DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 120


__ADS_3

🌙🌙


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..


🌙🌙


Najwa masih setia mendengarkan ucapan Abee dan Ayahnya. Mereka merencanakan untuk berbisnis bersama?


"Sayang kok kamu diam saja? kenapa?" ucap Abee sedikit mengkhawatirkan Najwa Istrinya.


Najwa tersenyum." Aku itu gak paham tentang bisnis jadi ya udah aku diam saja, setia mendengarkan." ucap Najwa dengan senyum yang mengembang di bibir Najwa.


Adijaya sangat bahagia melihat pancaran kebahagiaan di mata Najwa putrinya ketika dia bersama Suaminya. Adijaya tersenyum dan merasa senang walaupun dia tidak selalu di samping putri tercintanya namun ada sesworang yang lebih menyayangi putrinya melebihi dirinya.


"Ayah kok Ayah diam saja?" ucap Najwa dengan lembut sembari memegang kedua tangan Ayahnya.


"Ayah enggak apa apa sayang, Ayah bahagia melihat kalian bahagia." ucap Adijaya aembari mengembangkan senyuman yang menghiasai pipinya.


Abee tersenyum, karena Ayah mertunanya begitu menyayangi putrinya..


"Ayah bagaimana dengan perusahaan Om Dian?" ucap Najwa tiba tiba.

__ADS_1


Abee heran dengan pertanyaan Najwa istrinya.


"sayang kenapa kau menayakan orang yang ingin menyakitimu, kamu tahukan siapa yang telah menabrakmu dan membuat kita kehilangan calon anak kita?" ucap Abee dengan sedikit kesal..


Najwa diam sejenak untuk mencari alasan yang tepat. Agar perusahan Om nya ada yang membantu. "Sayang bukan begitu maksudku. Walau bagaimanapun dia tetap Om aku, Adik dari Ayah. "ucap Najwa dengan pelan.


Adijaya melihat ada sesuatu yang aneh ketika melihat putrinya berbicara tentang Rahardian.


"Lantas mau kamu apa sayang?" ucap Adijaya dengan suara yang lembut.


Najwa berfikir sejenak menimbang ucapan Ayahnya. "aku ingin Ayah sama kamu membantu perusahan Om Dian." ucap Najwa sembari menatap lekat mata suaminya..


Abee masih tak memahami dengan ucapan Najwa.


Najwa diam dan tiba tiba menangis.


"sayang kamu kenapa?" ucap Abee dengan suara pelan.


Najwa semakin terlihat sedih. Adijaya bingung dengan sikap putrinya itu.


"Sayang kamu kenapa?"ucap Abee pelan.

__ADS_1


"Aku mau kalian memaafkan Om Dian, Najwa kasihan Yah, Om Dian. Om Dian yang tengah memberikan ginjalnya untuk Najwa. Apakah pantas jika kita mengucilkannya sekarang. Dia juga tinggal sendiri Yah." ucap Najwa terbata bata.


Abee dan Adijaya sama kagetnya mendengar penuturan Najwa tentang siapa yang telah memberikan ginjalnya untuk Najwa.


"Sayang kamu enggak lagi bercanda kan?" ucap Aang ayah yang seolah tak percaya.


"Apabyang kau ucapkan itu benar sayang." ucap Abee menimpali ucapan sang Ayah.


Najwa menghapus airmatanya dan mulai menceritakan tentang semuanya. Najwa tak sengaja mengetahuinya ketika dia mengantarkan Om Rahardian ke ruangan Dokter Faisal.


Hati Adijaya terasa sakit, dia tak lernah menyangka jika Adiknya akan melakukan hal itu. Adijaya merasa sangat bersalah.


Abee juga tak pernah menyangka, dan tiba tiba dia tersenyum. "Tenanglah sayang perusahaan Mas yang akan membantu perusahann Om," ucap Abee dengan sangat jelas..


Najwa tersenyum dan memeluk suaminya.


Najwa juga meminta agar Adrian di bebaskan.


Abee mengiyakan keinginan Najwa, tapi untuk membebaskan Adrian itu urusannya dengan hukum. Walaupun Abee memiliki segalanya dia tidak mungkin membeli hukum untuk alasan apapun. Karena yang salah akan tetap salah.


🌙🌙

__ADS_1


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung..


__ADS_2