yang kedua kalinya.
"Tuan, kita sudah sampai." Ucap Pak Rudi mengagetkan.
"Sudah sampai ya, Pak?" tanya Dion yang tersadar dari lamunannya.
"Ya, Tuan." Jawab Pak Rudi.
Kemudian, Pak Rudi segera turun dan mengeluarkan barang bawaan majikannya, yakni sebuah koper.
"Dion," panggil seseorang yang tengah mengagetkannya.
Dion yang dikagetkan saat punggungnya ditepuk, langsung menoleh.
"Iya, aku mau ada pertemuan dengan keluarga di Amerika, kamu sendiri mau kemana?"
"Sama, aku juga mau ke Amerika." Kata Dion yang juga sama tujuannya.
"Oh, ke Amerika. Em ... bukannya kamu dan Anggit ada hubungan, gak diajak juga kah?"
Dengan penuh hati-hati, Leo bertanya soal mantan istrinya.
Dion yang mendapat pertanyaan dari Leo, pun tertawa kecil mendengarnya.
"Hubungan apaan? aku dan Anggit tidak ada hubungan apapun, juga lamaran ku sepertinya tidak terima. Mungkin Anggit masih mencintaimu, Tuan Leo. Ya aku akui kalau aku memang menyukainya dari dulu, tapi harapan itupun tipis. Jadi, aku rasa bukanlah aku pemilik hatinya, siapa tahu juga Anggit memang mencintai mu Tuan Leo." Jawab Dion yang akhirnya berterus terang.
Saat itu juga, Anggit yang sudah datang tepat waktu, langsung menggandeng tangan miliknya Dion dan bersandar di lengannya.
"Aku tidak lagi mencintai mantan suamiku, aku akan belajar mencintaimu." Ucap Anggit dengan berani di hadapan mantan suaminya, meski kalimat itu sangat menyakitkan di hadapan Leo. Namun, rasa sakit itu belum seberapa dengan perasaannya yang dulu telah hancur olehnya dengan sebuah pengkhianatan.
Dion yang benar-benar dikagetkan, langsung menoleh.
"Kak-kamu, kapan datangnya?" tanya Dion seperti mimpi saat mendengar kalimat dari Anggit.
"Aku duluan, sampai jumpa." Ucap Leo yang langsung menyambar dan berpamitan.
__ADS_1
"I-iya Tuan." Jawab Dion sedikit terbata-bata.
Saat itu pun, Anggit langsung memeluk erat tubuh Dion dan disaksikan langsung oleh Leo yang diam-diam mengamatinya dari kejauhan tanpa sepengetahuan Anggit dan Dion.
Sakit, sangat sakit ketika melihat mantan istrinya tengah dipertemukan dengan laki-laki lain, bukan dengan dirinya untuk kembali.
Dion yang tengah mendapat pelukan dari Anggit, pelan-pelan merenggangkan pelukannya.
Kemudian, Dion mengernyit.
"Kamu tidak sedang sandiwara di depan mantan suami kamu, 'kan?" tanya Dion yang takut hanya dijadikan alat untuk menutupi perasaannya pada mantan suaminya.
Anggit yang mendapat pertanyaan dari Dion, akhirnya nyengir kuda. Dengan sigap, Anggit langsung mencium pipi kanan miliknya Dion.
"Aku sedang tidak memanfaatkan kamu, tapi ini serius untuk jawabannya. Aku menerima lamaran darimu, serius." Jawab Anggit dan tersenyum lebar pada Dion.
"Beneran? gak lagi bohong? seriusan?" tanya Dion memberondong banyak pertanyaan.
Sebagai bukti jawaban yang akurat, Dion sengaja menge_cup bibir ranum miliknya Anggit.
"Ups! nikahi aku dulu." Ucap Anggit sambil menempelkan jari telunjuknya tepat dibibir miliknya Dion.
"Yakin aku nikahi kamu?" tanya Dion benar-benar ingin mendapat jawaban yang akurat.
"Ya, aku serius, nikahi aku." Jawab Anggit, Dion sendiri langsung memeluknya dengan erat.
"Aku akan menikah ...!" teriak Dion sambil menggendong dan memutarkan beberapa putaran hingga kepala Anggit terasa pening.
"Cie ... yang akhirnya menikah." Ledek Kavil yang baru saja mengagetkan.
TAMAT
Terimakasih untuk readers setia semuanya
... makasih banyak ya ... sudah berkenan mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir.
Pokoknya makasih yang udah setia, yang sudah beri like, beri komentar, beri semangat, hadiah, vote, dan lain-lainnya tidak bisa disebutkan satu per satu diantara kalian semuanya.
Author Anjana ucapkan banyak terimakasih atas kesetiaan kalian semuanya. Love love full untuk readers setia.
untuk bonus partnya, kalau ada waktu yang senggang ya ...
Oh ya, Author ada karya baru nih, ceritanya tidak ada penyiksaan untuk tokoh perempuan ya, ini konfliknya ringan. Tokoh perempuannya seperti biasa author tulis di novel novel lain, sedikit pandai bela diri ya, bukan wanita yang mudah tertindas.
penasaran? yuk kepoin.
Judul karya
JODOHKU PRIA LUMPUH
__ADS_1
LELAKI BAYARAN
yuk kepoin yang mana yang suka