
Riani melangkah masuk ke dalam firma setelah melihat mobil Albern yang pergi menjauh dari pandangannya.
Riani menoleh pada Chloe yang telah fokus pada laptopnya di meja kerjanya, merasakan kehadiran seseorang Chloe langsung menoleh ke arah pintu masuk dan melambaikan tangannya pada Riani.
"Owh kamu sudah kembali Chloe?" tanya Riani berbasa-basi yang langsung diangguki oleh Chloe.
"Madam Drena dan Aimee belum masuk ya? Cammy dan Aren juga belum kelihatan, kamu tau mereka dimana Chloe?" tanya Riani digelengkan oleh Chloe.
"Setelah balik dari Saint Malo aku tidak kembali ke apartemen tapi langsung ke sini" jawab Chloe "Owh mungkin kamu datang terlalu cepat Riani?" tanya Chloe sambil melirik jam yang ada dimejanya.
Sebelum selesai menjawab pertanyaan Chloe, bunyi klakson mobil terdengar jelas dari telinga Chloe dan Riani, mereka langsung melirik 2 mobil yang sudah memasuki gerbang firma.
"Itu mereka!" seru Chloe sambil mengajungkan tunjuknya ke luar.
Riani menghela nafasnya sejenak "baiklah, aku ke ruangan dulu, banyak yang masih harus aku lakukan" jelas Riani sambil melangkah pergi meninggalkan Chloe.
"Eh? bukankah kamu tadi menanyai mereka Riani? mereka sudah datang dan kamu pergi?" tanya Chloe nampak bingung.
Riani tertawa kecil menanggapi pertanyaan Chloe "Hahaha aku hanya penasaran mereka pada dimana setelah selesai bertugas" jawab Riani sambil melanjutkan kembali langkahnya.
Cammy, Aren, Aimee dan madam Drena telah memasuki ruangan, mereka mengambil posisi duduk mereka di meja masing - masing.
"Oh sudah liat kamu aja pagi - pagi ini Chloe" sapa Madam Drena.
"Hai Chloe, sudah lama aku tidak melihatmu" sapa Aimee sambil cipika - cipiki dengan Chloe yang ada disebelahnya.
"Sepertinya aku tadi melihat Riani, apa benar dia sudah datang Chloe?" tanya Cammy sambil mengambil dokumen yang diberikan oleh Aren padanya.
Chloe menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Riani.
"Aren, kamu temui Riani sekarang! jangan lupa katakan betapa hebatnya kita dalam menanggani kasus itu hahaha" seru Cammy sambil tertawa puas.
__ADS_1
Aren mengangguk kepalanya mendengar perintah Cammy, setelah nampak Aren memasuki ruangan Riani, Chloe membuka kembali pembicaraan.
"Jadi dia calon anggota ke-13 firma Confiance?" tanya Chloe pada Cammy.
Cammy tersenyum tipis pada Chole "iya, diluar dari penampilannya itu, ternyata dia gadis yang sangat cerdas dan punya talenta yang luar biasa" puji Cammy.
"Tidak biasanya kamu memuji orang Cammy" ledek Chloe.
"Hahaha tapi dia benar - benar hebat Chloe! lain kali kamu harus menyelesaikan kasus bersamanya, jadi kamu akan tau siapa dia!" seru Cammy lantang sambil kembali pada dokumen yang ada ditangannya.
"Hei Cammy... apakah kamu sedang sakit?" ledek Aimee yang melihat Cammy nampak bahagia dari tadi, tidak seperti Cammy yang dikenalnya yang selalu cuek pada apapun dan suka menyombongkan diri sendiri.
"Kamu meledekku Aimee?" tanya Cammy menatap sinis Aimee.
"Sudah... sudah.... jangan bertengkar disini, aku yang tua ini bisa pusing karena kalian" sahut madam Drena.
"Tidak madam, anda sangat awet muda dan berjiwa muda" ujar Chloe yang membuat satu ruangan tertawa.
"Ada yang ingin kamu tanyakan padaku di luar pekerjaan Aren?" tanya Riani yang menyadari ekspresi wajah Aren.
Aren tersontak kaget mendengar pertanyaan Riani, lalu Aren menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Riani.
Riani tertawa kecil menanggapi Aren "kamu tidak perlu canggung padaku Aren, tapi sebelum kamu menanyakan pertanyaan mu, apa bisa jelaskan bagaimana kasus pertama mu padaku?" tanya Riani kembali diangguki Aren.
