
ππ
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Kakaku Ayah dari Anakku" Happy reading.
πΈπΈ
Sajak kerinduan.
Di sepi malam hanya bayangmu yang datang menghampiri.
Kegundahan hati ini memikirkanmu kekasih. Sunyi yang berselimut sepi sebagai petanda aku yang sedang merindukanmu.
Kekasih adakah kau tahu betapa aku selalu mencintaimu?
Adakah kau tahu aku selalu merindukanmu dikala kau jauh dari pandanganku.
Pulanglah kekasihku, kerinduan ini seperti rancun yang kian menyiksa.
Jemputlah aku bersamamu kekasihku, agar kita bisa melepas rasa rindu yang kian menggebu.
Leon masih berbincang dengan Cia via telefon, entah? Leon merasakan kerinduan yang teramat berat kepada kekasihnya.
"Sayang, aku mengunjungimu boleh." ucap Leon dengan sangat serius.
Cia hanya tersenyum mendengar ucapan Leon,
__ADS_1
"Jangan sayang. Jauh" ucap Cia sembari tertawa.
Leon hanya diam mendengar tawa dari Cia,
"Oh berati kamu enggak rindu ya sama Abang?" ucap Leon dengan sedikit kesal.
Cia terdiam, Cia tahu jika Leon mungkin tersinggung, " maaf sayang tadi hanya bercanda." ucap Cia dengan sangat hati hati.
Leon tersenyum, "Iya boleh ya sayang, nanti aku bilang deh sam Abee jika kau sedang merindukanku jadi aku harus menemuimu" ucap Leon sembari menggoda kekasih hatinya..
Cia hanya tertawa." kenapa tidak Abang aja yang bilang Abanglah yang sedang merindukanku." ucap Cia dengan nada bercanda.
Leon dan Cia saling tertawa, mereka merasakan bahagia yang mengesankan. Walaupun mereka telah bertunangan namun mereka masih seperti orang yang baru jatuh cinta.
Leon melajukan kendaraannya menuju rumah sang bos yaitu Abee untuk mengambil beberapa dokumen. Leon tertegun dengan penampilan Abee yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong. Di tangannya Leon melihat Abee sedang menggendong Humairah..
"Sing bos, wah Bos aku pindah propesi ya, wah Papa idaman " celoteh Leon dengan masih memperhatikan Abee.
Abee melirik Leon dengan lirikan yang teramat tajam. "Itu berkasnya di atas meja " ucap Abee yang mengerti jika Leon ingin mengambil berkas perusahaan.
Leon teraenyum dan mendekat ke arah Abee.
" Wah Humairah sangat cantik ya seperti Kakak ipar, oh iya kakak ipar dimana?" ucap Leon menayankan keberadaan Najwa.
"Ngapain nyariin istriku, Wah jangan jangan." ucap Abee meledek Leon.
__ADS_1
Leon yang tahu jika Abee sedang mengerjainya pun mengerjai balik " iya boleh dong sesekali menayakan kakak ipar, kalau kakak ipar kan baik gak kaya suaminya." ucap Leon sembari mencium pipi Humairah..
Abee menaikan satu alisnya. " Ah *ialan loe, awas saja berani berkat seperti itu lagi, bonus kamu sama tiket untuk ke Jerman aku batalin semua." ucap Abee dengan nada mengancam.
Sebenarnya Abee telah menyiapkan tiket untukLeon ke Jerman, di samping untuk urusan bisnis juga supaya Leon bisa menemui kekasih hatinya..
Leon kaget mendengar Jerman, Leon seolah tak percaya jika Leon benar benar akan kesana.
" Apa aku enggak salah dengar, " ucap Leon dengan mempertajam pendengarannya..
"Mau enggak" ucap Abee lagi.
"Mau, wah kamu memang bos yang terbaik. Sungguh aku sangat beruntung." ucap Leon sengan tersenyum..
Abee hanya tersenyum dan kembali menggendong buah hatinya. " tadi katanya aku enggak baik?" ucap Abee dengan sedikit pura pura ngambek.
"Maaf bos tadi hanya bercanda saja, kamu adalh bos yang terbaik deh." ucap Leon sembari memegang tangan Abee.
" Jangan pengang tanganku, nanti putriku jatuh." ucap Abee dengan memperkuat pegangannya kepada Humairah.
Leon tersenyum lalu melepaskan pegangan tangannya...
π¬π¬
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung....
__ADS_1