ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
CHAPTER 19


__ADS_3

Cerita saat ini tak berlalu begitu saja


"apa yang terjadi dengan kakak saya?"tanya Gilang dengan nada yang sedikit lebih tenang


tok...tok...


Chloe mengetuk pintu rumah itu,membuat enne kaget dengan apa yang sedang dilakukan chloe, mereka bukan ditugaskan menganggu Riani, mereka hanya ditugaskan menilai cara Riani menyelesaikan kasus ini oleh Manquer pamela


Riani terkejut melihat chloe dan enne yang ada di belakang pintu itu


Enne dan Chloe masuk ke dalam rumah besar itu sambil menyalami Gilang dan Sintia yang juga terheran menatap mereka


"perkenalan saya Brianna Chloe, kalian bisa memanggil saya Chloe,saya adalah senior Riani dari Firma"ucap Chloe


"saya Adrienne Dracelle,kalian boleh memanggil saya enne,saya juga senior dan rekan Riani di Firma kami"jelas enne


"ke... kenapa kalian bisa ada disini?"tanya Riani yang heran dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"owh kami diminta oleh Manquer pamela untuk menilai pekerjaan kamu disini"jelas chloe


"kenapa kalian bisa sampai disini?"kaget Riani


"kami naik helikopter"ucap enne


"he... helikopter?!"kaget Riani tak percaya


"oh enne belum bilang ke riani ya?kalo firma kita punya 3 mobil dan 3 helikopter?"tanya Enne

__ADS_1


"belum!"seru Riani


"hahahha begitu ya? tapi enne udah bilang kita punya tiga monsieur kan?dan masing masing monsieur memegang satu mobil dan satu helikopter"ucap enne


"apa sih yang lo lakuin? masa hal sepenting itu gak bicarain sama Riani?!"kesal chloe


"heheheh lupa"jawab enne


"ok Riani, penjelasan selanjutnya biar kami,kamu duduk manislah dulu"jelas chloe


"eh tapi ini kan tugasku"ucap Riani


"gak apa, tenangkan dirimu dulu"ucap chloe


"tidak!biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini!kalian duduk manislah!"tegas Riani


Riani kembali melanjutkan cerita tentang Widya Chaniango ke Gilang dan Sintia, dimulai dari bagaimana widya bisa sampai ke Perancis dan meninggalkan harta itu dan kenapa di Perancis widya dianggap sebagai keturunan campuran Indonesia Perancis


Riani menjelaskan pekerjaan pertama yang dilakukan Widya di batam dengan cara menopang ke supir yang berbaik hati ingin kembali dari Padang ke batam dan mengajak widya untuk bekerja dengan nya sebagai distributor barang barang mewah


Setelah mengumpulkan banyak uang dan belajar bahasa Perancis,widya terbang ke perancis karna widya tau kakeknya adalah orang perancis, telatnya orang tua laki laki dari ayah widya yang entah kenapa berwajah Indonesia tulen, tapi Gilang dan sintia tak mengetahui bahwa kakek mereka adalah orang perancis,karna kakek mereka meninggal tepat saat usia Gilang dalam kandungan menginjak 2 bulan,dan orang tua mereka pun tak memberi tau akan hal itu


Di perancis Widya tinggal dengan adik perempuan kakeknya, setelah adik perempuan kakek widya yang dipanggil widya grand mere itu meninggal saat tahun ke dua Widya di Perancis tanpa adanya anak kandung yang ditinggal grand mere, otomatis semua kekayaan grand mere menjadi milik Widya sebagai cucu dari saudara satu satunya


Setahun setelah kematian neneknya,widya menikah dengan seorang pria kaya di Perancis yang tak lain adalah bos tempatnya bekerja


Namun suami widya itu tidak bisa mempunyai keturunan alias mandul,dia merelekan Widya untuk bercerai dengan nya, namun widya menolak dan tetap bersama suaminya itu,4 tahun setelah pernikahan mereka,suami widya meninggal dunia karena kanker otak,dan setahun setelah itu widya juga meninggalkan karna kecelakaan tabrak lari,namun widya membuat wasiat tentang hartanya kepada sekretaris pribadi widya untuk menyampaikan surat itu pada Firma Confiance