Aren mulai memberikan perincian dari penyelidikan sampai penyelesaian kasusnya yang dipantau langsung oleh Cammy.
Riani nampak fokus mendengar penjelasan dari Aren.
Setelah Aren penjelasan Aren selesai, Aren mulai menanyai keadaan Alisya setelah kembali ke Indonesia pada Riani.
"Aku dengar, papa Alisya meninggal? bagaimana keadaan Alisya saat mengetahui hal itu kak?" tanya Aren nampak serius pada Riani.
__ADS_1
Riani menghela nafasnya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Aren. "Apa Alisya tidak menghubungi mu?" tanya Riani.
Aren menggelengkan kepalanya "dia sama sekali tidak menghubungi ku, aku tau mungkin saja kondisi Alisya saat ini sedang tidak baik, oleh karena itu dia butuh sendiri dulu, apalagi setelah kematian papanya, banyak hal yang harus dilakukannya" jawab Aren yang paham betul akan situasi Alisya.
"Kamu selalu berpikir positif ya Ren, berpikir positif itu boleh, tapi terkadang... bisa saja pikiran positif mu itu dimanfaatkan oleh orang lain" jelas Riani sambil tersenyum tipis pada Aren.
"Kamu tenang saja, suasana hati Alisya baik - baik saja, dia tidak berduka untuk waktu yang lama, dan mungkin dia tidak menghubungi mu karena memang banyak hal yang harus diselesaikannya, terlebih papa Alisya juga seorang pengusaha, pasti tambah banyak hal yang menghabiskan waktu Alisya sampai dia lupa dengan sekitarnya, atau mungkin... bisa saja dia melanjutkan pekerjaan papanya dan tidak jadi menandatangani surat resmi masuk firma confiance" jelas Riani sambil tersenyum tipis pada Aren.
Aren tersontak kaget mendengar penjelasan Riani, bukan karena banyaknya kesibukan Alisya yang bisa jadi membuat daya tahan tubuhnya menurun, tapi karena bagian akhir dari kalimat Riani yang mengatakan bahwa bisa saja Alisya tidak jadi masuk sebagai pengacara tetap Firma Confiance.
Aren juga tau betul, bahwa menjadi pengacara hanya salah satu dari sekian puluh cita - cita sahabatnya itu, apalagi selama berteman dengan Alisya, Aren juga tau bahwa Alisya tertarik pada bisnis seperti bidang perusahaan papanya.
"Tapi kamu bisa menanyai langsung hal itu pada Alisya bukan? kamu bisa menanyakan banyak pertanyaan padanya. Bukankah lusa kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya Riani yang masih tersenyum tipis menatap Aren.
Aren menganggukkan kepalanya dan izin pamit pada Riani, sebelum langkah kakinya sampai ke pintu, Aren kembali membalikkan tubuhnya pada Riani "kak... bagaimana jika Alisya benar - benar akan meminta berhenti dari firma Confiance? dan tidak melanjutkan penandatanganan kontrak?" tanya Aren.
Riani tersenyum tipis mendengar pertanyaan Aren "tidak masalah, jika itu memang benar keputusan dan keinginannya, karena kita tidak bisa memaksa kehendak kita sendiri bukan?" tanya balik Riani.
Aren kembali membalikkan tubuhnya dan meneruskan langkahnya keluar.
"Aren! apa kamu menerima ajakan kakak dulu karena ada Alisya?" tanya Riani sebelum Aren kembali menutup pintu.
Aren menggelengkan kepalanya pada Riani. "Itu adalah keinginan ku sendiri kak" jawab Aren sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum pada Riani.
///
Abrielle Aimee
Salah satu anggota firma yang akrab disapa dengan Aimee atau manquer Aimee ini adalah salah seorang anggota yang berbakat dalam debat. Aimee selalu bisa mematahkan pendapat lawannya dalam sidang.
Walau diluar penampilan Aimee seperti wanita yang anggun dan fashionable, tapi tetap saja perilaku Aimee yang biasanya selalu ramah dan suka bercanda ini tak menutupi watak aslinya yang licik dalam berargumen, tapi argumen yang disampaikan Aimee tetaplah sesuai dengan fakta yang ada, dia hanya menanyai lubang hitam dalam argumen lawan bicaranya sehingga argumentasi lawan bicaranya jadi kacau karena dia gugup dan bingung.
__ADS_1