
aku bukan seorang jenius
aku juga bukan seorang sastrawan
aku hanyalah gadis biasa
yang ingin selalu menjadi diriku sendiri
ingin mendapatkan cintaku
namun sayangnya ada apa dengan kisahku ini?!
"serius monsieur?!"tanya riani
Monsieur menganggukkan kepalanya
"apakah manquer pamela juga ikut?!"tanya riani
Monsieur kembali menganggukkan kepalanya
wajah riani seketika berubah pucat dengan tatapan matanya yang terasa kosong "dia benar benar akan menuntut ku atas pencemaran nama baik" pikir riani
Riani segera bergegas dan mengikuti monsieur ke mobilnya
"hai riani"sapa manquer pamela dengan senyuaman manisnya yang terlihat seperti senyum iblis dimata Riani
Riani hanya menganggukan kepalanya lalu segera duduk disebelah manquer pamela
"apakah kamu sudah membaca kasus dalam lembaran yang saya kirimkan ke Albern?"tanya manquer pamela
Riani menganggukan kepalanya
Manquer pamela tertawa keras "hahaha kenapa hari ini kamu tampak pendiam?bukankah kemaren kamu menyindir saya habis habisan?"ledek manquer pamela
"manquer pamela please jangan laporkan saya atas pencemaran nama baik,saya tidak ingin masuk penjara,adik saya masih menunggu saya dikampung"pinta riani
Manquer pamela terdiam sejenak kemudian kembali tertawa lebih keras dan puas "kenapa bisa kamu berpikiran seperti itu pada saya?Albern bilang kamu adalah anak yang polos namun nyatanya baj*ng*n itu telah menipuku hahahaha"tawa keras manquer pamela
"jadi kenapa manquer mengajak saya ke pengadilan?"tanya riani heran
"bukankah kamu harus menyelesaikan tugas pertama mu?"tanya manquer pamela
__ADS_1
"ja..jadi saya diterima?!"kaget riani
Manquer pamela mengangguk
Riani tersentak bahagia dan memeluk manquer pamela erat "terimakasih manquer terimakasih sudah menerima saya"
"karna saya percaya pada dirimu"ujar manquer pamela
Tiba di meja sidang ditemani seorang wanita cantik yang sudah menanti akan kedatangan manquer pamela dan riani sedari tadi
Riani dan wanita itu segera duduk di kursi yang telah disiapkan
Hakim segera memulai pembukaan sidang nya dan pembacaan argumen
Riani kini tengah berdiri didepan terdakwa kasus pembunuhan berantai keluarga jacknie di jalan avenue quai prancis sebagai pengacaranya
Riani sudah memahami kasus itu dari propasal dan lembaran dokumen yang diberikan Albern padanya
Riani sudah memahami siapa pembunuhan berantai antara 2 tersangka beradik kakak itu hanya dengan proposal yang didapatnya
Riani menjelaskan kembali secara rinci jalan kasus itu pada hakim dan menekankan argumen nya pada lawannya
Sidang berakhir dengan cepat,manquer pamela pun seakan tidak percaya dengan apa yang sudah diliatnya
Kasus pengadilan yang biasanya berhenti ditengah tengah sidang yang sudah di argumen kan sebanyak 10× oleh para pengacara terkenal terselesaikan dengan cepat dan masuk akal oleh Riani yang pengalaman nya dalam dunia hukum secara langsung bahkan sama sekali tidak ada
Riani melangkahkan kakinya mendekati lawannya dalam sidang tadi dan menjabat tangan wanita 40an itu
"siapa namamu?"tanya wanita itu
"saya Riani Putri dari firma hukum confiance"ucap riani
Seketika wanita itu kaget "saya Allena Carlson dari firma hukum Darius senang berkenalan denganmu"ujar wanita yang bernama Allena itu
"anda benar benar dari firma hukum Darius?!"tanya riani dengan wajah yang tampak bahagia
Wanita itu menganggukan kepalanya "apakah dulu kamu ingin memasuki darius?"tanya Allena
Riani menganggukan kepalanya dengan cepat
Allena tersenyum manis kepada riani "Darius memang salah satu firma hukum terbaik di Prancis namun kamu sangat beruntung bisa memasuki firma hukum Confiance,kamu tau?dulu saya sangat ingin berada di firma itu namun sayangnya takdir tidak memilih saya"jelas Allena
