
aku terbuai oleh aroma sesat dunia
terpana kembali menatap dia yang tengah aku cinta
namun ada apa dengan hawa yang terasa sedikit aneh ini?
dia tersenyum seperti biasa kepadaku
namun rasanya senyum itu bukan tulus diberikan untukku
seperti ada maksud tersirat dibalik senyumannya
atau mungkin dari detik ini kita hanya saling sapa dengan rasa menghargai
dirinya kini tak lagi mampu menyirami benih cintaku
namun kenapa hatiku saat ini terasa sakit?
apa yang terlewat dalam kisahku ini?
setelah selesai berbincang lama tentang sidang yang telah diselesaikan riani,Riani kini membuka mulutnya untuk menanyakan pertanyaan yang sedari tadi disimpan rapat dalam pikirannya "apakah saya diterima magang di sini manquer pamela?"tanya riani
Manquer pamela tersenyum lembut menatap riani dan mengangukkan kepalanya
Wajah riani yang tadi sedikit takut untuk mendengar jawaban dari manquer pamela kini bercahaya cerah dengan senyum manis di wajahnya
"jadi apa yang harus saya lakukan dari sekarang manquer?"tanya riani
"untuk penjelasan pekerjaan akan dijelaskan oleh enne,baiklah saya akan mengatar kamu ke ruangan barumu"ucap manquer sambil berdiri dari kursinya memimpin riani keruangannya
Riani menatap kosong ruangan yang hampa itu,hanya ada seorang wanita yang sudah dikenalnya duduk memainkan laptopnya seorang diri sambil melambaikan tangannya ke arah manquer pamela dan riani
"hei enne"sapa manquer pamela diangguki oleh enne
"baiklah riani,dalam 3 bulan kedepan enne yang akan membimbing kamu disini dan menjadi sekretaris pendamping mu selama disidang atau pengadilan"jelas manquer pamela
"haa?!"riani tersentak kaget menatap manquer pamela
Melibat reaksi Riani membuat manquer pamela tertawa dan melambaikan tangannya meninggalkan ruangan itu
Enne menatap lama riani sambil tersenyum membuat riani seakan kembali deja vu
"mohon bantuannya enne"ujar riani lirih
Enne mengangguk tersenyum dan masih terus menatap Riani
Karna sadar mereka belum berkenalan Riani pun menyodorkan tangannya ke hadapan enne "perkenalkan aku Riani Putri"ucap riani
Enne membalas jabatan tangan Riani "aku Adrienne Dracelle biasa dipanggil enne"
Riani kaget mendengar suara enne, karna dia baru sadar dari awal bertemu enne belum berbicara sekalipun
"jadi ada apa kamu menatap ku enne?"tanya riani
__ADS_1
"kamu sangat cantik"jawab enne yang langsung membuat wajah riani memerah
"te....terima kasih,kamu juga cantik"balas riani gugup
"hahahah riani santai saja sama enne,enne gak gigit kok"ucap enne
Riani menatap enne yang kembali fokus pada laptop nya "kamu sedang apa enne?"tanya riani
"aku membuatkan denah kantor dan profil semua keluarga di firma ini untuk kuberikan padamu"jelas enne
"keluarga?"tanya riani heran
"semua orang yang ada di firma ini adalah keluarga"jelas enne
Riani mengangguk paham walaupun dia masih tidak percaya bahwa tingkat persaudaraan tidak sedarah di perancis ini masih tinggi
Enne melirik ke arah riani yang tampak bosan
"mau makan?"ajak enne
"eh boleh?"tanya riani bahagia
Enne menganggukkan kepalanya dan mengajak riani keluar untuk makan malam dengan mobil hijau daun yang dikendarai enne ke pengadilan tadi namun saat kembali ke firma dia menaiki mobil kantor bersama riani dan manquer pamela dan menitipkan mobilnya pada salah satu sopir firma
Enne menggas mobilnya dengan laju menuju salah satu restoran halal di perancis