__ADS_1


"Isi surat itu yang tak lain adalah penjualan seluruh saham perusahaan sehingga kami memperoleh uang sebesar 200.000 euro dari pasar saham,itu adalah harga yang sesuai,alasan widya menjual 70% semua saham miliknya di perusahaan alm suaminya adalah karna tidak ada yang akan bisa mengurus perusahaan di Perancis itu,dan alasan kenapa di surat wasiat dia tak akan menyerahkan hartanya pada kalian adalah karna widya tau bahwa kalian adik adiknya tak akan sudi menerima harta dari widya,namun widya yakin hati kalian tidak akan sebusuk itu untuk tidak menyerah harta widya ini pada orang yang lebih membutuhkan"jelas Riani


"benar,kami tak akan sudi menerima hartanya,namun kami amanah untuk menyampaikan harta terakhir kakak pada orang yang lebih membutuhkan"ucap Gilang dengan air matanya yang mengalir deras


Riani dan Sintia tersenyum menatap Gilang yang hatinya yang telah baku bisa kembali untuk memaafkan kakaknya


"namun diakhir surat,Widya menuliskan maaf aku tak bisa bertanggung jawab akan perbuatan ku,jika aku bertemu dengan ibu di surga maka aku akan meminta maaf pada ibu dengan setulus hatiku, namun jika aku tidak bisa menemui ibu di surga,aku akan meminta kepada Allah mengabarkan pada ibu bahwa betapa aku amat menyesali perbuatanku,adik adik ku maafkan kakak,kakak tau kalian marah dan kecewa padat kakak,kakak tak pantas menjadi kakak yang baik untuk kalian,maaafffff sungguh maaafffff,tak ada yang bisa kakak berikan untuk kalian,bahkan menemui kalian kembali kakak amat takut,kakak tau ayah telah meninggal saat mencari kakak,sunggguhhh kakak benar benar meminta maaf pada kalian, kakak pun akan mencari ayah disurga dan meminta maaf padanya,namun jika kakak tidak ada disurga dan tidak bisa menemui ayah maka kakak akan meminta pada Allah menyampaikan perasaan kakak yang sebenarnya,saat kalian mendengar dan membaca surat ini kakak tak ada lagi didunia,kakak sungguh menyesal tidak mengunjungi kalian dan meminta maaf secara langsung,kakak sungguh menyesal kabur dari rumah sampai membuat ayah....(kalimat itu pudar karna bercakkan air yang mungkin itu adalah air mata) kakak sungguh menyesal berlari lari riang sampai membuat ibu terjatuh ke dalam sumur dan tak segera mencari pertolongan untuk ibu,maafkan kakak dek....sungguh maaf,jika kalian sudi dan mau memaafkan kakak tolong kunjungilah makam kakak di perancis, tolong gunakan seperempat uang kakak untuk hidup kalian, seperempat lagi untuk pembangunan dan orang orang yang membutuhkan di kampung kita, walaupun kakak yakin tak ada lagi yang perlu dibangun dikampung itu,dan pergunakan setengahnya untuk anak yatim,fakir miskin,dan janda diluar sana "Riani membacakan surat itu pada sintia dan gilang


"jadi bagaimana?"tanya Riani


Gilang dan sintia saling bertatapan dan mengangguk "bisa berikan alamat kuburan kakak?"tanya Gilang pasa Riani


Riani tersenyum lebar dan mengangguk kepalanya setuju dengan permintaan Gilang


Riani menyerahkan surat yang ditulis widya itu pada sintia dan dokumen serta buku diary dan album foto milik widya pada sintia dan gilang


"kita akan mensahkan hak waris ini di pengadilan besok"ucap Riani


Gilang dan Sintia pun mengangguk


Setelah menyelesaikan sidang pertamanya Riani,Chloe,dan Enne kembali ke Perancis dengan helikopter yang parkir di bandara


Mereka kembali terbang ke perancis "kenapa manquer pamela tidak memberiku kesempatan untuk pergi dengan helikopter?"tanya Riani


"itu karna kamu masih magang"jawab enne


"seperti nya disini ada perbedaan kasta"canda Riani

__ADS_1


"hahaha tak lagi,masa magang mu telah berakhir"ucap Chloe


__ADS_2