
🌺🌺
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih...
Baca juga karya saya yang baru ya dgn judul.
*Aku bukan wanita penggoda
*Sandaran Hati
Happy Reading....
🌸🌸
Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi bergantian untuk pemeriksaan kecocokan ginjal dan darah. Tuan Adijaya tak kuasa menahan kesedihannya, di saat benar anaknya masih hidup namun kini anaknya harus berjuang melawan hidup atau matinya sendiri...
"Ayah putri kita" ucap Nyonya Cindi.
Tuan Adijaya hanya mampu terpaku pasrah, Tuan Adijaya merasa bahwa ini sungguh tak adil, di saat mereka tahu jika putri mereka masih hidup namun dengan kondisi antara hidup atau mati..
Abee pun tak kuasa menahan kesedihannya, dia ingin sekali bisa melihat Najwa sembuh dan melalui hari hari mereka bersama lagi.
"Sayang kamu harus kuat yaa, kamu harus bangun jangan tinggalin aku, aku tak bisa tanpamu." ucap Abee di iringi isak tangis yang tertahan..
Dokter Faisal keluar dari rung ICU tempat Najwa di rawat. Dokter Faisal mengatakan bahwa ginjal Tuan dan Nyonyah Cindi tak ada yang cocok dengan Najwa.. Itu membuat tamparan berat untuk Abee dan untuk semua orang yang menyayangi Najwa..
__ADS_1
Nyonya Cindi tak kuasa menahan kesedihannya hingga dia harus jatuh pingsan. Tuan Adijaya mengatakan bahwa siapapun yang bersedia mendonorkan ginjalnya buat putrinya akan mendapatkan semua harta yang dia miliki.
Tuan Adijaya membuat pernyataan di semua media bahwa keluarganya memerlukan donor ginjal, dan siapapun yang bisa membantunya dan memberikan ginjal yang cocok akan di beri imbalan yang sangat besar..
🌸🌸
Rahardian yang melihat itu merasa kasihan sama kakaknya, dan yang membuat dia sangat kaget adalah bahwa ternyata keponakannya itu masih hidup. Lantas yang meninggal bersama Tarjo dan Siti siapa?? Rahardian memutuskan untuk mengunjungi rumah sakit tanpa ada yang tahu. Rahardian melihat Najwa dari balik pintu kamar ICU, entahlah hatinya merasa kasihan melihat keponakannya terkapar antara hidup dan mati.
Hati Rahardian merasa iba melihat Najwa.. Lantas Rahardian menuju ke ruangan Dokter untuk melakukan pemeriksaan..
"Dokter saya mau menjadi pendonor untuk Nona Najwa." ucap Rahardian kepada Dokter Faisal.
"Maaf Bapak siapa?" ucap Dokter Faisal.
Setelah melakukan berbagai tes Dokter menyatakan ginjal Rahardian memiliki kecocokan 100%, hati Rahardian merasa lega mendengar itu.
"Alhamdulillah Pak, ginjal Bapak sangat cocok untuk Najwa." ucap Dokter Faisal.
Rahardian tersenyum senang karena setidaknya ginjalnya bisa buat penebus kesalahan yang pernah dia lakukan dulu.
"Maafin paman Najwa, kamu berhak untuk hidup dan kamu juga masih harus memberikanku Cucu." ucap Rahardian.
Rahardian meminta Dokter Faisal untuk menyembunyikan identitas sang pendonor apapun caranya. Biarlah ini menjadi rahasia untuk dirinya dan Dokter Faisal sendiri.
"Baiklah jika itu yang Bapak inginkan." ucap Dokter Faisal pelan.
__ADS_1
🌿🌿
Sementara itu semua keluarga nasih mencari pendonor ginjal buat Najwa, bahkan Abee histris mengkngat kemungkinan kemungkinan yang tidak dia inginkan.
"Bunda Ayah, Najwa Bun." ucap Abee benar benar terpukul. Apalagi ketika Abee mengingat sang penabrak itu..
Dokter Faisal datang dan membawa kabar baik buat keluarga Adijaya dan kelurga Danuarta, bahwa Najwa telah mendapatkan pendonor yang cocok 100%, sontak semua keluarga mengucap syukur..
Rahardian yang mengamati Kakaknya dari jauhpun tersenyum.
"maafin Dian Kak, inilah saatnya Dian membayar semua yang pernah Dian lakukan dulu. Kakak berhak untuk bahagia dan menikmati masa tua kakak dengan menimang seorang cucu." ucap Rahardian..
Sejujurnya Rahardian selalu dibayangi rasa bersalah kepada kakak yang selalu baik kepadanya bahkan di dalam penjarapun dulu Rahardian merenung. Namun Rahardian terlalu takut untuk mengakui kesalahannya.
🌼🌼
Sementara itu Adrianpun dalam ketakutan, dia tak menyangka menabrak wanita yang teramat dia cintai, hanya karena ingin merebut Najwa justru sekarang Adrianlah yang hampir membunuh Najwa. Wajah Adrian pucat dia berada dalam ketakutan yang teramat sangat..
Adrian ingin melihat Najwa namun itu mustahil.
Adrian menari nari dalam rasa bersalahnya dan Adrian pun merasa bahwa dia telah menjadi seorang pemnunuh..
🌸🌸
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...
__ADS_1