ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
CHAPTER 11


__ADS_3

aku terbuai oleh aroma sesat dunia


terpana kembali menatap dia yang tengah aku cinta


namun ada apa dengan hawa yang terasa sedikit aneh ini?


dia tersenyum seperti biasa kepadaku


namun rasanya senyum itu bukan tulus diberikan untukku


seperti ada maksud tersirat dibalik senyumannya


atau mungkin dari detik ini kita hanya saling sapa dengan rasa menghargai


dirinya kini tak lagi mampu menyirami benih cintaku


namun kenapa hatiku saat ini terasa sakit?


apa yang terlewat dalam kisahku ini?


setelah selesai berbincang lama tentang sidang yang telah diselesaikan riani,Riani kini membuka mulutnya untuk menanyakan pertanyaan yang sedari tadi disimpan rapat dalam pikirannya "apakah saya diterima magang di sini manquer pamela?"tanya riani


Manquer pamela tersenyum lembut menatap riani dan mengangukkan kepalanya


Wajah riani yang tadi sedikit takut untuk mendengar jawaban dari manquer pamela kini bercahaya cerah dengan senyum manis di wajahnya


"jadi apa yang harus saya lakukan dari sekarang manquer?"tanya riani


"untuk penjelasan pekerjaan akan dijelaskan oleh enne,baiklah saya akan mengatar kamu ke ruangan barumu"ucap manquer sambil berdiri dari kursinya memimpin riani keruangannya


Riani menatap kosong ruangan yang hampa itu,hanya ada seorang wanita yang sudah dikenalnya duduk memainkan laptopnya seorang diri sambil melambaikan tangannya ke arah manquer pamela dan riani


"hei enne"sapa manquer pamela diangguki oleh enne


"baiklah riani,dalam 3 bulan kedepan enne yang akan membimbing kamu disini dan menjadi sekretaris pendamping mu selama disidang atau pengadilan"jelas manquer pamela


"haa?!"riani tersentak kaget menatap manquer pamela


Melibat reaksi Riani membuat manquer pamela tertawa dan melambaikan tangannya meninggalkan ruangan itu


Enne menatap lama riani sambil tersenyum membuat riani seakan kembali deja vu


"mohon bantuannya enne"ujar riani lirih


Enne mengangguk tersenyum dan masih terus menatap Riani


Karna sadar mereka belum berkenalan Riani pun menyodorkan tangannya ke hadapan enne "perkenalkan aku Riani Putri"ucap riani


Enne membalas jabatan tangan Riani "aku Adrienne Dracelle biasa dipanggil enne"


Riani kaget mendengar suara enne, karna dia baru sadar dari awal bertemu enne belum berbicara sekalipun


"jadi ada apa kamu menatap ku enne?"tanya riani

__ADS_1


"kamu sangat cantik"jawab enne yang langsung membuat wajah riani memerah


"te....terima kasih,kamu juga cantik"balas riani gugup


"hahahah riani santai saja sama enne,enne gak gigit kok"ucap enne


Riani menatap enne yang kembali fokus pada laptop nya "kamu sedang apa enne?"tanya riani


"aku membuatkan denah kantor dan profil semua keluarga di firma ini untuk kuberikan padamu"jelas enne


"keluarga?"tanya riani heran


"semua orang yang ada di firma ini adalah keluarga"jelas enne


Riani mengangguk paham walaupun dia masih tidak percaya bahwa tingkat persaudaraan tidak sedarah di perancis ini masih tinggi


Enne melirik ke arah riani yang tampak bosan


"mau makan?"ajak enne


"eh boleh?"tanya riani bahagia


Enne menganggukkan kepalanya dan mengajak riani keluar untuk makan malam dengan mobil hijau daun yang dikendarai enne ke pengadilan tadi namun saat kembali ke firma dia menaiki mobil kantor bersama riani dan manquer pamela dan menitipkan mobilnya pada salah satu sopir firma


