DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 Extra part 02


__ADS_3

🐬🐬


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Kakaku Ayah dari Anakku" Happy reading.


🐬🐬


Adrian yang baru rencana akan pindah ke An Hospital pun senang dengan suasana Rumah sakit yang begitu hangat. Terlebih lagi bisa bekerja sama dengan semua sahabat sahabatnya yaitu Najwa dan Abee.


"Jangan bengong aja nanti kesambet." ledek Najwa dengan wajah yang dibuat selucu mungkin.


"Siapa yang bengong?" ucap Adrian dengan tersenyum..


Najwa hanya senyum senyum tak jelas..


"oh iya Adrian kapan kamu akan pindah ke sini?" ucap Najwa dengan serius..


"Iya nanti kalau aku sudah siap?" ucap Adrian dengan tertawa..


"Awas aja kamu kalau gak jadi pindah?" ucap Najwa dengan tersenyum..


"Baiklah aku pulang dulu ya?" ucap Adrian dengan berlari kecil meninggalkan Najwa..


Oh ya mana ponsel kamu?" ucap Adrian kemudian.


Najwa hanya mengangkat alisnya, tanpa di suruh Adrian memasukan nomer telfonnya ke dalam kontak milik Najwa.


"Oke nomer kamu juga telah ku simpan, aku pulang dulu." ucap Adrian pelan.


"Baiklah sampai bertemu kembali." ucap Najwa dengan pelan.


Setelah meninggalkan An hospital Adrian pergi ke suatu tempat yaitu di tepian pantai tempat dimana Adrian sering menghabiskan waktu dikala dia teringat dengan Winda sang istri yang telah meninggalkannya..

__ADS_1


Ketika sedang duduk, tiba tiba Adrian melihat seorang wanita cantik yang sedang menangis dan nyaris bunuh diri..


Dengan sigap Adrian menangkap tubuh wanita cantik itu. Ternyata wanita itu pingsan lalu Adrian membopong tubuh wanita cantik itu hingga kerumahnya..


"Sayang siapa yang kau bawa?" ucap mama Yulia dengan wajah yang bingung.


"Entah Ma, tadi aku melihatnya hendak bunuh diri." ucap Adrian dengan pelan..


Disaat malam menjelang, Najwa dan Abee sedang mengajak Humairah bermain, karena kini usia Humairah sudah menginjak 9 bulan.


Pada saat yang bersamaan Najwa mendapatkan telfon dari Dokter Adrian..


"Siapa sayang?" ucap Abee yang kebetulan mendengar dering hp istrinya.


"Dokter Adrian sayang?" ucap Najwa bingung.


"Angkat saja siapa tahu penting?"ucap Abee dengan lembut..


"Assalamualaikum Dokter Adrian ada apa?" ucap Najwa dengan nada sopan.


"Hallo ini Mamanya Adrian, apa ini dengan Dokter Najwa?" ucap Mama Yulia dengan pelan.


"Iya benar Tante, apa ada yang bisa saya bantu?" ucap Najwa dengan lembut.


"Bisa tolong kerumah saya, saya memerlukan bantuan anda?" ucap Mama Yulia.


"Ada apa Tante?" ucap Najwa masih dengan kebingungannya.


"Nanti kalau sudah disini Kamu pasti paham." ucap Mama Yulia lalu menutup telfon nya..


Najwa masih terbingung bingung,

__ADS_1


"Kenapa sayang?" ucap Abee dengan lembut.


"ini sayang Tante Yulia Mamanya Adrian menelfon katanya mereka perlu bantuan?" ucap Najwa masih bingung.


"Oh ya udah kita kesana aku anterin kamu, kamu siapin semua oeralatanmu siapa tahu bisa berguna ?" ucap Abee dengan pelan.


Setelah Najwa mengemasi barang bawaanya kini Abee dan Najwa telah sampai di kediaman Adrian. "Assalamualaikum" ucap Najwa dengan pelan..


Tak lama Adrian keluar membukakan pintu.


"Wa'alaikum salam" ucap Adrian. Kalian Ayo masuk tolongin saya memeriksa seseorang. ucap Adrian kemudian.


Najwa dan Abee berjalan mengikuti Adrian.


"Tolong kamu periksa dia?" ucap Adrian sembari menunjuk wanita cantik yang berada di atas tempat tidur..


"Bukankah jamu juga seorang dokter masa begini juga kamu enggak bisa?" ucap Najwa sembari mulai memeriksa wanita cantik itu..


"Selamat Dokter Adrian istri anda tengah hamil, ini baru three semester pertama, jadi kamu harus jaga dia dengan sangat hati hati." ucap Najwa sembari memberikan beberapa obat penguat kandungan dan vitamin..


"Selamat ya Bro sebentar lagi kamu jadi ayah?" ucap Abee sembari menepuk bahu Adrian..


Adrian hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih..


"Terima kasih Na, Bee." ucap Adrian dengan pelan.


Sepintas Adrian memandang kearah wanita yang sedang terbaring di atas tempat tidur. "Seandainya kamu Winda istriku, pasti aku akan sangat senang mendengar kabar ini " ucap Adrian dalam hati..


Selepas memeriksa Istri Adrian (Padahal bukan istrinya ya, tapi seorang wanita yang malang yang telah dikhianati suaminya) Abee dan Najwa pun berpamitan untuk pulang kerumah mereka...


🐬🐬

__ADS_1


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author,Author minta maaf ya, oh iya dukung juga karya terbaru Author dengan judul "Derita Anak Yang Diabaikan " .Mari saling mendukung.


__ADS_2