ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
CHAPTER 2


__ADS_3

jika aku boleh bertanya.....


maka akan kutanyakan 4 hal


siapa orang paling berharga bagimu selain keluargamu?


dan adakah aku hatimu?


penantian panjang ku selama ini apakah tersia siakan?


apa akan kau balas dengan hal tak terduga yang pernah aku bayangkan?__


Senyuman mematikan andi memecah keheningan diantara kedua insan itu


"untuk saat ini saya masih mau menfokuskan karir dari pada percintaan ni"jawab andi


Riani bergelimang perasaan setelah mendengar jawaban andi antara bahagia karna dia masih punya peluang untuk mendapatkan hati Andi dan sedih karena sampai saat ini Andi tak menganggapnya orang yang spesial


***


"ada apa abra?"tanya kirana sambil duduk dibangku taman


Abra menekukkan lututnya ke rumput taman itu sambil mengeluarkan sebuah cincin dari kotak yang digenggamnya "maukah kamu menerima lamaranku?"


Kirana tersentak kaget kemudian air matanya berlinang dari kedua mata indah dan cemerlangnya itu


"eh...eh apa saya mengatakan sesuatu yang salah pada kamu Kirana?"cemas abra


Kirana menggelengkan kepalanya sembari membersihkan air mata dari wajahnya


"jadi?"tanya abra cemas


Kirana menganggukan kepalanya "temui lah kedua orang tuaku dikediamannya lusa besok"jawab kirana


Abra mengangguk cepat tersenyum bahagia diterima oleh orang yang selama ini mampu membuat hatinya berdebar kencang dia adalah Kirana Zahara mantan sekretaris dari himpunan dakwah pesantren yang di ketuai oleh Andi dan Abra sebagai wakilnya


"sejak kapan rasamu tumbuh kepadaku?"tanya kirana sambil menggeser duduknya ke sudut kiri agar abra bisa duduk disudut kanannya karna mereka bukan muhrim yang bisa saling bersentuhan


Abra menceritakan pandangan pertamanya saat berjumpa dengan kirana di pengangkatan perangkat himpunan dakwah pesantren An-Nur itu dia melihat kegigihan Kirana dan cara kirana menyampaikan pendapatnya dengan ekspresi tegas penuh wibawa membuat hati Abra langsung tersentuh oleh kirana


"kenapa kamu menerima lamaran saya?apakah kamu ada perasaan pada saya?"tanya abra malu malu


Kirana tersenyum melihat ekspresi pria yang berani melamar gadis jutek tiada feminim nya itu yang bisa juga malu malu sedangkan selama di organisasi abra adalah pimpinan dan wakil yang paling kompeten, tegas ,dan penuh kewibawaan tidak jauh beda dengan sifat kirana,namun siapa sangka abra juga bisa memasang wajah malu nya itu saat mengahadapi pernyataan cinta "aku hanya kagum melihat sikap dewasa dan kompetenmu yang bahkan lebih baik dari pada ketua kita sendiri,aku kagum melihat ketegasan dan kerja kerasmu dalam membina organisasi dan ceramah disetiap masjid yang meminta santri tapi itu bukan penyebab kenapa aku menerima lamaranmu"jelas kirana


"lantas?"tanya abra penasaran

__ADS_1


Kirana tersenyum sembari berdiri dari kursi "semuanya akan aku jawab dan jelaskan setelah kamu berani melamar ku didepan orang tuaku,kalo begitu sampai jumpa lusa depan Assalamualaikum"pamit kirana segera mempercepat langkahnya dengan ekspresi bahagia ke arah Riani dan Andi yang sedari tadi menunggu mereka


"Waalaikumsalam"Abra memerhatikan langkah kirana yang pergi jauh meninggalkannya dan masih kepikiran alasan kirana bisa mencintai nya


"ayo!"sahut kirana pada riani sambil langsung duduk di dalam mobil


Riani sontak kaget melihat Kirana yang tiba tiba langsung masuk mobil


"kalo begitu aku pamit ndi, Assalamualaikum"pamit riani


"Waalaikumsalam"jawab andi


Riani segera masuk kedalam mobil


"udah mbak?"tanya sopir yang sudah menunggu dari tadi


"udah pak"jawab riani dan kirana bersamaan


Pak sopir segera menggas mobilnya menuju


stasiun selama diperjalanan Kirana menceritakan kepada riani apa yang dikatakan abra dan membuat wajah riani seketika bahagia melihat sahabat nya itu dilamar orang yang juga telah lama dicintainya dalam diam selama ini


"wah selamat ya na"


kirana mengangguk "jangan lupa ya lusa kerumah aku!"seru kirana


"udah mbak"ujar pak sopir sambil keluar membantu riani dan kirana membantu mengangkat barang barang mereka


"ini pak"serah riani menyerahkan beberapa lembar uang 100.000 pada pak sopir


"eh ini kebanyakan mbak,gak usah sehelai aja cukup"sahut pak sopir


Riani tersenyum"udah ambil aja pak,hitung hitung juga ongkos kita karna bapak sabar nungguin kita tadi padahal udah lewat jadwal pemesanannya dan hitung hitung pendapatan yang bapak terima sedari nungguin kita tadi"senyum riani


