
Perbedaan waktu, negara, dan banyak hal lainnya yang memisahkan kita menjadi pengukir jarak terindah yang pernah kita rasakan bersama, ini bukanlah perihal tentang pengekangan namun inilah yang dinamakan pilihan hidup dari diri kita masing - masing.
Waktu yang seolah selama ini menjadi pemisah pecah begitu saja akan kehadiran Riani kini dikediaman lamanya, tempat dengan sejuta kenangan masa kecilnya yang takkan pernah terlupakan begitu saja, perbedan negri yang kedua bersaudari itu tempati menjadi jarak yang kini amat kecil setelah mereka bertatapan langsung.
Istilah nyamuk atau orang ke-3 bukan berarti berujung pada orang yang berada diantara pertemuan kedua bersaudari itu, kehadirannya bisa juga menjadi perwujuban terbaik yang mungkin akan terjadi, jadi intinya jauhi sifat suuzon atau berprasangka buruk pada orang ke-3.
Seulas senyum terukir dari wajah manis Riani, setelah mendengar kabar suaminya yang harus melaksanakan pekerjaannya di luar negri, Riani memutuskan untuk menyerahkan pekerjaannya sementara pada Coty dan Cammy demi mengunjungi adiknya, walau tujuan utama tetaplah untuk wanita yang berdiri disebelahnya kini, Alisya Fitri.
Melihat senyuman kakaknya, Aisyah adik Riani membalas senyuman Riani, keluarga satu-satunya yang sudah lama tidak ia jumpai “sudah lama tidak berjumpa ya kak? Kakak apa kabar?” tanya Aisyah dengan nada suaranya yang jelas masih menahan kantuk.
“Assalamualaikum Aisyah, Alhamdulillah kabar kakak baik-baik saja” jawab Riani.
“Waalaikumsalam, ayo masuk dulu kak dan....”
“Alisya” ujar Alisya setelah dilirik oleh Aisyah yang nampak hendak mengajaknya juga untuk masuk ke dalam rumah.
Setelah mereka duduk di sofa, Aisyah memilih untuk diam tanpa mempertanyakan maksud kedatangan kakaknya dan seorang wanita yang ada disebelahnya malam-malam begini.
“Ehm!” Riani memecah keheningan ruangan itu dengan suara dehemannya.
Refleks Alisya dan Aisyah menoleh bengong ke arah Riani.
“Omong - omong ada maksud apa datang tengah malam begini kak?” tanya Aisyah.
“Owh itu karena kami melakukan penerbangan siang jadi dengan waktu penerbangan dan tenggat waktu Indonesia - Perancis jadinya kami sampai ke Indonesia kemalaman” Jelas Riani diangguki paham oleh Aisyah.
“Jadi ada tujuan apa kakak dan Alisya ke tempat ini?” tanya Aisyah nampak menegaskan.
Riani diam sejenak kemudian kembali mengangkat mulutnya berbicara “Apa kedatangan kami mengganggu Syah?” tanya Riani.
Aiysah langsung menggelengkan kepalanya “sama sekali tidak kok kak”
__ADS_1
Riani menghela nafas sejenak sambil menoleh kanan kiri ruangan “omoong – omong Andi mana Syah? Masih tidur?” tanya Riani kembali.
Aisyah tersentak kaget mendengar pertanyaan Riani “Eh... mas Andi lagi ada dinas di luar kota kak” jawab Aisyah dengan nada canggungnya.
Riani merasa ada kejanggalan pada diri Aisyah saat Riani menanyakan Andi tadi, namun Riani memilih untuk melupakan hal itu mungkin saja ini hanya perasaannya.
Aisyah beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman.
“Minum dulu kak, Alisya kalian pasti sudah haus dari tadi kan?” ucap Aisyah sambil menyodorkan minuman yang dibawanya dari dapur tadi.
Riani dan Alisya mengangguk dan langsung menyeruput minuman yang dibawakan Aisyah tadi.
“Omong – omong Syah maksud kedatangan kakak ke sini ingin minta tolong mencarikan rumah dengan suasana pedesaan yang masih melekat erat, tapi tidak jauh dari kampus xxx” ucap Riani.
