ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S2-CHAPTER 14


__ADS_3

Jika bicara tentang tanggungjawab


Maka itu hal yang sulit untuk dipertahankan oleh seseorang yang tak punya prinsip kuat dalam hidupnya


Buktikan lah pada mereka yang mempercayaimu... bahwa kamu bisa menjadi yang terbaik bagi mereka


Bahkan sampai diluar ekspektasi mereka


Terpaan angin pagi itu menepis lembut wajah Riani, Riani merapikan kembali jilbab yang tadi terkena tepisan angin yang kencang. Albern keluar dari pintu dan mengelus lembut kepala Riani.


"Ntar kamu masuk angin loh" ucap Albern.


"Kan ada kamu yang akan merawatku" ucap Riani cuek.


Albern tersenyum mendengar ucapan istirnya itu, Albern melingkarkan tangannya di pinggang Riani "ayo bersiap, sebentar lagi jam kerja" bisik Albern tepat ditelinga Riani.


Riani membalikkan tubuhnya tepat didepan Albern, kini wajah mereka saling bertatapan, Albern tersipu malu mendapati tindakan agresif Riani. Entah kenapa sejak mereka membicarakan tentang perasaan Riani dulu pada Albern, Riani semakin bersikap romantis dan terkadang berinisiatif lebih dulu pada Albern, sampai Albern menjadi malu pada tindakan istrinya itu.


Riani mengirik Albern masuk kembali ke dalam apartemen dan langsung menciumi suaminya itu, Albern membalas lembut ciuman Riani sambil terus melingkarkan tangannya di pinggang Riani.


***


Cast to Aisyah


Aisyah membuka kembali lemari berisi data-data yang disimpan Andi untuk disusunnya lebih rapi, setelah Andi berangkat kerja tadi, Aisyah langsung bergegas membersihkan rumah karena pekerjaan sebagai penerbit tidak terlalu menuntut Aisyah untuk tiap hari datang ke kantor.


Aisyah membaca berkas di kop map Andi yang bertuliskan nama pesantren An-Nur, Aisyah tersenyum membaca kop map itu dan langsung membukanya, melihat apa saja yang dilakukan Andi selama di Pesantren dulu, dan berharap mana tau disana terselip tentang kakaknya yang satu pesantren bersama Andi.


Aisyah semakin tersenyum lebar, melihat map itu hanya berisi foto-foto yang ada di pesantren. Semua foto-foto itu pastinya selalu ada Andi, namun tak sedikit disana ada foto-foto Riani bersama Andi dalam satu organisasi yang sama.

__ADS_1


Kening Aisyah berkerut menatap foto-foto itu, perasaan Aisyah menjadi tak karuan setelah selalu melihat Andi berfoto dengan posisi yang selalu dekat dengan kakaknya.


"Apa yang sebenarnya terjadi dulu?" gumam Aisyah nampak heran sekaligus menghela nafas panjang nya karena tak ingin suuzon.


"Dulu apa?" tanya Andi tiba-tiba.


Aisyah kaget mendengar suara suaminya kembali, padahal tadi Andi sudah berangkat kerja "eh kenapa balik lagi mas?" tanya Aisyah.


"Owh, Assalamualaikum, ada berkas yang tadi ketinggalan" jawab Andi.


"Waalaikumsalam, tunggu ya aku ambil dulu" ucap Aisyah sambil berlari kecil ke ruang kerja Andi.


Andi melirik ke bawah, melihat apa yang baru saja sedang dilakukan istrinya itu, mata Andi melotot tajam melihat kumpulan foto-fotonya bersama teman pesantrennya itu dengan senyum lebar Andi yang mekar mengingat kembali kisah yang terjadi dalam foto-foto itu, namun mata Andi terfokus pada wanita yang ada di foto yang berdiri disampingnya.


Dia adalah Riani, wanita yang dulu sempat dicintai oleh Andi, namun untuk sekarang bagaimana perasaan Andi? entahlah... tidak ada yang tau akan hal itu kecuali Andi sendiri.


"Sudah lama ya... " gumam Andi sambil mengelus lembut foto yang dipengangnya itu dengan jari.


Andi memeriksa bekas itu terlebih dahulu, sebelum ada yang kurang lagi "baiklah, terimakasih dek, Assalamualaikum" pamit Andi sambil mengecup kening Aisyah.


Aisyah tersenyum tipis pada Andi "waalaikumsalam"


Aisyah kembali merapikan dokumen-dokumen beserta foto-foto itu, setelah selesai bebersih Aisyah lanjut ke kamarnya untuk mengambil handphone.