"aduh makasih banget mbak,semoga rezeki mbak berdua lancar"ucap pak sopir


"amiinnn"sahut riani dan kirana


"ya udah makasih ya pak"ucap kirana


"Assalamualaikum"salam riani dan kirana bersamaan


"waalaikumsalam"jawab pak sopir sambil kembali masuk ke mobilnya


Kirana dan riani langsung masuk ke dalam kareta yang akan jalan 5 menit lagi karna sebelumnya mereka telah memesan tiket kareta secara online

__ADS_1


"aduh"lelah kirana sambil meregangkan kedua tangannya


"capek banget na"ujar riani


kirana menganggukan kepalanya dan langsung molor di kareta,riani menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat dari kecilnya itu


"sudah mau dilamar tapi tingkah masih gak berubah"guman riani


Mereka melalukan perjalanan dikareta selama 6 jam dan tiba di statiun pemberhentian mereka kemudian melanjutkan naik mobil online sampai ke kampung halaman mereka


"aku duluan ya ni, kamu mau mampir dulu?"ajak kirana didepan pintu rumahnya


"ah enggak aku istirahat dirumah aja lagian jarak rumah kita cuman 2 bangunan hahah"


Kirana mengangguk dan masuk ke rumahnya disambut hangat oleh keluarganya dan riani langsung pergi ke rumahnya yang berjarak 10 langkah kaki dari rumah kirana


"assalamualaikum"salam riani sambil mengetok pintu rumahnya


"waalaikumsalam,wah kakak?!kok sampai gak ngabar ngabarin?!"tanya gadis cantik yang lebih muda sedikit dari riana dengan ekspresi ngambek


"hahaha baterai hp kakak habis syah"jawab riani


"uh...ya udah padahal tadi aku mau jemput ke bandara"celoteh adik riani itu sambil membawa koper kakaknya ke kamar


Riani tersenyum melihat adiknya semata wayang nya itu,melihat rasa kasih sayang dan pengertian adiknya yang begitu dalam padanya


"kakak mau istirahat atau makan dulu?"tanya aisyah sambil menutup laptopnya


"kakak mau mandi dulu,tadi kakak udah istirahat di kareta jadi gak capek lagi"


Aisyah mengangguk mendengar jawaban kakak nya itu kemudian menghangatkan sayur yang dibuatnya


Setelah selesai mandi riani membantu adiknya itu menghidangkan makan malam mereka


"gimana novel kamu syah?"tanya riani


Aisyah tersenyum dan mengacungkan jempolnya tertanda bahwa novel nya kembali sukses


Riani dan Aisyah adalah yatim piatu orang tua mereka meninggal disaat riani kelas 1 smp akibat kecelakaan saat mengantar padi mereka,kini dirumah besar itu hanya tinggal riani dan aisyah,awalnya adik dari ibunya berniat untuk mengasuh riani dan Aisyah namun mereka menolak dan memilih untuk hidup mandiri saja tapi tetap dalam status pengawasan oleh Tante nya yang sebelah rumah itu,untuk kebutuhan sehari hari riani dan aisyah mendapatkan dari penjualan padi sawah orang tuanya sebanyak 10 petak sawah yang kini diurus oleh tantenya beserta suami tantenya itu yang memang orang nya jujur dengan penghasilan dibagi setengah setengah akibat persetujuan riani dan Aisyah yang awalnya ditolak oleh tantenya karna itu terlalu merugikan untuk riani, namun riani bersikukuh memberikan tantenya penghasilan kerja sama dibagi 2


Aisyah sekarang duduk dibangku kelas 2 IPA SMA dan Aisyah juga merupakan seorang penulis online di blog pribadinya yang bahkan sudah 3 karya Aisyah yang dibukukan penerbit dengan penghasilan aisyah di blog nya paling sedikit 3 juta rupiah setiap bulannya


Dulu setelah lulus SMP riani berencana melanjutkan sekolahnya ditempat yang sama dengan sekolah Aisyah sekarang namun berkat saran dari gurunya riani mencoba tes beasiswa di pesantren an-nur Alhamdulillah takdir memilih riani untuk bersekolah disana dengan sahabat kecil nya itu


Setelah lulus beasiswa riani tampak gelisah karna tak mau meninggal kan aisyah yang saat itu masih kelas 2 SMP namun aisyah menyarankan riani agar menerima beasiswa itu karna melihat perjuangan riani siang dan malam untuk belajar dan Aisyah meyakinkan riani Karna dia bisa hidup mandiri seperti riani yang bahkan telah bisa mengatur keuangan saat kelas 1 smp bagaimana mungkin adiknya tidak bisa seperti kakak nya sendiri

__ADS_1


Mendengar pernyataan aisyah membuat riani tampak lega lalu memutuskan menerima beasiswa itu dan berangkat ke pesantren


__ADS_2