“Owh jadi mau minta tolong sama Mas Wawan sepupu nya Mas Andi ya kak?” tanya Aisyah kembali diangguki oleh Riani.
“Iya, karena kakak gak tau nomor dan alamat kantor agennya Mas Wawan, jadi kakak kesini aja, sekalian udah lama gak jumpa sama kamu” ujar Riani.
Aisyah tersenyum mendengar pernyataan Riani “Yah mau gimana lagi kak, kita bukan anak – anak lagi haha, dan lagi kita juga sudah punya kewajiban masing – masing sebagai Istri” jelas Aisyah.
Aisyah langsung tersedak mendengar pertanyaan Riani tadi “Eh... kakak tau dari mana?” kaget Aisyah.
Riani tertawa kecil melihat tingkah Aisyah yang sudah kembali seperti biasanya itu “Perut kamu udah mulai buncit tuh, terlebih pernikahan kamu dan Andi juga sudah hampir masuk 1 tahun” jelas Riani.
“Hahaha iya juga ya kak, kandungan aku hampir masuk 5 Minggu, entah kenapa besarnya terasa cepat, omong – omong kakak kapan isi nih?” ledek Aisyah.
“Belum rezeki Syah” jawab Riani.
“Ehm!” deheman Alisya menghentikan canda tawa kedua saudari itu.
Riani dan Aisyah menoleh bersamaan ke arah Alisya.
__ADS_1
Alisya tertawa cengengesan menatap ekspresi kaget kedua wanita itu “Hahaha aku gak bermaksud ganggu nostalgia kalian kok, cuman dikacangin itu gak enak” ungkap Alisya sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Riani hampir melepas tawanya, berhasil ditutupi nya segera dengan tangan.
"Hahaha omong-omong Alisya orang Indonesia ya? dari kota mana? kok bisa sama kak Riani?" tanya Aisyah.
Alisya diam sejenak untuk mencerna semua pertanyaan Aisyah tadi "aku dari daerah Rimahi kak, memang wajah Indonesia nya udah kental banget hahaha, kalo ngomong kenapa aku bisa barengan sama Kak Riani karena aku anggota magang dari Indonesia di firma confiance, dan aku di tolongin sama kak Riani untuk cari rumah buat tempat tinggal aku dan Mak" jelas Alisya.
"Kamu hanya berdua dengan Mak mu? Mak itu orang tua mu kandung kamu kan?" tanya Aisyah heran.
Alisya mengangguk cepat "iya aku hanya berdua dengan Mak, soalnya aku anak tunggal jadi gak ada saudara haha" tawa Alisya.
Aisyah mengangguk paham "memang orangtua laki-laki mu kemana Alisya?" tanya Aisyah kembali.
Alisya jadi diam setelah mendengar pertanyaan Aisyah tadi, sambil menghirup nafasnya dengan pelan Alisya kembali membuka bicara "Tidak tau"
Aisyah nampak sedikit terkejut dengan jawaban yang diberikan Alisya dan melirik kakaknya yang sedang menggeleng kepala, Aisyah paham maksud Riani yang meminta agar pembahasan ini tidak dilanjutkan.
"Omong-omong Syah, bisa besok temani kakak dan Alisya menemui mas Wawan, kamu tau alamatnya kan?" tanya Riani menyampaikan maksud utama kedatangannya.
Aisyah mengangguk mengiyakan "kalau begitu ayo tidur dulu kak, Alisya, ini udah malam banget, pasti kalian lelah kan di pesawat terus" ajak Aisyah.
Riani memilih melangkah ke kamarnya lamanya sedangkan Alisya diantar oleh Aisyah ke sebuah kamar tamu agar Alisya bisa berisitirahat.
Riani menekan sebuah tombol kecil untuk menghidupkan lampu kamar nya itu "sudah lama gak kesini ya? rasanya aku sudah asing saja dengan kamar ini" gumam Riani.
Riani meletakkan barang bawaannya di atas meja lalu menghempaskan segera tubuhnya ke kasur.
///
Elisea Delphine Celeste
__ADS_1
Wanita yang akrab disapa dengan panggilan Manquer Elis ini adalah wakil ketua dari firma Confiance.
Walau usianya sudah 40 tahun namun dia tetap mampu menjalankan kewajibannya dengan optimal dan maksimal.