
🍂🍂
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..
🌻🌻
Najwa masih bermalas malasan tiduran diatas tempat tidurnya, Najwa disarankan oleh Dokter Riana untuk banyak istirahat di sebabkan karena Najwa pernah mengalami keguguran.
Dengan malas Najwa bangkit dari tempatnya berbaring dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak selang beberapa lama Najwa selesai dengan ritual mandinya, dipilihnya pakaian santai kemudian tueun ke bawah untuk menikmati sarapan menyusul suami tercinta..
"Pagi Ayah Bunda" ucap Najwa sembari meletakan tubuhnya duduk disamping Abee suaminya.
"Kamu udah mandi sayang?" ucap Abee sembari tersenyum.
Najwa hanya mengangguk dan tak menjawab pertanyaan Abee.
Bunda dan Ayah saling tatap dan tersenyum.
"Pagi juga sayangku, kamu cantik sekali." ucap Bunda dengan tersenyum lebar kearah Najwa.
"Bunda sudah cantik mau kemana?" ucap Najwa yang melihat Bundanya sudah terlihat rapi.
Bunda tersenyum. "Sayang kau lupa ya, sebentar lagi kan pernikahan Anas dan Intan akan di gelar, hems kamu lupa ya?" ucap sang Bunda sembari tersenyum.
"Jadi Ayah dan Bunda mau ke rumah Om Indra untuk membantu segala persiapannya." ucap Ayah Danu dengan serius.
"Wah berarti aku bisa bertemu dengan Pak Angga dong. yeeee?" ucap Najwa girang.
Abee menaikan satu alisnya, "siapa itu Pak Angga?" ucap Abee sedikit cemburu.
"siapa ya, kekasihku mungkin." ucap Najwa meledek Abee.
Mata Abee melotot dan langsung berubah raut wajahnya, dia Cemburu..
"Oh uya udah " jawab Abee sembari buru buru menghabiskan sarapannya.
__ADS_1
Najwa tertawa sampai terasa sakit perutnya..
"Sayang itu mah guru Sma aku, dia yang dulu bantu aku masuk universitas dan dia juga Paman Intan satu satunya. Sedangkan Intan adalah anak yatim piatu." ucap Najwa menjelaskan.
Abee merasa malu karena telah cemburu tanpa mengetahui kebenarannya. Alhasil dia pura pura menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal." aku sudah tahu kok." ucap Abee pura pura.
Najwa semakin terbahak mendsngar ucapan Abee suaminya. "Kau tak pandai berdusta sayang." ucap Najwa dengan memegangi perutnya.
Ayah dan Bunda juga ikut tertawa melihat tungkah Anak dan Menantunya..
"Makanya Bee jaga baik baik istrimu ini, dia wanita yang cantik, baik dan jika Ayah belum sama Bunda Ayah juga akan mencintainya.. " ucap Ayah Danu meledek Abee.
Abee melirik Ayahnya dengan tajam."awas aja Ayah jika berani menaruh hati pada istriku." ucap Abee dengan menaikan satu alisnya.
Sontak semua orang tertawa melihat kekonyolan Abee..
Pada siang harinya Bunda Danu dan Ayah Danu bertolak ke rumah Om Indra untuk membantu menyiapkan pernikahan Anas dan Intan. Bunda Danu membelikan beberapa bunga yang cantik. Kemudian di rangkainya dan di susunnya secara berlahan. Bunda Danu memilih mawar putih yang melambangkan kesucian cinta Anas dan Intan, serta bunga mawar merah melambangkan keberanian Anas dalam mendapatkan cinta Intan.
Semuanya di susun secara apik, dan rapih.
Banyak buket bunga yang terpasang di mana mana, dekorasi dengan warna putih menambah indah pemandangan. Semua tangan dengan cepat mempersiapkan semuanya.
"Kak menurutmu buket bunga mawar ini bagus di taruh dimana?" ucap Mami Quet.