Enne menggas mobilnya dengan laju menuju salah satu restoran halal di perancis


Riani menatap lama menu makanan yang dipegangnya dengan wajah kaget karna harga makanan dan minuman yang tertera sangat mahal dan dia uangnya tidak cukup


"riani pesan saja hari ini enne yang traktir"ujar enne sambil menunjuk beberapa menu ke pelayan


Enne mengangguk dengan senyumannya


Riani tanpa basa basi langsung menunjuk beberapa menu yang ada kepada pelayan karna perutnya sudah keroncongan sedari tadi


Mereka menunggu lama menu itu sambil menikmati pemandangan malam kota perancis


Beberapa menit kemudian semua menu yang mereka pesan tiba dan riani juga enne langsung menyantap makanan mereka


Setelah selesai mengenyangkan perut mereka segera turun ke parkiran yang berada dilantai bawah


"eh riani?"tanya seseorang dengan suara cowok yang mengangetkan Riani


secara refleks riani langsung membalikkan badannya melibat siapa yang menyebut namanya tadi


Mata Riani terbelalak kaget seakan tidak percaya bahwa pria yang dicintainya dilihatnya kembali secara langsung secepat ini hanya dalam waktu 3 bulan


"eh Andi,oh Assalamualaikum Andi"sapa riani gelagapan


"waalaikumsalam, kenapa kamu bisa ada disini disini riani?bukankah kamu di inggris?"tanya andi dengan wajahnya yang masih tersenyum seperti biasa


melihat senyuman andi seperti biasanya Riani kembali salah tingkah "oh saat ini aku sedang magang"


"wah serius?!bukankah itu terlalu cepat?"tanya andi penasaran

__ADS_1


"iya aku diberi kesempatan untuk menyelesaikan studi selama 6 bulan"ungkap riani


"benarkah?selamat riani!"ucap andi memberikan ucapan selamat pada riani dengan wajah nya yang masih tersenyum tampan


Riani mengangguk mengucap terima kasih dengan wajah nya yang masih tertunduk


"baiklah riani, semoga kita sering sering bertemu disini sebenarnya masih banyak yang ingin kubicarakan dengan kamu namun sepertinya teman mu sudah lama menunggu, sampai jumpa Riani, Assalamualaikum"pamit andi


"waalaikumsalam"jawab Riani


Riani segera membuka pintu mobil enne dan masuk


"apakah dia pria yang riani cintai?"tanya enne


Wajah riani kembali memerah


"saran enne jangan terlalu berharap padanya riani, karna seperti dia sudah ada wanita yang dicintai nya dan itu bukan Riani"jelas enne


seketika wajah riani yang tadi memerah menjadi pucat menatap ke arah enne


"maksudnya enne?"tanya riani


Enne hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya "enne tidak melihat bumbu cinta di kehidupan kalian,tapi sekilas enne melihat kalian akan sering bertemu di masa depan"ujar enne


"melihat?masa depan?"heran riani


"owh enne belum bilang sama riani ya?kalo enne punya Indra ke tujuh untuk merasakan dan melihat masa depan?"tanya enne


"indra ke tujuh?!"kaget riani


enne menganggukan kepalanya


"kamu gak lagi demamkan enne?"tanya riani sambil melekatkan tangannya ke kening enne


"enne gak demam riani,enne jujur kok"ujar enne


Riani tak terlalu menanggapi perkataan enne karena dia berpikir itu hanya lelucon enne


"oh iya btw kamu usia berapa sih enne?"tanya riani


"eh eh no no no riani,menanyakan usia seorang wanita itu tidak boleh"ucap enne sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"eh kok gitu sih?aku kan kepo"cemburut riani


"38"jawab enne


"eh serius?!kok wajah kamu muda banget?!kamu oplas ya?!"kaget riani


"ih ini asli dari lahir loh"cemberut enne


"aku pikir kamu 19an"ucap riani


Enne hanya tersenyum melihat respon riani

__ADS_1


"kamu gak sedang membohongi aku kan?!"tanya riani


__ADS_2