DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 87


__ADS_3

🐲🐲


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih.. Jangan lupa baca juga karya saya yang baru yang berjudul "Aku bukan wanita penggoda dan Sandaran Hati..


Happy Reading...


🌺🌺


Najwa berada di tengah tengah tamu undangan. Ketika itu Nyonya Cindi memanggilnya.


"Dokter Najwa selamat ya atas peresmian AN hospital." ucap Nyonya Cindi sembari memeluk Najwa.


Hati Najwa sangat bahagia bercampur haru takkala Ibu Kandungnya memeluknya seperti itu.


"Terima kasih Nyonya" ucap Najwa.


Tak terasa ada buliran bening mengalir membasahi kedua pipi Najwa


Abee yang memperhatikan istrinya ikut terharu, ikut merasakan bagaimana perasaan istrinya saat ini. "Bersabarlah sayang, tunggu sampai aku mengetahui siapa yang dulu hendak mencelakaimu, dan aku akan pastikan kau akan mendapatkan kebahagiaan yang kau lewatkan bersama orang tuamu." ucap Abee dalam hatinya.


Najwa mengusap airmatanya, Nyonya Cindi yang menyadari kesedihan Najwapun bertanya.


"Dokter baik baik saja" ucap Nyonya Cindi sembari membelai kepala Najwa.


Najwa mencoba untuk tersenyum, dan menghapus airmatanya. "saya baik baik saja Nyonya, saya hanya merindukan Ibu saya." ucap Najwa sembari memberikan senyuman.


Nyonya Cindi kembali memeluk Najwa dengan sangat erat,." kamu boleh memanggilku Bunda" ucap Nyonya Cindi dengan sesekali mencium pucuk kepala Najwa.


Najwa merasakan kebahagiaan yang di tunggu selama bertahun tahun disaat dia merindukan sosok seorang Ibu. Kini tanpa di sadari Tuhan telah memberikan jalan untuk mengembalikan Najwa ketengah tengah orang tua yang sangat mengasihinya..


"Bunda" ucap Najwa pelan. Airmata Najwa kembali menwtea takkala pelukan hangat Nyonya Cindi menembus hingga kedalam hatinya. Terima kasih Bunda. ucap Najwa kemudian.


πŸ‚πŸ‚


Abee masih asik berbincang dengan Tuan Adijaya, kini Abee merasa agak canggung karena Abee kini berbicara dengan Ayah mertuanya. "Bagaimana kabar Anda Tuan Adi?" ucap Abee. Ingin sekali rasanya Abee memanggil Tuan Adijaya dengan sebutan Ayah..


Tuan Adijaya hanya tersenyum memandangi wajah Abee, entah firasat atau apa. Tuan Adijaya membayangkan jika Abee menjadi menantunya, Dua perusahaan besar menyatu pasti akan semakin di segani banyak pembisnis lainnya.


"Tuan Adi" ucap Abee mengejutkan lamunan Tuan Adijaya.


Tuan Adijaya hanya tersenyum. "Maafkan saya Tuan Abee, saya sesang membayangkan jika anda menjadi menantu saya, dan dua perusahan kita menyatu pasti semua orang akan takut dengan kita." ucap Tuan Adijaya sembari tertawa.


Abee juga ikut tertawa mendengar ucapan Tuan Adijaya. "itulah kenyataannya Ayah, maafkan Abee yang belum bisa jujur kalau Najwa adalah Caca." ucap Abee dalam hati.

__ADS_1


Tuan Adijaya dan Abee berpisah, karena Abee harus menemui banyak tamu, disana Abee melihat Najwa lengkeyt dengan Nyonya Cindi.


πŸ‚πŸ‚


Ketika sedang melamun Abee dikejutkan oleh Leon sang asisten yang selalu maskulin..


"Bengong saja kau Bee" ucap Leon yang membuat Abee menoleh kebelakang.


"Gi*a kamu kebiasaan, bisanya ngagetin saja." ucap Abee ketuss.


"Sorry Bos" ucap Leon sembari garuk garuk kepala yang tak gatal.


Leon sedang berbicara dengan Abee, saat itu keluarga Indra Brahmana menghadiri peresmian AN Hospital. Leon terpana dengan kecantikan Cia, Cia memakai dres berwarna hitam membuat aura kecantikannya terpancar sudah.


