ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
CHAPTER 21


__ADS_3

Riani,Enne,dan Chloe telah kembali ke Perancis, manquer pamela dan madam mavey menyambut hangat kedatangan mereka


saat sampai di Firma Chloe dan Enne izin pamit untuk menyelesaikan penilaian nya pada Riani


"kamu besok kembali ke Inggris Riani,dan selamat atas kasus ke 2 mu!saya menyatakan kamu lulus dari magangmu, dan setelah menyelesaikan studi mu 2 bulan lagi,maka saat telah sampai kembali disini,kamu resmi menjadi anggota tetap Firma Confiance"ucap manquer pamela


Madam Mavey turut memberi Riani ucapan selamat


Riani memeluk erat madam mavey dan manquer Pamela


"kamu kembalilah untuk istirahat dulu Riani, besok penerbangan mu kembali ke Inggris,saya akan menyiapkan helikopter untukmu"jelas manquer pamela


"owh terimakasih,tapi tidak usah manquer,Riani ingin pulang dengan pesawat"ucap Riani


"kenapa?"heran manquer pamela


"saya hanya ingin menggunakan helikopter untuk urusan pekerjaan,bukan urusan pribadi manquer"jelas Riani


Manquer Pamela diam sejenak "baiklah saya akan membantu kamu memesan tiket, sebagai gantinya biar kami yang akan mengantar mu sampai ke bandara besok"ucap Manquer Pamela


"baiklah manquer"ucap Riani sambil pamit kembali ke apartemennya dengan diantar oleh sopir firma


Sesampai di Apartemen Riani membereskan barang barangnya dan segera beristirahat


tok...tok...


"siapa lagi ya yang datang sore gini?"gumam Riani heran


Riani berjalan membuka pintu apartemennya dan mendapati Iven yang sedang berdiri di depan apartemen Riani dengan seiikat bunga yang dipengangnya


"owh ada apa Iven?"tanya Riani


"aku dengar kamu akan kembali ke Inggris jadi sebagai permintaan terimakasih ku, terimalah ini"ucap Iven sambil menyodorkan ikat bunga itu pada Riani dengan malu malu


"wah terimakasih,aku harap hubungan kamu dengan manquer Pamela selalu baik"ujar Riani


"si... siapa juga yang akan memperhatikan kakak tidak laku laku itu,dan ada satu hal lagi yang ingin ku sampaikan padamu"ucap Iven

__ADS_1


"owh apa itu?"tanya Riani penasaran


Iven menekukkan lututnya di lantai apartemen Riani sambil mengeluarkan sebuah cincin "saat pertama melihatmu aku sudah jatuh cinta padamu,jadi maukah kamu menjadi calon ibu dari anak anak ku kelak?aku akan menunggu sampai kembali lagi ke Perancis"ucap Iven yang membuat Riani terkejut


Riani tak menyangka bahwa saat ini ada seorang laki laki yang serius menyatakan cintanya pada Riani,meminta Riani untuk menjadi istrinya,itu adalah impian Riani selama ini,laki laki yang berani melamar Riani tanpa mengajak Riani ke jalan maksiat yang dinamakan pacaran,namun Riani tak bisa menerima permintaan Iven,karna Riani ingin fokus pada cita citanya,usia Riani masih muda,waktunya masih panjang,dan terlebih Riani tak memiliki perasaan apapun pada Iven,Riani masih mencintai Andi,walau tau atau tidaknya Andi akan perasaan Riani


"maaf aku tak bi--"


"jangan teruskan,aku sudah menduga kamu akan menjawab seperti itu,tapi aku tak akan menyerah padamu, sebelum kamu benar benar mendapatkan laki laki yang baik untukmu dan membangun keluarga dengannya,aku akan selalu menunggumu,jangan terlalu dipikirkan ucapan ku saat ini,aku tak ingin menganggu belajarmu,tetaplah jadi dirimu yang biasanya, terimakasih telah mendengarkan ku dan Assalamualaikum"ucap Iven pamit


Riani mengangguk dan tersenyum pada Iven "Waalaikumsalam"jawab Riani membalas salam Iven


Riani menatap mobil Iven yang pergi menjauh dari apartemennya dan kembali masuk dengan Iket bunga pemberian Iven


