
🐬🐬
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..
🐬🐬
Leon semakin frustasi mencari keberadaan Cia kekasihnya. "sayang kau dimana? ini semua cuma salah paham. Aku enggak mau pisah sama kamu.."ucap Leon sembari terus berusaha mencari Cia.
Leon sangat panik dan juga sangat khawatir dengan kondisi Cia, Leon juga tahu Cia pergi dalam keadaan marah..
Leon hari ini tak perduli tentang kerjaan, yang di fikirkannya hanyalah dimana Cia berada.
"Cia kenapa handphonemu juga mati si huuuuuahhhh." ucap Leon sembari meluapkan amarahnya..
Sejak semalaman Cia hanya duduk di atap rumah sakit, ditempat dimana Leon mengutarakan isi hatinya. Cia tersenyum dikala mengingat waktu itu, dan dia juga menangis dikala mengingat Leon sedang bersandar dibahu wanita lain..
Cia sengaja meninggalkan mobilnya entah dimana. Cia sangat terluka, hati Cia benar benar sakit. "kenapa kau sejahat ini denganku Bang Le, kenapa." ucap Cia berulang kali sembari meluapkan emosinya..
Tubuh Cia terasa lemas karena semenjak kemarin Cia enggan untuk makan. Namun rasa sakit yang dia rasakan mampu mengalahkan segalanya..
Cia merenungi semua yang telah terjadi, Cia ingin pergi sejauh jauhnya untuk melupakan cinta pertamanya Leon.
Cia memutuskan untuk ke Jerman, disana Cia akan meneruskan kuliahnya.. Cia ingin meninggalkan Indonesia dan akan menetap di Jerman dengan waktu yang sangat lama.
__ADS_1
Cia mengambil handphonenya dan melihat ada ratusan panggilan masuk dari Leon dan Kakaknya Anas, Cia tahu Kakaknya pasti sangat cemas memikirkannya. Namun rasa sakit yang dia rasakan enggak mungkin dia bagi dengan orang lain..
🐬🐬
Abee mencoba untuk menghubungi Leon namun tak ada jawaban. "kamu dimana si Le?" ucap Abee dengan sedikit kesal.
Sementara Leon masih mengelilingi jalanan untuk mencari Cia. Leon benar benar merasa sangat sedih dengan semua ini. Jika saja dia tak berbohong tentu semuanya akan tetap baik baik saja.
"Penyesalan akan selalu datang ketika kita telah benar benar kehilangan orang yang kita sayang."
"Jangan menunggu kehilangan kamu baru akan menyadari betapa dia sangat berharga untukmu*."
Leon benar benar frustasi, bahkan sejak kemarin dia pun enggan untuk makan yang ada dalam hati dan fikirannya hanyalab Cia Cia dan Cia.
🐬🐬
Cia memutkan untuk pulang kerumahnya karena Papi dan Maminya sedang berada di Inggris jadi mereka hanya berdua dirumah.
"Assalamualaikum" ucap Cia sembari memaauki rumahnya.
Anas dan Intan yang melihat Cia pulangpun langsung melihat Cia.
"Waalaikumsalam" ucap Anas dan Intan bebarengan.
__ADS_1
Anas melihat Cia dengan tatapan mengintrimidasi karena semalaman Cia enghak pulang dan ketika pulang dalam keadaan pucat..
"Kamu kenapa? apa kamu sakit?" ucap Anas sembari memegang kening adik kesayangannya.
Cia hanya menggeleng. "kak Cia kekamar dulu ya." ucap Cia aembari pergi menuju kamarnya.
Anas begitu khawatir dengan kondisi Cia, Anas meminta Intan untuk menemaninya.
"Sayang bisa minta tolong temani Cia?" ucap Anas dengan wajah yang begitu sulit diungkapkan dengan kata kata.
Intan mengangguk dan menyusul Cia kekamarnya.
Intan mengetuk pintu kamar Cia, tak lama kemudian Cia keluar dan langsung memeluk Intan calon kakak iparnya..
"Kakak hati Cia sakit." ucap Cia de sela sela tangisnya.
Intan merasa bingung dan menyuruh Cia untuk tenang, kemudian Intan meminta Cia untuk menjelaskan semuanya..
Setelah Cia tenang, Cian mulai cerita dengan Intan, hati intan ikut sakit mendengar ucapan Cia, Intan memeluk Cia dengan sangat erat dan mengatakan "kamu yang sabar ya semua akan baik baik saja." ucap Intan sembari menenangkan Cia..
🐬🐬
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.
__ADS_1