DERITA SEORANG ISTRI

DERITA SEORANG ISTRI
s2 DSI 113


__ADS_3

💞💞


Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading...


🍂🍂


Najwa tengah sampai Dirumah sakit tempatnya bekerja, di lihatnya kesekitar Najwa tengah mencari seseorang..


"Om Rahardiam"ucap Najwa dengan senyumannya.


Rahardian yang kala itu tengah berjalanpun kaget, kenapa tiba tiba Najwa memanggil dirinya.


Rahardian tersenyum ke arah Najwa ketika melihat Najwa mendekatinya..


"selamat pagi paman, paman telah sarapan?" ucap Najwa dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya..


"belum Bu Dokter."ucap Rahardian dengan sedikit tersenyum.


Najwa mengajak Rahardian ke kantin Rumah sakit, di ajaknya Rahardian untuk makan bersama.


"kita makan bersama Om, kebetulan saya mau ke kantin."ucap Najwa dengan tersenyum.

__ADS_1


Rahardian merasa sedikit senang mendengar ucapan Najwa.


"baiklah Bu Dokter?" ucap Rahardian dengan wajah yang senang...


"jangan panggil Bu Dokter Om, panggil saja Najwa." ucap Najwa dengan lembut dan membawa Om nya ke kantin.


Najwa dan Rahardian berbincang bincang sembari menikmati sarapan pagi mereka, Najwa melihat Rahardian dengan tatapan yang berbeda, walau bagaimanapun dia adalah Adik dari Ayahnya dan dia juga yang telah mendonorkan ginjalnya untukknya.


"Om makan yang banyak ya, biar Om sehat." ucap Najwa dengan lembut.


Rahardian merasa sangat senang di perlakukan dengan sangat baik oleh Najwa. Dia mengingat kembali kejadian dulu dimana dia berniat untukelenyapkan wanita yang berhati malaikat seperti Najwa.


"Terima kasih" ucap Rahardian dengan suara yang pelan nyarus tak terdengar..


🍁🍁


Setelah Najwa pergi, Rahardian menatap langit langit diavtak menyangka jika anak yang dahulu hampir mati di tangannya kini memiliki hati yang teramat baik. "maafkan pamanmu ini Najwa, jika Paman belum bisa jujur tentang siapa paman ini." ucap Rahardian dalam hatinya.


Najwa merasa sedikit senang karena bisa mengajak makan Omnya, walaupun dulu semasa dia kecil dia hendak di sakiti namun Allah masih berbaik hati untuk membiarkan Najwa tetap hidup hingga saat ini.. Najwa hanya ingin menyatukan Ayah dan Omnya kembali.


Setelah jam makan siang Najwa memutuskan untuk mengunjungi Adrian ke dalam tahanan tanpa sepengetahuan Abee suaminya.

__ADS_1


Najwa sengaja mengunjungi Adrian karena biar bagaimanapun Adrian tetaplah sepupunya.


Najwa duduk di ruang tunggu, tak lama kemudian Adrian datang dengan wajah yang pucat.


"Adrian apa kamu sakit?" ucap Najwa dengan lembut.


Adrian hanya menggeleng dan terkejut dengan siapa yang datang.


"Najwa "ucap Adrian pelan.


Najwa hanya tersenyum. "bagaimana kabar kamu, apa kamu baik baik saja?" ucap Najwa dengan menatap Adrian dalam dalam.


Adrian tertunduk dan duduk dilantai sembari mengucapkan kata maaf berulang kali.


"maafkan aku Na, maafkan aku yang telah membuatmu kehilangan anakmu, maafkan aku yang telah tega menabrakmu dan." ucap Adrian dengan muka yang pucat.


Najwa tersenyum dan bangkit dari duduknya kemudian memegang bahu Adrian. "bangunlah jangan seperti ini." ucap Najwa dengan tersenyum.


Adrian tertunduk malu ketika menatap Najwa.


"maafin aku Na, aku bersalah aku akan menebus semua kesalahanku disini." ucap Adrian dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


🍁🍂


Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung..


__ADS_2