DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 116


__ADS_3

🐬🐬


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..


🐬🐬


Cia masih saja menangis mengingat kebohongan yang Leon lakukan, Cia tak menyangka dia tega menyakiti hatinya. "Bang Le apa salah Cia," ucap Cia di sela sela tangisnya.


Leon berusaha berulang kali untuk menghubungi Cia, namin Cia enggan untuk mengangkat ataupun membalas pesan dari Leon.


Leon semakin frustasi dengan keadaan ini,membuat Leon marah dan nyaris melukai dirinya sendiri.


Leon pergi menuju kediaman Abee, dia bingung harua bagaimana lagi. Niat hati ingin meluapkan keluh kesahnya dan meminta nasehat malah justru ancaman yang Leon dapatkan.


"Kenapa Le kusut banget seperti kain yanglama gak di setrika m, lecek." ucap Abee mencoba menggoda Leon.


Leon masih tetap diam saja tanpa bicara.


"eh aku ngomong dari tadi kok kamu diam saja, apa kamu gak denger?" ucap Abee kesal dengan Leon.


Leon mulai menceritakan masalahnya.


"Cia Bee" ucap Leon dengan menahan kesedihannya.


"Cia kenapa?" ucap Abee panik. Abee berfikir kalau Cia kenapa napa.


"Cia melihat aku berjalan dengan Sabrina, dan dia marah." ucap Leon dengan wajah yang tertunduk.


Mendengar itu emosi Abee langsung meledak.


"jadi kamu mau nyakitin Cia, nyakitin wanita yang sudah seperti adikku sendiri, Kamu berani?" ucap Abee dengan mata yang melotot.


Leon ketakutan melihat tatapan Abee, "bukan begitu maksudku, kamukan tahu jika Sabrna adalah sahabatku dari kecil." ucap Leon mencoba membela diri.


Abee semakin geram di buat oleh Leon, dan Abee paling tidak suka jika mendengar dia menyakiti Cia. "Lantas jika Sabrina itu sahabat kamu, lantas Cia siapa kamu?" ucap Abee pelan namun pasti.


"dia kekasihku, dan dia masa depanku." ucap Leon dengan wajah yang penuh rasa bersalah.


Abee berdiri Lalu pergi meninggalkan Leon begitu saja. Sebelum Abee memasuki kamarnya dia berucap "urus saja masalah pribadimu sendiri, aku enggak ingin ikut campur. Tapi jika sampai kamu menyakiti Cia jangan harapa aku akan memaafkanmu." ucap Abee dengan wajah serius..


Leon semakin frustasi mendengar ancaman dari Abee, karena dia tahu sahabatnya dia selalu serius dengan semua ucapannya..


Leon kembali ke apartemennya dengan membawa kesedihan yang begitu mendalam.


🐬🐬

__ADS_1


Abee memasuki kamarnya dengan kesal. Najwa yang melihat itupun heran di buatnya.


"Sayang kamu kenapa?" ucap Najwa dengan pelan.


"Aku kesal dengan Leon sayang, tadi dia datang dan mengatakan bahwa Leon kepergok sedang jalan dengan Sabrina." ucap Abee keceplosan.


Najwa pun dibuat kaget dengan nama Sabrina yang suaminya sebutkan. "siapa sabrina?" ucap Najwa dengan suara yang bingung.


Abee pun kaget mendengar Najwa menyebutkan nama Sabrina.


"Maaf sayang Sabrina adalah sahabat Leon waktu kecil, dia juga rekan bisnis kita." ucap Abee dengan hati hati takut Najwa sedih ataupun cemburu..


Najwa masih menimbang ucapan Abee suaminya.


"Baiklah." ucap Najwa lalu memasukan tubuhnya kedalam selimut.


Abewpun merasa lega dan menyusul istrinya memasuki selimut yang sama.


"Sayang kangen" ucap Abee berbisik di telinga Najwa.


Najwa tak menjawab dia pura pura tertidur.


"sayang,, lihat ini Abee juniornya minta di belai." ucap Abee sembari memeluk Najwa dari belakang.


Najwa masih sengaja tak merespon suaminya, dia sedikit cemburu ketika Abee menyebutkan nama wanita lain di depannya.


