
πΊπΊ
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih
Jangan lupa baca kaya saya yang lain
*Awanita bukan wanita penggoda
*Sandaran hati
*Selepas kau pergi
Happy Reading ya...
ππ
Abee masih mencerna tentang ucapan Mertuanya tentang Rahardian. "maaf jika saya boleh tahu kenapa Tuan Adi dan Tuan Rahardian bisa serenggang ini." ucap Abee memancing Tuan Adijaya untuk jujur.
Tuan Adijaya hanya diam, wajahnya berubah sendu. "Ini karena dulu Adikku mencelakai Anakku." ucap Tuan Adijaya dengan mata yang berkaca kaca..
Mendengar hal itu Abee mengepalkan tangannya, dan berkata dalam hati. " oh jadi ternyata Anda yang smdulu akan mencelakakan Najwa istriku." ucap Abee dalam hati.
"Bagaimana itu bisa terjadi?" ucap Abee kemudian.
Tuan Adijaya pun terpaksa menjelaskan semuanya, entahlah Tuan Adijaya tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap Abee, bahkan dia mempercayakan niat untuk membantu Rahardian lewat tangan Abee.( Sungguh terbuat dari apa hatimu Tuan Adijaya ππ).
Abee bisa mengambil banyak kesimpulan disini, mungkin Rahardian tidak seburuk yang Abee bayangkan, bahkan jika Mertuanya saja percaya bagaimana dia tidak. " baiklah Tuan, saya akan membantu perusahan Rahardian tapi saya juga minta satu hal dari Tuan." ucap Abee dengan serius.
Adijaya tersenyum. "Apa yang kau minta anakku." ucap Adijaya membuat hati Abee merasa senang..
"Aku ingin Anda dan Nyonya Cindi bisa makan malam bersama Saya dan istri saya." ucap Abee sembari mengembangkan senyuman semanis madu.. (Asek ππ)..
Tuan Adijaya hanya tersenyum dan menyetujui permintaan Abee.
__ADS_1
"Baillah kami tidak akan pernah keberatan." ucap Adijaya sembari tersenyum.
πΈπΈ
Dilain tempat Cerry dan Willy hendak pulang ke Indonesia, Karena Cerry tengah libur semester.
Cerry tengah amat merindukan keluarganya, merindukan kakak dan kakak iparnya dan juga Ayah dan Bundanya..
"Kamu sudah siap Baby" ucap Willy kepada Cerry.
"Iya aku sudah siap" ucap Cerry.
Merekapun meninggalkan Apartemen Cerry menuju bandara. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk sampai di Indonesia.
Sesampainya mereka di Indonesia Cerry sudah di jemput oleh Pak Diman, Sopir Keluarga Brahmana.
"Selamat datang Non Cerry" ucap Pak Diman.
"Pak Diman apa kabar?" ucap Cerry..
Willy dan Cerry berpisah di bandara, Cerry pulang dengan Pak Diman sedangkan Willy memilih untuk menggunakan taksi online untuk ke Apartemennya..
Willy kembali teringat dengan Najwa, wanita yang dulu sangat dia cintai, bahkan karena Willy mengejar cinta Najwa Willy rela meninggalkan semua wanitanya..
Willy teringat wajah Najwa lagi dan lagi. "bagaimana kabarmu Na, semoga kamu selalu bahagia ya dengan pernikahanmu. " ucap Willy dalam hati. Ketika sedang melintasi jalanan Willy melihat Najwa sedang berada di pinggir jalan karena mobil yang di tumpanginya mogok..
Willy meminta sopir untuk berhenti. Willy turun dan menyapa Najwa.
"Najwa" ucap Willy.
Najwa sangat kaget melihat Willy berada di depannya, Najwa berfikir kenapa orang orang dari masa lalunya kini mulai datang satu persatu.
"Willyam" ucap Najwa pelan. Sejak kapan kau di Indoneaia bukankah kau sekarang tinggal di Ausy." ucap Najwa dengan gemetar..
__ADS_1
Willy tersenyum ahirnya bisa melihat Najwa, Willy juga memperhatikan perubahan tubuh Najwa, dan Willy tahu jikalau Najwa sesang mengandung..
"Udah berapa bulan usia kandunganmu Na, selamat ya." ucap Willy dengan lembut. Aku baru saja sampai di Indonesia. ucap Willy kemudian.
"memasuki 4 bulan." ucap Najwa dengan pelan.
Willy melihat pancaran yang aneh dari raut Wajah Najwa, " jangan takut Na, aku enghak akan mwncelakaimu. Kamu mau kemana bareng mau?" ucap Willy dengan sopan.
Najwa menggeleng menandakan dia menolak.
"Tidak usah Will, aku tqkut jika suamiku melihatmu dia akan salah paham." ucap Najwa berterus terang..
Willy hanya tersenyum." Najwa Febri Anggreani kamu enggk perlu takut bukankah kita itu teman.?" ucap Willy menyakinkan Najwa.
Ahirnya Najwa pun mengikuti ajakan Willy, Willy mengantar Najwa ke AN hospital.
"Wah keren sekarang kamu sudah menjadi seorang dokter dan punya Rumah sakit sendiri." ucap Willy dengan lembut.
" Ini hadiah dari Suamiku" ucap Najwa dengan menunduk.
Ketika Najwa turun dari taksi yang dia tumpangi dengan Will, Abee melihat hal tersebut..
"Sayang kamu darimana? mana mobil kamu dan siapa dia?" ucap Abee sembari melirik ke arah Willy dengan tatapan tak senang.
Najwa bingung untik memberikan penjelasan kepada suaminya " Emm itu." ucap Najwa terpotong..
"maafkan saya kak, saya Willy saya teman kuliah Najwa dulu. kebetulan sekali tadi saya melihat Najwa di pinggir jalan karena mobilnya mogok, jadi saya mengajak dia untuk bareng. Saya harapa kakak jangan memarahi Najwa." ucap Willy memberikan penjelasan kepada Abee.
Abee berfikir sejenak. "baiklah terima kasih karena anda telah mengantarkan istri saya. " ucap Abee dengan mwnjabat tangan Willy, Saya Abew suami Najwa. ucap Abee kemudian.
Willy hanya tersenyum dan membalas jabatan tangan Abee dan tanpa Abee sadari mungkin kelak Willy akan menjadi adik iparnya...ππ
πΈπΈ
__ADS_1
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...