Riani menatap lama menu makanan yang dipegangnya dengan wajah kaget karna harga makanan dan minuman yang tertera sangat mahal dan dia uangnya tidak cukup
"riani pesan saja hari ini enne yang traktir"ujar enne sambil menunjuk beberapa menu ke pelayan
Enne mengangguk dengan senyumannya
Riani tanpa basa basi langsung menunjuk beberapa menu yang ada kepada pelayan karna perutnya sudah keroncongan sedari tadi
Mereka menunggu lama menu itu sambil menikmati pemandangan malam kota perancis
Beberapa menit kemudian semua menu yang mereka pesan tiba dan riani juga enne langsung menyantap makanan mereka
Setelah selesai mengenyangkan perut mereka segera turun ke parkiran yang berada dilantai bawah
"eh riani?"tanya seseorang dengan suara cowok yang mengangetkan Riani
secara refleks riani langsung membalikkan badannya melibat siapa yang menyebut namanya tadi
Mata Riani terbelalak kaget seakan tidak percaya bahwa pria yang dicintainya dilihatnya kembali secara langsung secepat ini hanya dalam waktu 3 bulan
"eh Andi,oh Assalamualaikum Andi"sapa riani gelagapan
"waalaikumsalam, kenapa kamu bisa ada disini disini riani?bukankah kamu di inggris?"tanya andi dengan wajahnya yang masih tersenyum seperti biasa
melihat senyuman andi seperti biasanya Riani kembali salah tingkah "oh saat ini aku sedang magang"
"wah serius?!bukankah itu terlalu cepat?"tanya andi penasaran
__ADS_1
"iya aku diberi kesempatan untuk menyelesaikan studi selama 6 bulan"ungkap riani
"benarkah?selamat riani!"ucap andi memberikan ucapan selamat pada riani dengan wajah nya yang masih tersenyum tampan
Riani mengangguk mengucap terima kasih dengan wajah nya yang masih tertunduk
"baiklah riani, semoga kita sering sering bertemu disini sebenarnya masih banyak yang ingin kubicarakan dengan kamu namun sepertinya teman mu sudah lama menunggu, sampai jumpa Riani, Assalamualaikum"pamit andi
"waalaikumsalam"jawab Riani
Riani segera membuka pintu mobil enne dan masuk
"apakah dia pria yang riani cintai?"tanya enne
Wajah riani kembali memerah
"saran enne jangan terlalu berharap padanya riani, karna seperti dia sudah ada wanita yang dicintai nya dan itu bukan Riani"jelas enne
seketika wajah riani yang tadi memerah menjadi pucat menatap ke arah enne
"maksudnya enne?"tanya riani
Enne hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya "enne tidak melihat bumbu cinta di kehidupan kalian,tapi sekilas enne melihat kalian akan sering bertemu di masa depan"ujar enne
"melihat?masa depan?"heran riani
"owh enne belum bilang sama riani ya?kalo enne punya Indra ke tujuh untuk merasakan dan melihat masa depan?"tanya enne
"indra ke tujuh?!"kaget riani
enne menganggukan kepalanya
"kamu gak lagi demamkan enne?"tanya riani sambil melekatkan tangannya ke kening enne
"enne gak demam riani,enne jujur kok"ujar enne
Riani tak terlalu menanggapi perkataan enne karena dia berpikir itu hanya lelucon enne
"oh iya btw kamu usia berapa sih enne?"tanya riani
"eh eh no no no riani,menanyakan usia seorang wanita itu tidak boleh"ucap enne sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"eh kok gitu sih?aku kan kepo"cemburut riani
"38"jawab enne
"eh serius?!kok wajah kamu muda banget?!kamu oplas ya?!"kaget riani
"ih ini asli dari lahir loh"cemberut enne
"aku pikir kamu 19an"ucap riani
Enne hanya tersenyum melihat respon riani
__ADS_1
"kamu gak sedang membohongi aku kan?!"tanya riani