Tangan Aisyah mengetikkan cepat sebuah nama yang sudah dikenal akrab olehnya Kirana, ya Aisyah hendak menghubungi Kirana untuk menanyakan tentang bagaimana hubungan suaminya itu dengan kakaknya.


Bukan karena Aisyah berpikir negatif saat ini, tapi dia hanya ingin merasakan kelegaan dan mendapat kepastian tentang apa yang baru saja diliatnya tadi.


Bahkan ucapan Andi tadi, membuat Aisyah semakin tidak karuan mendengar Andi mengucapkan kata Sudah tidak lama padahal itu bukanlah sesuatu yang perlu ia cemaskan.

__ADS_1


Aisyah menghela nafasnya kembali karena teleponnya tidak kunjung di angkat Kirana.


Aisyah melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 11.20 siang.


"Sebaiknya aku ke kantor saja" gumam Aisyah sambil bergegas kembali ke kamarnya.


Langkah kaki Aisyah sempat terhenti sebelum melangkah kembali ke kamarnya, Aisyah menatap lama kamar Riani, kamar kakaknya yang tak pernah di periksa Aisyah, Aisyah hanya sekedar membersihkan kamar kakaknya itu tanpa membuka-buka barang-barang Riani yang lumayan banyak masih tertinggal di kamar.


Aisyah membuka pintu kamar Riani perlahan, wangi kamar itu masih tercium Samar wangi tubuh Riani, karena dalam bulan ini Riani sempat tidur di kamarnya ini bersama Albern saat kejutan ulang tahun Riani.


Dengan rasa bersalah Aisyah langsung menuju lemari Riani dan membuka bagian bawah lemari yang berisi kumpulan dokumen tidak penting milik Riani yang sengaja ditinggalkannya.


Namun bukan dokumen yang diperiksa oleh Aisyah kini, Aisyah membuka Album tebal milik Riani yang khusus menyimpan foto-foto Riani bersama teman-temannya.


Album yang tebal itu masih nampak bagus karena selalu dirawat dan dijaga baik oleh Riani sedari dulu, entah kenapa Riani malah meninggalkan album itu di Indonesia.


Ada 2 album yang diliat Aisyah, pertama album bewarna hijau yang bertulisan My Family dan kedua Album bewarna biru yang bertulisan Keluargaku Riani sudah menganggap semua teman-temannya juga sebagai keluarga nya sendiri. Hanya saja Riani membedakan album miliknya dalam bahasa yang berbeda walau artian-nya tetap lah sama.


Aisyah mengambil album bewarna biru itu yang bertuliskan Keluargaku, album pertama berisi tanggal yang bertuliskan 21 April 20xx tahun dimana Riani duduk dikelas 3 SMP, foto di album itu adalah foto Riani dengan teman-teman SMP nya saat acara perpisahan sekolah dan foto foto dengan filter hitam putih bersama teman teman kelasnya dan sahabat sahabat kecilnya di sekolah dulu.


Difoto itu Riani masih nampak polos walau sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, berbeda dengan Riani yang sekarang memiliki raut mata yang tajam dan tampilan elegan seperti wanita berkelas tinggi.


Aisyah tersenyum tipis mengingat kembali perubahan kakaknya itu, di lembar album ke 6 bertulisan tanggal 3 Mei 20xx, hari dimana Riani datang di pesantren An-Nur bersama sahabatnya Kirana.


Mata Aisyah terfokus pada lelaki muda yang tidak sengaja terpotret di sudut gerbang sedang tersenyum entah pada siapa. Aisyah memfokuskan kembali matanya melihat foto yang samar itu, tidak salah lagi laki-laki itu adalah Andi.


Aisyah membalik kembali lembaran foto itu yang kini bertuliskan tanggal 30 September 20xx disana juga bertuliskan Hari dimana aku jatuh cinta, Aisyah mengerutkan kembali keningnya dan memperhatikan dengan *****-***** setiap detail foto yang bercaption kan Hari jatuh cinta kakaknya.


"Apa ini!?" kesal Aisyah yang selalu melihat setiap foto yang selalu ada Andi yang tersenyum ceria bersama kakaknya, walau pun diambul tidak ada foto mereka yang hanya berdua, namun foto itu dipenuhi oleh wajah Andi yang tersenyum bersama teman temannya dan disana pun pasti selalu ada Riani.

__ADS_1


Tanpa sadar air mata Aisyah menetes perlahan, Aisyah menutup album itu karena tidak sanggup lagi melihat lanjutannya, Aisyah segera keluar dari kamar Riani dan bergegas untuk ke kantor agar dia bisa melupakan pikirannya sejenak tentang Andi dan Riani.


__ADS_2