Bunda Danu mencoba mengamati setiap ruangan itu, di tunjuknya suatu tempat yang cocok untuk menaruh buket bunga mawar itu tepat di tengah ruangan.
"ditengah lebih bagus kayaknya." ucap Bunda Danu, lalu Mami Quet mengikutinya dan sempurna... 😂😂😂
Semua persiapan hampir selesai, dan setelah itu mereka mulai menyiapkan makanan untuk para tamu undangan. Cia yang baru beberapa bulan di Jerman juga pulang untuk menghadiri pernikahan sang kaka dan bertemu dengan sang pujaan hati..😂😂
Leon telah siap menjemput Cia di bandara. Cia keluar dengan menggunakan baju terusan berwarna merah di tambah dengan postur tubuhnya yang bagus membuat kecantikan Cia kian terpancar. Leon yang melihat Cia keluar langsung di buat menelan silvanya.
"Kamu sungguh cantik sayang." ucap Leon dalam hati.
Kini Cia dan Leon tengah berada di dalam mobil, Leon sesekali melihat kearah Cia.
"Kamu sungguh cantik sayang." ucap Leon dengan tersenyum sangat manis.
__ADS_1
Cia tersipu malu mendengar ucapan Leon kekasihnya, dan Cia juga menatap ke arah Leon.
"Kamu juga terlihag sangat tampan sayang." ucap Cia sembari bergelayut manja di tangan Leon.
"Sayang aku lagi nyetir, jadi jangan gini ya takut kita celaka." ucap Leon penuh kedewasaan.
Cia mengikuti ucapan Leon dan kembali duduk di tempatnya. Tapi tiba tiba Cia menc*um pipi Leon, sontak Leon langsung berbalik menatap Cia.
"Sayang kamu jangan genit genit gitu dong, takutnya Abang lepas kendali gimana?" ucap Leon dengan nada yang halus..
Cia hanya tersenyum dan menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal. "Maaf sayang Cia kan kagen, Kalau Abang mah gak kangen ya dengan Cia." ucap Cia dengan menatap Leon dalam dalam.
"Cia sayang dengerin, Abang juga kangen sama Cia, tapi Cia juga harus tahu kita masih belum menjadi mahram jadi Cia harus bisa menahan diri ya? Nanti tunggu Cia selesai kuliah Abang janji akan langsung melamar Cia. Cia yang sabar ya san belajar yang serius biar cepat lulus. " ucap Leon meyakinkan hati kekasihnya.
Cia tersenyum dia tak menyangka Leon memiliki hati yang begitu besar, "iya sayang maafin Cia ya, Cia janji gak akan kaya gitu lagi. Tapi jika Cia pengin meluk Abang boleh ya." ucap Cia dengan tersenyum.
Tak terasa Cia dan Leon telah sampai di kediaman Orang tua Cia, Cia di sambut hangat oleh Mami Quet dan Bunda Danu yang kebetulan sedang berada di teras memasang dekorasi.
"Selamat datang sayangku." ucap Mami Quet kemudian memeluk tubuh putri kesayangannya itu.
"Halo sayang, gimana di kabar kamu? hemss senang ya di jemput calon? "ucap Bunda Danu menggoda Cia dan Leon.
Leon tersipu malu kemudian memberi salam kepada Bunda Danu dan Mami Quet..
"Assalamualaikum" ucap Leon sembari mencium tangan kedua wanita paruh baya itu.
"Waalaikumsalam Leon"ucap Bunda Danu sembari tersenyum.
Tak lama berselang setelah Cia memasuki Rumahnya, Cia di panggil oleh Papinya.
"Welcome sayang." ucap Papi Indra dengan tersenyum.
"Papi" ucap Cia swmbari mencium tangan Papinya dan juga tangan Ayah Danu.
"Kamu tambah cantik Cia sayang, pantas saja Leon cinta mati sama kamu." ucap Ayah Danu sembari melirik ke arah Leon.
Leon hanya tersipu malu mendengar ucapan Ayah Danu..
__ADS_1
🐬🐬
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.