Najwa masih terus pura pura tertidur, hingga pada suatu titik Abee terus men*umbuinya hingga Najwapun tergoda dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi. 😂😂😂


Setelah selesai Najwa dan Abee tertidur dengan pulasnya hingga pagi menjelang...


🐬🐬


Di pagi harinya Leon tidak masuk kerja, dia sakit.


Abee menghubungi Cia mengatakan bahwa Leon sakit, itu agar Cia mau meneman Leon di apartemen milik Leon.


"Cia Leon sakit, coba kamu lihat dia apa kamu enggak kasihan. kemarin semuanya hanya salah paham." tulis pesan yqng Abee kirimkan untuk Cia sepupunya.


Cia menerima pesan dari Abee, Cia langsung berlari menuju mobilnya kemudian melajukan mobilnya kearah apartemen Cia. tanpa diduga tanpa di sangka Cia harus menyaksikan Leon dengan Sabrina di apartemennya..


"Bang Le, kamu benar benar tega." ucap Cia ketika melihat Leon lelaki yang teramat dia cintai sedang bersandar di bahu seorang wanita.


Sepontan Leon langsung bangkit dan mengejar Cia untuk menjelaskan. "Cia dengarkan Abang ini tidak seperti yang kau lihat." ucap Leon mencoba menjelaskan.


"lepaskan tanganku, jauhkan tangan kotormu dari tubuhku." ucap Cia dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


Sepontan Leon kaget dengan amarah yang Cia miliki. Selama ini Cia terlihat sebagai gadis yang selalu ceria dan pendiam, tapi disaat dia marah.


"Cia sayang maafin aku."ucap Leon masih terus berusaha menjelaskan kepada Cia.


"Kita putus" ucap Cia dengan berderai airmata.


Leon yang mendengar kata putuspun langsung lemas dibuatnya, dia tidak pernah menyangka jika Cia akan semarah ini.


"Aku enggak mau Sayang, Aku mencintaimu sayang aku mohon."ucap Leon berulang kali.


Cia tak memperdulikan ucapan Leon, Hati Cia terlalu sakit untuk menyaksikan kekasihnya sedang dalam zona nyaman pada pundak wanita lain. Cia berlari menuju parkiran dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.


Setelah Cia pergi tubuh Leon serasa lemas tanpa tulang, hatinya ikut sakit melihat kekasihnya terluka..


"Le maafin aku,"ucap Sabrina sembari memegang pundak Leon.


"pergilah dan aku mohon jangan temui aku lagi, aku enggak mau karenamu aku harus kehilangan wanita yang sangat aku cintai. Aku enggak mau." ucap Leon lalu masuk kedalam apartemennya..


Sabrina hanya menatap Leon dengan tatapan penuh kebencian. "ini baru dimulai" ucap Sabrina sembari tertawa lepas, lalu pergi meninggalkan apartemen Leon.


Leon sangat sedih, berulang kali Leon berusaha untuk menghubungi Cia namun pangilannya aelalu ditolak, bahkan nomer Leon masuk dalam list blokir milik Cia.


Leon benar benar hancur, di satu sisi Leon sangat mencintai Cia dan dia tidak akan rela jika harus kehilangan wanita yang mengenalkannya dengan cinta..


🐬🐬


Keesokan paginya Leon bertandang ke rumah Cia untuk meminta maaf.


"assalamualaikum" ucap Leon sembari mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam"ucap Art yang bekerja di sana.


"maaf Non Cia 'nya ada?" ucap Leon dengan sopan.


"Iya Mas Leon mari silahkan masuk?" ucap sang Art yang kebetulan sangat mengenal Leon.


Setelah Leon duduk, Leon kembali menanyakan keberadaan Cia.


"oh iya Bi, Non Cia dimana?" ucap Leon tak sabar.


"Non Cia dari semalam enggak pulang Bang, Tuan Anas juga sedang mencarinya." ucap sang Art dengan bersungguh sungguh.


Hati Leon langsung hancur mendengar Cia belum pulang sejak semalam. Kepanikanpun mulai menghantui batin Leon. "Cia kamu dimana?" ucap Leon dalam hati...


🐬🐬

__ADS_1


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...


__ADS_2