DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
Ikrar Cinta 01


__ADS_3

Aku Gisel Humairah Brahmana kata orang aku cantik, secantik Bundaku Najwa..


Aku adalah anak pertama dari pasangan Abee dan Najwa sedangkan aku punya seorang adik laki laki yang bernama Edward Gustav Brahmana.


tok.... tok.... tok...


Suara ketukan pintu terasa menggema di telinga Huma. "Huma bangun kamu harus je sekolah?" ucap Bunda Najwa yang dengan kesabarannya selalu membangunkan Huma setiap pagi..


"Sayang kenapa kamu selalu berteriak?" ucap Ayah Abee mengagetkan Bunda Najwa..


"Ayah, kamu si selalu memanjakan Huma, lihat jam segini dia belum bangun juga." ucap Najwa dengan sedikit kesal..


Abee hanya tersenyum melihat sang istri marah marah.. "sayang jangan kebanyakan marah nanti kemu tambah tua loh." ucap Abee dengan menggoda sang istri..


Najwa yang mendengar itupun hanya tertawa.


..."Kamu ini ya, lihat anak kita sudah gadis tapi kamu masih suka merayu." ucap Najwa dengan tersenyum....


..."Merayu istri sendiri kan dapat pahala sayang, kecuali kalau aku merayu istri orang baru itu." ucap Abee sembari tertawa geli....


Najwa selalu tersipu setiap kali kena rayuan sang suami. Huma yang mendengar pembicaraan orang tuanya pun langsung bangun dan mandi...

__ADS_1


Secepat kilat Huma telah bersiap untuk berangkat kuliah..


"Pagi Bunda... Pagi Ayah.." ucap Huma dengan tersenyum..


"Anak Ayah udah bangun, tu Bunda lihatkan." ucap Abee dengan tersenyum.


Najwa hanya melotot memandang ke arah Abee.


"Udah ya Ayah sama Bunda jangan berantem lagi. Sebaiknya kita sarapan." ucap Huma dengan tersenyum..


Abee, Najwa dan Huma turun menemui Oma dan Opa Danu beserta Edward yang tengah menunggu mereka di meja makan.


"Selamat pagi Oma, selamat pagi Opa Wah opa makin ganteng saja ini." ucap Huma dengan tersenyum.


Semua orang menjadi tertawa termasuk Edward yang masih berusia 10 tahun..


"Sudah sudah ayo kita sarapan, biarkan saja kalau nanti Opa berani mencari Oma lain lagi nanti Oma hukum." ucap Oma sedikit jengkel..


"Udah tua jangan cemberut nanti keriputnya bertambah." ucap Opa Danu membuat pipi Oma memerah.


Abee dan Najwa hanya saling pandang.

__ADS_1


"Sudah Ayah dan Bunda jangan bertengkar terus lihat itu cucunya saja sudah segede itu." ucap Abee dengan tertawa.


Ketika sedang bercanda gurau, dari arah depan Keluarga Willy datang untuk berkunjung..


"Assalamu'alaikum" ucap Cerry dan Willy secara bersamaan.


Semua orang memandang ke arah sumber suara.


"Waalaikumsalam" ucap Semua orang secara serentak.


"Tante Cerry, Om Willy" ucap Huma sembari mencium tangan keduanya secara bergantian.


"Sayang kamu tambah cantik saja, wah kamu enggak berangkat kuliah?" ucap Tante Cerry dengan lembut...


"Sebentar lagi Tan, ini lagi sarapan dulu. Oh ya mana Bryan? ucap Huma sembari tersenyum.


Semuanya hanya memperhatikan Cerry dan Huma yang memang masih terlihat seperti kakak dan Adik.


"Will, Bryan gak ikut?" ucap Abee menanyakan sang sepupu.


"Ada tadi lagi memalkirkan mobil." ucap Willy dengan tersenyum..

__ADS_1


Semenjak Willy dan Cerry menikah memang mereka tinggal terpisah namun di setiap lahir pekan mereka selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke kediaman sang orang tua.


Bunda Danu hanya tersenyum bahagia karena bisa melihat kebahagiaan yang sangat berarti pada usia tuanya yaitu kebersamaan dengan anak anaknya..


__ADS_2