
π»π»
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih...
Jangan lupa baca karya terbaru author yang lain ya..
*Aku bukan wanita penggoda
*Sandaran hati
Happy reading yaa...
πΈπΈ
Najwa masih dalam kondisi kritis, Abee tak kuasa menahan segala kesedihannya. Hatinya hancur dan porak poranda melihat wanita yang sangat dia cintai terkapar tak berdaya..
"Tolong selamatkan istriku, tolong dia cepat." ucap Abee kepada seorang dokter yang bernama Faisal.
Dokter Faisal mengerti tentang perasaan Abee saat ini. "Baiklah Tuan, tuan bantu kami dengan doa ya." ucap Dokter Faisal dengan sangat tegas..
Abee masih lunglai di depan kamar ICU, Leon yang tadinya di telfon oleh Security pun twngah sampai di Rumah sakit. Hatinya ikut sedih melihat kondisi Abee, terlebih lagi kondisi Najwa.
"Kakakmu Le, dia.." ucap Abee sembari menangis memeluk Leon.
Semua orang pun panik, Ayah dan Bunda juga Cerry tengah sampai di rumah sakit. Mereka tak tahan menahan kesedihan.
"Bagaimana putriku" ucap Bunda Danu dengan berurai airmata.
Abee yang masih sangat syok tak dapat berkata apa apa, hanya airmatabyang terus menetes.
"Tante yang sabar ya, dokter belum keluar. Mereka sedang memeriksa kakak ipar." ucap Leon menjelaskan kepada Bunda.
πΌπΌ
__ADS_1
Dokter Faisal keluar dari ruangan ICU, Abee langsung berlari ketika melihat Dokter Faisal keluar dari ruangan..
"Bagaimana keadaan istriku Dok?" ucap Abee dengan wajah yang sangat tegang.
Dengan berat hati Dokter Faisal mengatakan bahwa kondisi Najwa sangat lemah saat ini, dia kritis. Karena Najwa peenah mendonorkan satu ginjalnya dan satu ginjalnyapun tengah rysak maka mau tidak mau Najwa harus bisa mendapatkan donor pengganti.
Dokter Faisal juga menjelaskan bahwa bayi mereka tak dapat di selamatkan. Abee sangat hancur bahkan samapai pingsan mendengar kabar itu. Semua keluarga panik, mereka bingung harus mencari donor ginjal yang cocok kemana??
Airmata Ayah dan Bundapun menetes tanpa henti.
Begitupun dengan airmata Cerry dan Leon, ini kali pertamanya Leon menangis melihat sahabatnya benar benar terpuruk dan berasa di fase tersulit seorang Abeezard..
"Dimana kita bisa mendapatkan donor ginjal yang cocok buat Najwa" ucap Bunda sembari sesegukan..
Ayah hanya mampu terdiam, dia juga bingunh terlebih lagi melihat kondisi Abew yang tengah pingsan.
Tak lama kemudian Abee tersadar, Abee menjerit berharap tadi itu hanyalah mimpi. Abee tak akan sanggup jika harus kehilangan Najwa..
"Bagaiman kondisi Najwa Le." ucap Abee kepada Leon sahabatnya.
"Bee kamu tenang dulu, kata Dokter Najwa memerlukan donor ginjal yang cocok. Karena Ginjal Najwa tengah rusak, dan kita harus menemukan segera. Tapi harus yang benar benar cocok." ucap Leon dengan mata yang sembab.
Otak Abee berputar seperti roda, dia memikirkan cara untuk mencari donor ginjal, Iya orang tua Najwa. "Le temani aku ke tempat Tuan Adijaya." ucap Abee sembari bangkit dari tidurnya.
Leon kaget mendengar nama Tuan Adijaya.
Leon hanya mampu mengikuti segala kemauan Abee bosnya. Tak selang beberapa lama Abee sampai di tempat Tuan Adijaya.
Leon memencet bel dan mengucapkan salam,
"Assalamualaikum" ucap Leon.
"Waalaikumsalam" ucap Nyonya Cindi yang kebetulan sedang berada di rumah.
__ADS_1
Setelah di persilahkan masuk Abee dan Leon suduk di ruang tamu. Tak selang beberapa lama Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi keluar.
"Tuan Abee apa yang membuat anda berkunjung ketempat saya." ucap Tuan Adijaya.
Tuan Adijaya sempat ayok melihat Abee, dibajunya masih berlumuran darah dan kondisinya juga tak terawat..
Tiba tiba Abee bersujud di hadapan Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi..
Sontak Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi sangt kaget. " kenapa Tuan Abee seperti ini,bangunlah?" ucap Tuan Adijaya sembari memegang bahu Abee..
"Ayah Bunda tolonglah Najwa, Najwa memerlukan bantuan kalian." ucap Abee sembari meneteskan airmata.
Sontak Tuan Adijaya dan Nyonya Cindipun kaget dengan ucapan Abee.
"Maksud Tuan Abee bagaimana?" ucap Nyonya Cindi penasaran.
Abee menjelaskan bahwa Najwa memerlukan donor ginjal dan Abee berharap salah satu dari mereka ada yang cocok ginjalnya..
"Bahgaimana mungkin kami akan cocok dengan ginjal Najwa.?" ucap Tuan Adijaya.
Ditengah isak tangis Abee, Abee mengatakan bahwa Najwa adalah Caca Putri Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi.
Sontak Tuan Adijaya dan Nyonya Cindi kaget bahkan Nyonya Cindi sampai jatuh pingsan.
"Bunda" ucap Abee.
Tuan Adijaya masih tak percaya dengan ucapan Abee, bahkan sampai Nyonya Cindi pingsanpun dia tak menyadarinya..
Tak selang beberapa lama Nyonya Cindi dan Tuan Adijaya sedang melakukan pemeriksaan.
Abee masih terduduk dan terdiam di depan kamar ICU Di mana wanita yang teramat dia Cintai sedang berjuang melawan kematiannya...
"Kamu harus kuat sayang, ingat kita masih banyak mempunyai mimpi, kamu harus kuat kamu tidak boleh meninggalkanku." ucap Abee dalam hatinya..
__ADS_1
π»π»
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.....