ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S2-CHAPTER 37


__ADS_3

Cast Back to Alisya


Waktu terus berlalu tanpa permisi, hentakan nafas masih terperangah, perut sudah demo untuk minta di isi, Alisya menghela nafasnya sejenak, menatap jalanan yang di lalui oleh berbagai kendaraan di tengah malam itu.


Sebuah warung makan kecil masih terbuka di emperan jalan yang dilalu Alisya kini.


Alisya menatap jam tangannya Aku pikir lebih baik makan dulu Pikirnya sambil melangkah ke warung makan itu.


Sajian nasi goreng malam yang berbeda penampilan dari nasi goreng yang dikenal dekat oleh Alisya, maklum saja karena kini dia tengah berada di benua yang berbeda dari benua tempatnya tinggal selama ini.


Menyuap per sendok nasi dengan campuran sayuran dan daging ayam itu menemani penuh satu hari Alisya, dia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 00.00 sambil memandangi jalanan yang ramai dari balik spanduk warung makan itu.


Setelah selesai menyantap makan malam sekaligus jadi sarapan paginya, Alisya mengambil HP dalam tas yang sedari tadi disandangnya.


Dia menekan dengan cepat layar HP dengan tampilan tombol-tombol berisi huruf dan angka Aku tidak balik ke hotel hari ini ketikan tulisan itu berakhir dan Alisya menyentuh layar dengan huruf Send pada sebuah kontak yang diberinya nama Makhluk Kepo.


Dia langsung menaiki taxi yang muncul di hadapannya menuju sebuah kost-an kecil di kota itu.


***


Violette terbangun dari tidurnya setelah mendengar nada dering ponsel, diliatnya sekeliling yang masih tidak menampakkan orang yang dicarinya.


Violette menatap jam tangan di atas meja yang sudah menunjukkan pukul 00.05 waktu Perancis, dia mengambil HP nya yang berbunyi tadi, penasaran dengan siapa orang yang menghubunginya tengah malam begini.


Di layar HP itu bertulisan Alisya Fitri dan isi pesannya adalah Aku tidak balik ke hotel hari ini Violette membuang nafas panjangnya seraya bergumam pelan "sudah ku duga"


***

__ADS_1


Taxi berhenti di sebuah bangunan yang terdiri dari beberapa pintu dan terdapat 2 lantai, per lantai terdiri atas 5 pintu, bangunannya berbentuk persegi dan adanya pagar yang menjadi pengaman.


Sebuah kost-an kecil khusus wanita mahasiswi di wilayah itu, kost-an itu cukup bersih, lampu luar ruangan semuanya hidup dan memantulkan cahaya lampu dari jalanan.


Di pintu ke-4 lantai 1, Riani mengetok pintu itu perlahan, tak ada sahutan apapun, dia terus mengetok sampai orang di pintu nomor 3 keluar dengan masih menutupi mulutnya karena menguap.


"Cari Geyaa kak?" tanya gadis yang baru keluar dari kamar dengan nomor 3 itu.


Alisya menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan gadis itu.


Gadis tadi kembali menengok ke dalam kamarnya, kepalanya menengadah ke atas begitupun dengan matanya, sepertinya dia tengah menatap jam dinding di kamarnya itu.


Dengan masih berdiri di depan pintu kamarnya, dia tersenyum tipis pada Alisya "sepertinya Geyaa masih di minimarket kak, dia kerja part time shif malam" jelas gadis itu.


"Oh begitu, kalau boleh tau di minimarket mana ya?" tanya Alisya kembali.


"Owh gak jauh dari sini kok kak, di gang depan kakak belok kiri, jalan terus sampai di gang kedua belok kanan, di simpang empat depan cafe Dineo belok ke gang sempit di samping kiri cafe, setelah melewati taman yang ada di belakang, kakak cukup nengok ke depan taman, disana minimarket tempat Geyaa kerja" jelas gadis itu lalu diam sejenak "Hahaha kakak ingat gak? kalo gak biar aku buatkan denahnya deh, soalnya malam gini gak ada yang keluar" ujar nya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidaklah gatal.