Abee yang menyadari bahwa Leon sedang memandangi Cia, dwngan sengaja memanggil Cia. "Cia kesini" ucap Abee dengan sengaja membuat Leon kaget.


Cia yang mendengar dipanggil oleh Abeepun mendekat. "Ada apa Kak Abee? Mana kak Najwa?" ucap Cia dengan senyum tipis di bibirnya.


Leon menelan silvanya karena biaa memandangi Cia sedekat itu.


Ulah iseng Abewpun terjadi. "Cia iniloh Leon dari tadi lihatin Cia terus, takutnya kesambet jadi kakak panggil Cia deh untuk tolongin."ucap Abee sembari tertawa.


Cia dan Leon sama sama menahan malu, tak ada yang berbicara di antara mereka. Abee yang enggan jadi obat nyamukpun berpamitan pergi mencari Najwa..


"Kakak tinggal ya mau cari Kak Najwa." ucap Abee kamu disini saja temani Leon Cia. ucap Abee kemudian.


Wajah Leon berubah memerah, Abee hanya tertawa lalu meninggalkan mereka berdua.


Leon dan Cia sama sama canggung, merwka saling diam.


"Kamu terlihat berbeda malam ini." ucap Leon membuka pembicaraan.


"Apanya yang berbeda?" ucap Cia tak mengerti.


Sejenak mereka hanya saling diam.


"Maaf ya waktu itu aku ingkar janji mau ngajakin kamu jalan, waktu itu Kak Abew memberiku banyak tugas." ucap Leon menjelaskan.


"Iya Bang engak apa apa." ucap Cia yang masih terlihat agak canggung.


"Keluar yuk kita cari angin." ucap Leon mengajak Cia naik ke atas atap Rumah sakit.


Cia hanya mengngguk menandakn setuju.

__ADS_1


Leon dan Cia berjalan beriringan, Abee yang tak sengaja melihat Leon membawa Cia masuk liftvpun mengerti bahwa merwka memerlukan waktu untuk berdua.


"Udah waktunya kamu melepas status jomblo akutmu Le, semangat ungkapkan perasaanmu, aku mendukungmu."Tulis pesan Abee lewat media whatsapp.


🍁🍁


Sesampainya di atas atap Rumah sakit, Leon mengajak Cia menikmati udara sore yang terasa begitu sejuk.


"Enak ya di sini adem." ucap Leon membuka percakapan.


"Iya Bang, bener disini sangat damai." ucap Cia sembari merenggangkan tangannya di tepian atap mirip film titanic.


Tanpa Cia sadari Leon mengambil foto Cia dengan pose yang sangat wow.


"Kok ambilin foto Cia si Bang." ucap Cia yang membuat Leon malu.


"Emang gak boleh ya." ucap Leon dengan cemberut.


Cia hanya tersenyum lalu duduk di sebelah Leon, " boleh saja kok Bang" ucap Cia pelan.


Leon merasa sangat gugup berada di dekat Cia, namun sebisa mungkin Leon mengendalikan dirinya.


"Cia Abang boleh tanya sesuatu?" ucap Leon dengan duduk sembari memeluk kedua lututnya.


Cia merasa bingung. "boleh Bang mau tanya apa?" ucap Cia dengan suara lembut.


"Janji ya Cia jangan marah." ucap Leon lagi.


Cia menangguk menandakan iya.


"Apa Cia sudah memiliki kekasih?" ucap Leon dengan gugup.


Jantung Cia dag dig dug ser mendengar pertanyaan Leon. "belum Bang memang kenapa?" ucap Cia dengan kembut.


"Lelaki yang tempo hari bersamamu di mall itu siapa?" ucap Leon ingin tahu.


"Oh dia Joe sepupu jauh dari Mami." ucap Cia dengan senyuman..


Leon tersenyum lega mendengar penjelasan Cia..


"Cia Abang ingin jujur sama Cia, sebenarnya Abang sudah lama jatuh hati sama Cia, Cia mau enggak menjalin,hubungan dengan Abang. Abang memang enggak ganteng enggak juga kaya tapi Abang tulus menyayangi Cia, gimana Cia mau enggak." ucap Leon dengan menatap Cia dalam dalam...


🍁🍁

__ADS_1


Kira kira di terima atau di tolak ya?? Next


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...


__ADS_2