DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 106


__ADS_3

❤❤


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buadt kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih...


Jangan lupa baca karya saya yang baru berjudul "Aku bukan wanita penggoda" terima kasih..


Happg Reading..


💞💞


Roy dengan mengendarai mobilnya menuju ke kediaman Brahmana, Roy sangat mengkhawatirkan Abee sahabatnya..


"Assalamualaikum" ucap Roy sembari mememcet bel di samping pintu..


"Waalaikumsalam" ucap Bi Ijah Art keluarga Brahmana.


Roy bertanya tentang keberadaan Abee.


"Bi, dimana Abee?" ucap Roy dengan tergesa gesa.


"Tuan Abee ada di kamarnya Tuan Roy, apa saya panggilkan? "ucap Bi Ijah.


Belum sempat menjawab Abee tengah muncul di belakang Roy. "Eh Roy aku kira siapa?" ucap Abee dengan suara yang pelan.


"Bee sorry aku baru tahu kalau Kakak ipar kecelakaan,apa dia baik baik saja? Maurent sangat mengkhawatirkannya." ucap Roy.


Abee tersenyum. "Lihatlah sayang banyak yang menyayangimu dan benar benar perduli terhadapmu." ucap Abee dalam hati.

__ADS_1


"Bee aku bicara denganmu kenapa kamu bengong." ucap Roy sembari menepuk pundak Abee sahabatnya...


Abee masih tersenyum dengan liciknya..


"Dia sudah tak apa apa Roy, ayo duduk" ucap Abee sembari berbalik dan menaruh dirinya sendiri di sofa. Kok Maurent gak di ajak?" ucap Abee kemudian.


Roy menghela nafas panjang. "Kamu kan tahu Maurent sedang hamil besar, jadi mana tega aku bawa dia kemana mana?" ucap Roy sembari menyandarkan bahunya di bantalan sofa...


Ketika Abee dan Roy sedang berbincang, Najwa turun dan menemui Roy.


"Hai Roy gimana kabarnya? " ucap Najwa sembari duduk disamping Abee suaminya..


Abee melirik kearah Najwa. "kamu kenapa turun sayang? kan kamu harus istirahat." ucap Abee dengan menggenggam tangan Najwa.


"Aku sudah baik baik saja sayang." ucap Najwa pelan.


"ehhemmm kok aku ngerasa jadi obat nyamuk ya?" ucap Roy sembari melipatkan kedua tangannya.


Abee yang mendengar itupun langsung memandang ke arah Roy. "kamu memang pantasnya menjadi obat nyamuk." ucap Abee dengan nada meledek..


Roy memincingkan satu alisnya. "Kakak ipar gimana keadaannya? maaf aku dan Maurent baru mendengar kabar ini,dia sangat khawatir dan aku juga baru kembali dari luar kota."ucap Roy seraya bertanya kepada Najwa.


Najwa hanya memgembangkan senyumnya.


"Tidak apa apa Roy, bilang saja sama Maurent alu baik baik saja. Hanya saja karena kecelakaan itu kami harus kehilangan calon anak kami." ucap Najwa kembali bersedih.


Roy merasa bersalah, "maafkan aku Kakak ipar?" ucap Roy dengan menundukan wajahnya. Aku yakin secepatnya Kakak ipar akan memiliki bayi yang lucu ka. percayalah kepada kebesaran Allah." ucap Roy kemudian..

__ADS_1


Abee memeluk Najwa dengan erat. "sudah sayang, kamu harus ikhlaskan dia. Benar apa kata Roy kamu pasti akan segera mendapatkan penggantinya." ucap Abee sembari menguatkan Najwa..


Najwa, Roy dan Abee kwmbali berbincang bincang, sementara itu Cerry berpamitan hendak keluar dengan seseorang.. Cerry akan pergi dengan Willy kekasihnya.


"Hai Bang Roy, gimana kabarnya? Cerry senang deh bisa melihat pemandangan ini lagi, pemandangan yang Cerry rindukan sejak lama." ucap Cerry dengan senyum di wajahnya.


Roy tersenyum, sejak lama memang Roy dan Abee tidak pernah sedekat ini. Apa lago semenjak perselisihan mereka. "Iya Cerr, oh iya kamu mau kemana kok udah cantik saja?" ucap Roy dengan tersenyum..


Abeepun melirik ke arah Cerry dan melemparkan pertanyaan yang sama. " kamu mau kemanan? kok sudah secantik ini?" ucap Abee dengan tatapan menyelidiki.


Cerry bingung mau jawab apa? Jika Cerry bilang nau pergi sama Willy pasti Kakaknya akan marah. "Emm Cerry mau pergi sama teman" ucap Cerry dengan gugup.


Roy yang memahami sikap wanitapun berniat meledek Cerry. " Pasti mau pergi sama cowok ya. Udah punya pacar ya sekarang?" ucap Roy menggoda Cerry.


Cerry ketakutan di cecar pertanyaan itu. Kegugupan terlihat di wajah cantuk Cerry.


"Emm enggak kom Bang hanya teman." ucap Cerry dengan gugupnya.


Abeepun mengerti bahwa adiknya kini telah dewasa dan Abee juga mengerti jika mungkin adiknya telah mempunyai kekasih.


"Ya udah sana kalau mau pergi, nanti bawa kekasihmu ke ruamah kakak mau menemuinya. Awas kalau enggak." ucap Abee dengan tersenyum..


Glekkkk bagai di sambar petir. Cerey sungguh kaget mendengarnya. "Iya kak, Cerry pergi dulu." ucap Cerry lalu Cerry lergi meninggalkan rumahnya...


💞💞


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .

__ADS_1


Mari saling mendukung.


__ADS_2