Riani meletakkan Iket bunga itu di atas mejanya dan segera shalat magrib lalu tidur sejenak sampai shalat isya, setelah itu tanpa makan malam Riani langsung tertidur pulas


Pukul 03.26 Riani terbangun dari tidurnya dan segera bersih bersih dan bersiap untuk ke bandara, setelah usai sholat subuh Riani segera menyantap Roti dan meminum susu untuk sarapannya


Riani mengecek kembali apakah ada barang barangnya yang tertinggal di Apartemen atau tidak, setelah itu Riani turun dari apartemen menyusul Manquer Pamela, Madam Mavey,Enne,dan Chloe yang menunggu di bawah


Mereka segera melaju menuju Bandara dengan menggunakan mobil manquer pamela,Riani menatap indahnya langit kota Perancis yang akan ditinggalkannya selama 2 bulan ini


"eh ini dari temanku"ucap Riani gugup


"dari teman apa dari teman???"ledek Chloe


"isss apa sih,oh iya btw kalian berdua ada apa sih dengan Iven sewaktu di rumah sakit?"tanya Riani penasaran


"owh dari Iven"ucap Chloe dan Enne bersamaan


"eh enggak"malu Riani


Chloe dan Enne tertawa bersamaan diikuti oleh Manquer Pamela dan madam mavey yang duduk di depan


"jadi kami itu sering ngebully Iven tentang sikapnya yang tsundera,dia keliatan jelas sayang sama kakaknya namun dia memilih untuk pura pura membenci Manquer Pamela haahahah"tawa Chloe dan Enne bersamaan


Sedangkan di Rumah Sakit saat ini,Iven sedang bersin bersin di ruangannya "apa ada yang membicarakan ku ya?"gumam Iven heran

__ADS_1


"jadi ada apa dengan kamu dan Iven,Riani?"tanya manquer pamela


"eh gak ada apa apa kok manquer,Iven hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Riani dengan memberi buket bunga ini"ucap Riani


"owh"manquer Pamela mengangguk paham


"tuuu ngaku kan??bunganya dari Iven"ledek Chloe dan Enne


"ehhh apa sih!!"kesal Riani yang wajahnya memerah karna malu


Mereka di mobil tertawa bersama meledeki Riani


Setelah sampai di bandara Riani melambaikan tangannya pada mereka dan segera terbang kembali ke Inggris


Mereka berempat menatap ke pergi pesawat Riani yang semakin tinggi dan menjauh "seperti nya dalam waktu 2 bulan itu kita akan kesepian"ucap Manquer Pamela


"iya,dia wanita yang baik dan ceria, terlebih omongan nya bisa mengubah seseorang,dia wanita langka di dunia ini,dia akan mendapatkan laki laki yang luar biasa"ujar madam mavey


"omong omong soal laki laki,saat enne ngajak Riani makan malam di restoran,ada laki laki yang sepertinya dari Indonesia menyapa Riani dengan teman kampusnya,dia laki laki baik,senyumnya ramah,dan sepertinya Riani menaruh hati pada laki laki itu,namun Enne yakin Riani tak ditakdirkan untuk bersatu dengan laki laki itu"jelas enne


"apa kamu mengatakan hal itu pada Riani?"tanya Chloe


"eh iya kenapa?"heran Enne


"kamu mengatakan bahwa Riani tak akan bisa bersama laki laki itu?!"kaget Chloe


Enne mengangguk


"Astagfirullah Enne!!kamu tak perlu mengatakan itu pada Riani!!"kesal chloe


"eh kan gak apa apa,toh Riani nya juga baik baik aja"ucap Enne


Chloe menepuk keningnya gara gara Enne,Enne terlalu ember untuk menceritakan apa yang dilihatnya pada orang tersebut, tanpa memikirkan perasaan orang yang diberi taunya itu


"sudahlah,jadi apa yang kamu liat saat itu?"tanya Chloe penasaran


"hmmm saat itu Enne melihat samar samar Riani dengan seorang gadis cantik yang anggun tertawa bersama lalu Andi tiba merangkul gadis itu dan mereka berjalan berdua meninggal Riani,Enne tak terlalu ingat wajah gadis itu,namun enne tau betul saat itu wajah Riani antara sedikit kecewa dan Amat bahagia"jelas Enne

__ADS_1


"apa kamu memberitakan Riani hal itu?"tanya Chloe


__ADS_2