__ADS_1
"kenapa anda sampai mau memasuki firma confience?"tanya riani heran
"karna confience adalah firma yang benar benar sesuai dengan namanya"senyum wanita itu dan membalikkan badannya meninggalkan riani
"benar benar sesuai namanya?"gumam riani heran
Riani segera keluar dari ruang sidang dan berjalan ke arah parkir menyusul manquer pamela dan wanita yang membantunya disidang tadi
"apakah sudah selesai mengobrol nya dengan Allena?"tanya manquer pamela
Riani menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam mobil
Wanita yang duduk disebelahr riani selama sidang tadi membuat riani risih karna terus dipertahatikan sedari tadi "a..ada apa?"tanya riani pada wanita itu
Dia tidak menjawab dan hanya terus tersenyum menatap riani
"manquer pamela bisakah saya duduk didepan dan anda disini?"tanya riani meminta untuk menukar posisi duduknya dengan manquer pamela
"hahaha kenapa riani?"tanya manquer pamela
Riani melirik ke arah wanita yang sedari tadi menatap nya itu
Manquer pamela kembali tertawa "hahaha dia memang seperti itu jadi biarkan saja"
Riani hanya menghela nafas pasrah
sesampainya di firma Riani segera masuk menyusul manquer pamela ke ruangannya yang dari pintu masuk hanya lurus kemudian naik tangga karna saat ini lift sedang diperbaiki sedangkan wanita itu belok kiri setelah memasuki ruangan sambil pamit membungkukkan badannya ke arah manquer pamela dan riani
"jadi bagaimana bisa kamu bisa berpikir bahwa pelaku pembunuh berantai itu adalah adiknya bukan kakaknya?"tanya manquer pamela
"hmmm saat membaca kejadian dan melihat foto foto dari setiap pembunuhan itu serta alibi dan kesaksian para tersangka awalnya pada kasus pertama kematian ayah tersangka saya mengira bahwa pembunuh nya adalah kakaknya yaitu klien kita karna hanya dia yang alibinya tidak terbukti jelas dan kasus ke 2 kematian ibu dari tersangka awalnya saya pikir itu hanya sebuah kecelakaan dan ternyata dari diagnosa saya terhadap alibi menurut saya itu memang benar benar hanya kecelaka_"
"kamu serius itu hanya kecelakaan?!"kaget manquer pamela memotong penjelasan riani
Riani menganggukan kepalanya dan kembali menjelaskan "alasan kenapa saya berpikir itu hanya kecelakaan adalah karna pagar dari teras dilantai atas tidak menunjukkan tanda tanda diberi cairan untuk pelapukan dan saat itu kondisinya juga tengah di saat mabuk dan setiap anggota keluarga saat itu berkumpul disatu ruangan yang sama,untuk pembunuhan bibi,paman,dan anak pertama dari keluarga itu saya menjadi sangat yakin bahwa pelaku pembunuhan berantai itu adalah adiknya sendiri anak bungsu dari keluarga jacknie buktinya tertera jelas dari ucapan nya dan aroma tubuh yang dikeluarkan nya sesuai proposal kepolisian itu"jelas riani
"maksudmu aroma bedak bayi itu?bagaimana mungkin aroma bedak bayi bisa menjadi keyakinan untuk kamu bahwa pelaku nya adalah dia?"tanya manquer pamela heran
"tet.. tet.... manquer salah besar itu bukan lah aroma bayi tapi aroma parfum setiap anggota keluarga, karna aroma parfum yang ringan jika tercampur dan terkena basahan air akan terasa seperti bau bedak bayi apalagi parfum mereka terdiri dari rasa yang bahannya hampir sama dengan merk yang berbeda dan jika diuji oleh tim forensik maka aroma itu akan ketahuan jelas saat pakaian disentuhkan"jelas riani
Manquer pamela seakan tidak percaya bahwa aroma bisa menyelesaikan sebuah kasus sulit dengan sedikit barang bukti dan tidak adanya saksi yang pernah diterimanya dan terselesaikan oleh seorang anak magang yang diawal bertemu sudah meledeknya
__ADS_1