"Yakin tuh si kakak ingat?" gumam gadis itu penasaran, lalu kembali menutup pintu kamarnya.


"Cafe Dineo belok kiri, depan taman... oh ini!" seru Alisya setelah melihat minimarket yang terang itu.


Alisya langsung masuk dan bertemu dengan mahasiswi yang dicap sebagai tersangka kasus pembunuhan berantai itu, dia bekerja di bagian kasir, oleh karena itu Alisya langsung bertemu dengannya.


Gadis itu cukup kaget melihat Alisya yang kini ada dihadapannya "mau membahas sesuatu?" tanya gadis itu diangguki dengan senyuman oleh Alisya.


Gadis itu melepas topi khas minimarket yang dikenakannya "kak... bisa aku pulang sekarang? aku ada beberapa urusan dengan kakak ini" ucapnya pada kasir wanita yang ada disebelah gadis itu sambil menunjuk Alisya.

__ADS_1


"Owh ya udah Geyaa, lagian udah jam 2 juga" jawab kakak kasir yang ada disebelah Geyaa.


Geyaa mengangguk sambil beranjak dari meja kasir dan keluar dari minimarket bersama Alisya.


"Apa ada kabar baru kak?" tanya gadis itu.


Alisya menggeleng "ada beberapa hal yang ingin ku bahas dengan mu, bisa kita ke kost-an mu?" tanya Alisya.


"Owh... bilang saja kakak mau menyelidiki barang-barang yang ada di kost-an ku, gak masalah kok kak lagian aku bukan pelaku" jawab Geyaa cuek.


Perjalanan singkat mereka terhenti di depan sebuah kost-an, Geyaa diiringi oleh Alisya melangkah masuk ke halaman depan kost-an.


Gadis di kamar nomor 3 tadi tersentak kaget melihat Alisya dari balik jendela kamarnya "wah dia beneran inget ternyata" gumam gadis itu sambil kembali fokus pada laptopnya.


"Omong-omong kak, dari mana kakak tau aku part time di minimarket? dokumen tentang tentang diriku tak akan memuat akan hal itu, karena aku baru bekerja kemaren" tanya Geyaa.


"Oh itu tadi tetangga sebelah yang bilang, saat aku mengetuk pintu kamar mu, gadis yang di kamar nomor 3 yang keluar dan mengatakan padaku bahwa kamu kerja part time di minimarket" jelas Alisya diangguki oleh Geyaa.


Ruangan itu cukup berantakan untuk seorang mahasiswi jurusan psikologis yang juga ambil shif kerja part time, berbeda dari penampilannya yang rapi ternyata kamar gadis ini sangatlah berantakan, seperti kamar yang tidak layak untuk dihuni.


Sampah makanan plastik bertebaran dimana-mana, kertas berserakan di setiap sudut, buku-buku yang tebalnya melebih kamus 3 bahasa bergelayakan dimana-mana.


"Maaf kamarku sedikit berantakan kak" ucapnya gadis itu pelan sambil membuka pendingin yang ada di kost-annya.


Apa!? sedikit berantakan?! apa dia gila! Bathin Alisya kesal Walau aku tinggal di gubuk terbengkalai aja, namun tetap lebih bersih dan layak dihuni dari pada kamar sampah ini! Bathin Alisya yang masih kesal.


"Aku cuman ada bir kak, ini tinggal jus orange satu-satunya, soalnya aku pikir gak akan pernah lagi kedatangan tamu, jadi gak beli minuman selain bir lagi" ucap Geyaa dengan suaranya yang tiba-tiba terdengar lirih.

__ADS_1


"Apa maksudmu gak akan pernah lagi?" heran Alisya.


Geyaa menatap lama foto dirinya dan seorang gadis yang ada di atas meja sebelah ranjangnya itu dengan tatapan sedih dicampur amarah yang sangat dalam, tiba-tiba Alisya teringat akan tatapan dan raut wajah yang sama dengan Geyaa, yang dulu pernah dirasakannya, sebuah rasa dendam yang amat besar dan tak terkalahkan.


__ADS_2