ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S3 - Chapter 49 (END)


__ADS_3

1 Bulan kemudian...


Alisya dan Aren sudah berdiri ditengah panasnya bandara kota Paris saat ini. Aren menatap jam tangannya, menunggu kedatangan Sir Jahad, sopir pribadi Firma Confiance.


Dibulan ini mereka sudah resmi menjadi anggota tetap Firma Confiance, setelah satu bulan kemaren bertempur dengan banyaknya tugas kuliah dan masalah percintaan.


Mobil yang sudah tidak asing dimata mereka itu mulai mendekat. Kaca mobil turun perlahan, Sir Jahad melambaikan tangannya dan menyuruh mereka untuk langsung masuk dari pada kepanasan.


"Sudah jalan Pak" ucap Alisya diangguki oleh Sir Jahad dengan penuh senyuman.


Tak butuh waktu lama, mobil terhenti diparkiran apartemen Firma Confiance, selesai meletakkan barang-barang mereka dalam satu kamar yang kuncinya telah dipegang oleh Aren selama di Indonesia. Aren dan Alisya kembali ke parkiran apartemen untuk langsung menuju Firma Confiance.


"Terima kasih Sir!" ucap Alisya dan Aren bersamaan diangguk oleh Sir Jahad.


"Oh hai!" sapa Chloe sambil menyunggingkan senyumannya pada Aren dan Alisya yang baru saja masuk.


"Selamat datang kembali di Perancis" salam pembuka Coty sambil memeluk bergantian Alisya dan Aren.


"Aren dan Alisya langsung masuk ke ruangan ku, pekerjaan kita banyak!" seru Coty memimpin jalan.


Chloe menghela nafasnya melihat semangat pagi ke-3 orang itu.


Di dalam ruangan Coty.


"Baiklah Alisya dan Aren, tugas pertama kalian adalah membantu permasalahan Pembunuhan bapak tua ini pada kemenakannya, kalian harus menyelidiki detail dulu, sebelum memberikan argumen untuk membela keluarga dekat korban.


"2 hari sanggup untuk menyelesaikan nya?" tanya Coty.


Aren dan Alisya melirik alamat tempat kejadian dan tempat tinggal pelaku yang hanya berjarak 7 KM dari firma Confiance.


Aren dan Alisya saling bertatapan dan mengangguk kan kepala mereka masing-masing dengan ekspresi serius.


Perjalanan dan awal untuk penyelesaian kasus pertama mereka sebagai anggota resmi Firma Confiance kini dimulai!

__ADS_1


"Gak nyangka ternyata kasus pertama kita langsung berdua ya Sya" ucap Aren diangguki oleh Alisya.


"Kalau begitu mohon kerja samanya ya Ren" ucap Alisya sambil sama-sama menepuk tangan Aren.


"Coty... kalau begitu saya pamit dulu ya" ucap Manquer Pamela yang mengejutkan Coty tiba-tiba.


"Terima kasih atas bantuannya selama ini Manquer" ucap Coty sambil menundukkan kepalanya.


"Hahaha tidak masalah, terima kasih juga atas kerja samanya Coty. Kalau begitu sampai jumpa!" ucap Manquer Pamela sambil membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan Coty.


"Hai Chloe! selamat bertugas!" seru Manquer Pamela sambil tersenyum lebar pada Chloe.


"Baik Manquer, terima kasih atas kerja samanya!" ucap Chloe sambil menundukkan kepalanya.


1 Minggu setelah banyaknya permintaan dari klien terselesaikan. 3 Anggota baru resmi Firma Confiance telah mendarat di Perancis.


Fatehah Nursila, kelahiran 21 Maret, usia 23 Tahun. Malaysia.


Naomi Anslye, kelahiran 9 Oktober, usia 22 tahun. Inggris.


Tugas pertama mereka sebagai anggota resmi Firma Confiance, kini juga telah dimulai.


Cast back to Riani


Riani meregangkan tubuhnya setelah bangun tidur dan melirik ke sebelah, Albern sudah tidak ada disebelah Riani, dugaan Riani mungkin suaminya dikamar Mandi.


Riani langsung turun dari kasur dan mengetok pintu kamar mandi.


Saat Albern hendak membukakan pintu habis mandi, Riani langsung mual-mual.


"Kenapa sayang?" tanya Albern cemas.


"Gak tau mas, belakangan ini kepala Riani pusing, juga sering mual-mual" jawab Riani.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu mandi dulu, entar kita ke rumah sakit ya!" ujar Albern nampak cemas.


Riani menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan suaminya, Albern.


Beberapa menit kemudian mobil Albern langsung bergerak menuju rumah sakit.


"Dok, tolong cek keadaan istri saya dengan baik!" seru Albern diangguki oleh dokter.


Riani dan dokter memasuki ruangan diikuti oleh Albern yang masih khawatir, dokter itu tersenyum tipis setelah mengecek keadaan Riani.


"Selamat nona dan tuan, kalian akan punya dedek bayi" ucap Dokter sambil tersenyum tipis yang membuat Riani dan Albern tersentak kaget.


-End-


Lah? iya serius udah End kok. Wkwkwk.


Riani udah bahagia, udah hamil juga, permasalahan kekurangan Anggota di Firma Confiance juga udah selesai. Bukan?


Gak bercanda deh. Hahaha.


Tapi Erangan Takdir berakhir sampai disini teman-teman Auhtor semuanya... Terimakasih telah setia menemani Erangan Takdir selama ini. Terima kasih atas support, like, dan komentar membangun dari kalian semua. Tanpa adanya kalian mungkin Auhtor tidak ada sesemangat ini untuk menulis.


Terima kasih semuanya karena telah menemani kisah-kisah Riani dan kawan-kawan selama ini.


Stay Safe semuanya #dirumahsaja jaga diri, jaga keluarga, dan jangan lupa jaga kesehatan. Tetap diam dirumah ya! karena dengan kalian tidak keluar dari rumah, bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang banyak, ambil positifnya hilangin negatifnya!



Jangan lupa juga untuk like dan berikan suaramu dipostingan #Erangan Takdir. Komunitas Online - Proyek Pencarian Suara - Khusus di aplikasi Mangatoon, berikan like dan komentar untuk novel kita ya. Hehe.


Mana tau #Erangan Takdir bisa kita dengar:') Ada dubber dan disuarakan.


Terima kasih sekali lagi, dan sampai jumpa kembali dijudul lain semuanya :3 :')

__ADS_1


__ADS_2