
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
*No bully ya men teman yang tak suka skip saja.*
Leon masih tercengang dengan apa yang dia temukan di dalam buku Cia,..
"Kenapa fotoku ada di sini." ucapnya dalam hati.
Dengan cepat Leon kembali ke kampus Cia untuk memberikan bukunya yang tertinggal..
Hati Leon masih terus bertanya tanya, pertama dia menemukan foto dirinya di dalam buku Cia, kedua Leon dapat melihat jelas ketika Cia mengusap airmatanya ketika turun dari mobilnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi." ucapnya dalam hati. Leon sampai di area universitas, Leon sengaja tak menelfon Cia namun sengaja turun untuk mencarinya sendiri.
Leon bertanya kepada mahasiswabdi sana. "maaf kamu tahu dimana Gracia Quett" ucap Leon kepada seorang lelaki yang enggak tahu dia siapa.
Banyak mata menatap ke arah Leon, terutama mata gadis gadis yang centil centil..
Leon merasa tak nyaman di pandangi semua orang, dengan langkah cepat Leon berusaha menemukan Gracia.
Tak selang beberapa saat Leon menemukan Cia sedang duduk di taman Universitas. Cia terlihat murung dan sedih.
__ADS_1
"Cia " ucap Leon dengan lembut.
Cia hanya menoleh, Cia merasa sesang berhalusinasi melihat Leon dikampusnya, pasalnya saat ini Cia sedang memikirkan Leon.
Leon yang merasa di cuekin ahirnya mendekat.
"Hei dipanggil diam saja" ucap Leon sembari teraenyum.
Cia tertegun melihat Leon berada di sampingnya, dan seakan tak percaya bahwa itu nyata.
Leon merasa sedikit bingung dengan tingkah Cia.
"Cia kamu denger Abang enggak si" ucap Leon kesal.
"Ini buku kamu tertinggal di mobil, jadi Abang anterin, Abang mau telfon tapi gak punya kontak kamu." ucap Leon dengan menatap Cia.
Cia hanya tersenyum, "terima kasih maaf merepotkan." ucap Cia dengan senyuman.
"Kamu kenapa? apa kamu sakit?" ucap Leon tak mengerti dengan mood wanita.
Cia hanya menarik nafas panjang. " kamu kapan mau peka si Bang, aku sayang sama Abang tapi Abang enggak pernah ngerti." ucap Cia dalam hati. Enggak ko Bang lupakan saja. ucap Cia kemudian.
__ADS_1
Sesaat Cia dan Leon saling diam, hingga pada ahirnya Cia berpamitan untuk masuk kedalam kelas. " Cia tinggal ya Bang, Cia ada kelas." ucap Cia sembari berdiri.
Ketika hendak pergi Leon menarik tangan Cia hingga Cia hampir jatuh,. "Maafin Abang ya Cia, jika Abang selalu bikin Cia sedih." ucap Leon dengan lirih.
Cia kaget mendengar ucapan Leon, apakah Leon tahu tentang perasaannya? "Enggak kok Bang, Cia baik baik saja."ucap Cia.
Mendengar jawaban Cia, hati Leon terasa sakit. Ternyata bukan karena Leon Cia bersedih dan bodohnya Leon hampir saja mengungkapkan perasaannya. "Maaf kalau begitu, ya udah Abang pergi dulu Abang masih ada kerjaan." ucap Leon lalu pergi meninggalkan Cia yang masih mematung.
Hati Cia terasa begitu sakit melihat Leon pergi begitu saja, Genggaman tangan Leon madih terasa di pergelangan tangan Cia. Airmata Cia kembali tumpah melihat kenyataan bahwa Leon mungkin menganggapnya tak penah ada..
Leon terus mengutuki dirinya sendiri yang tak pernah mempunyai keberanian untuk mengutarakan isi hatinya kepada Cia. "dasar bodoh hampir saja kau keceplosan, mau di taruh dimana mukaku." ucap Leon dalam hati.
Sesampainya di mobil Leon membuka sosial medianya dia melihat lihat postingan Cia di dalam storynya..
*Sempat merasa senang namun pada ahirnya aku kecewa.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜* tulis Cia satu jam yang lalu.
*Sempet berharap namun sudahlah.😫😫😫* tulis Cia lagi 10 menit yang lalu.
Hati Leon merasa sedih membaca postingan itu, dan pada ahirnya Leon tetap bertekad untuk mendapatkan hati Cia.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung..