ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S3 - Chapter 43


__ADS_3

"Permisi pak..." ucap Riani sopan sambil melangkah masuk mengikuti Serli.


Bos Serli membelalakkan matanya kaget melihat Riani. "Anda nona Riani dari Firma Confiance?" tanyanya sambil berdiri dari duduknya.


Riani menganggukkan kepalanya. "Terima kasih atas waktu dan kesempatan nya tuan, boleh saya berbicara sebentar? saya rasa 2 menit saja cukup." Riani tersenyum tipis dengan masih berdiri bersama Serli setelah mengatakan permintaan nya pada Bos Serli.


"Lebih dari 2 menit pun tidak masalah nona, ayo silahkan duduk!" ajak Bos Serli sambil mengarahkan tangannya ke kursi yang ada telah dihadapannya.


Dasar si akik-akik, mulai lagi dah cari mukanya. Hah... orang tua ya... Bathin Serli melirik kesal Bos nya itu.


"Jadi begini pak... maksud kedatangan saya kesini untuk menyampaikan ucapan maaf kepada bapak langsung selaku pimpinan dan bos dari Serli. Kami dari Firma Confiance sama sekali tidak ada maksud untuk mengambil alih pekerjaan Serli atau meremehkan Firma ini. Jadi sekali lagi kami mohon maaf pak." Riani menundukkan kepalanya setelah mengucapkan tujuannya datang pada bos Serli itu.


"Hahaha tidak masalah nona Riani, saya paham juga itu karena anak dari klien kita sendiri yang ingin menyelesaikan kasus orang tua nya. Terlebih Firma kami juga sama sekali tidak dirugikan, karena berita mengekspof bahwa penyelesain kasus atas nama Firma kami." Bos Selri itu tertawa cengengesa memberi penjelasan.


"Baiklah kalau begitu pak, kami pamit dulu" ucap Riani sambil berdiri dari duduknya dan diangguki oleh bos Serli.


"Kamu tidak masuk kerja Serli?" tanya Bos Serli.


"Gak bos, sayakan sekarang cuti" jawab Serli yang hendak membalikkan tubuhnya pergi dari ruangan itu.


"Owh begitu, baiklah" jawab Bos Serli yang kembali duduk di kursinya.


Benarkan tuh akik-akik tua udah pikun, padahal aku minta izin ke dia. Ya ampun... kenapa punya bos bisa kayak gitu. Bathin Serli berdecak kesal.


"Jadi... surprisenya apaan Ser?" tanya Riani penasaran.


"Cie... penasaran ya?" ledek Serli.


"Gak terlalu juga sih, aku hanya khawatir aja. Setelah ini aku rencana mau ke tempat Aisyah, liat kandungannya. Soalnya nanti ada yang mau aku bahas dengan Alisya dan besok hari kembali terbang ke Perancis." Riani menjawab ledekan Serli dengan sekali-sekali menatap layar HP-nya sambil mengetik, membalas pesan sekaligus memberi laporan pada Coty, tentang permintaan maaf pada Firma tempat Serli yang telah diselesaikan.


"Yah... namanya juga orang sibuk" ucap Serli sambil tertawa cengengesan. "Eh tapi aku juga mau dong ikut liat kandungan Aisyah hehehe." Serli masih cengengesan menyambung ucapannya.


"Boleh. Kita sekarang kesana aja?" tanya Riani.


"Eh gak dong! aku udah bela-belain cuti loh habis tau kamu dan dia mau ke Indonesia" jelas Serli nampak cemberut.


"Dia siapa?" heran Riani.


"Ada deh" jawab Serli sambil melirik jam tangannya. "Waduh! kayaknya udah mendarat nih, ayo kita ke bandara sekarang!" ajak Serli sambil berlari kecil diikuti oleh Riani yang kebingungan.


Selesai memasang sabuk pengaman, Serli langsung menancap gas mobilnya menuju bandara.


"Mau ketemu siapa sih sebenarnya? jadi maksud kamu orang yang mau kita jemput sekarang itu surprisenya?" tebak Riani.

__ADS_1


"Yup! benar banget!" angguk Serli sambil tertawa kecil.


"Jangan-jangan gebetan kamu ya? eh... kamu gak ada gebetan ya" ujar Riani nampak sok-sokan berpikir keras.


Serli rasanya ingin menonjok Riani setelah mendengar ucapan Riani tadi, tapi diurungkan niatnya karena fokus menyetir. "Kamu ngomong suka--"


"Suka benar kan?" sambung Riani menyela perkataan Serli sambil tertawa puas melihat sahabatnya itu menahan amarah.


Serli memilih diam dengan wajah cemberut disepanjang jalan walau tetap fokus untuk menyetir, sedangkan Riani sibuk bersantai dengan HP yang ada ditangannya.


Mereka tiba di bandara dan langsung masuk sambil menengok sekeliling, kiri - kanan - depan - belakang.


"Nungguin siapa sih Ser?" tanya Riani yang ikut menoleh ke setiap arah, walau tidak tau siapa yang ingin dicarinya.


"Nah itu dia!" seru Serli semangat.


Riani menoleh ke arah Serli dan melirik arah jari telunjuk Serli. "Hah!?" kaget Riani menatap wanita bertubuh tinggi bak model luar biasa itu.


"Hai" sapa wanita itu sambil memeluk erat kedua sahabatnya, Riani dan Serli.


"How are you Samantha?" tanya Serli dengan bahasa Inggris yang lancar.


"I'm okay. You?" tanya Samantha kembali dengan bahasa Inggris yang sangat kental.


"Aku baik." Serli tersenyum bahagia sambil menjawab pertanyaan Samantha.


"Lama tidak bertemu Riani, padahal kita sebelahan ya" ucap Samantha pada Riani sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum sangat ceria.


"Jadi ini surprisenya?" tanya Riani melirik Serli.


Serli menganggukkan kepalanya. "Sayang nya Haura gak bisa datang, karena banyak jadwal di Oxford" ucap Serli nampak lemas.


"Yah gak masalah kok, lagian Haura juga dosen. Jadi pasti banyak kerjaan hahaha. Omong-omong gimana sama Sir Albern nih Ni? jujur loh aku masih gak percaya sampai sekarang kamu nikah sama Sir Albern. Hahaha" tawa Samantha bahagia.


"Ya udah yok! bicaranya nanti aja di mobil. Kita cari makan dulu yuk!" ajak Serli.


"Ayo!" jawab Riani dan Samantha bersamaan.


Mereka berhenti disalah satu kafe dan langsung memesan minuman dingin sambil bercakap-cakap ria.


"Jadi udah dapat momongan belum nih Ni sama Sir Albern?" tanya Samantha meledek.


"Belom. Lagian kapan kalian mau nikah? udah pada tua loh. Hahaha" ledek Riani balik.

__ADS_1


Serli dan Samantha langsung mengernyitkan kening mereka karena kesal. Sekaligus tertohok atas ledekan Riani.


"Pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral. Bagiku pernikahan hanya terjadi satu kali seumur hidup, jadi aku harus mencari pasangan yang tepat, yang benar-benar mencintaiku apa adanya, bukan ada apanya. Yang tulus sayang padaku dan mau menutupi kekurangan yang ada dalam diriku serta menerima kelebihan yang aku punya. Menikah itu harus siap secara mental maupun fisik juga" jelas Serli sambil menyeruput es kopinya.


Riani dan Samantha tercengang menatap Serli. "Eh ada apa?" tanya Serli heran sambil meletakkan kembali gelas yang diangkatnya dari meja tadi kembali.


"Tumben bener..." ucap Riani dan Samantha bersamaan.


"Lah memang kapan sih aku salah? hahaha" tawa Serli puas.


Riani dan Samantha mendengus kesal melihat sikap Serli yang selalu spontan dan bla-blakan itu.


"Jadi Samantha... ada tujuan apa kamu datang ke Indonesia?" tanya Riani penasaran.


"Owh gak ada apa-apa kok, aku cuman mau jalan-jalan aja" jawab Samantha sambil menyeruput jus jeruk nya.


"Eh... kalau di ingat-ingat lagi, kamu dulu suka sama sir Albern kan Ser?" tanya Samantha sambil melirik Serli, Riani pun ikut melirik ke arah Serli.


"Iya kok, Sir Albern kan masuk ke dalam salah satu incaran cowok dalam list aku" jawab Serli polos.


"Jadi hal apa yang membuat kamu bisa tertarik sama mas Albern?" tanya Riani penasaran pada Serli.


"Hahaha itu pertanyaan mudah kok Ni, pertama karena Sir Albern ganteng, kedua dia tajir, ketiga dia baik, dan keempat dia udah masuk nominasi calon suami idaman" jelas Serli sambil tertawa cengengesan.


"Jadi saat tau Riani nikah sama Sir Albern?" sambung Samantha.


"Biasa aja tuh, aku kan bukannya suka sama Sir Albern. Cuman sebatas mengangumi doang, itu aja gak lebih. Tapi yang pastinya aku bahagia banget melihat sahabat ku mendapat kan suami yang baik" ucap Serli sambil memeluk erat Riani.


"Untuk urusan cinta mu gimana Samantha?" tanya Serli nampak meledek. "Pasti banyak yang suka kan sama Primadona dari Inggris ini" sambung ledekan Serli.


"Biasa aja tuh, belom Jodoh kali. Omong-omong sekarang kamu pacaran sama siapa lagi? mantan udah banyak tapi gak ada satupun yang serius atau diseriusin" balik Samanthe meledek Serli.


"Ih apaan sih! sewot aja deh!" kesal Serli berdecak sebal kemudian kembali berduaan tertawa dengan Samantha tanpa sebab apa-apa.


Riani menatap jam tangannya. Lalu mengetikkan keyboard HP-nya dengan cepat. "Kita ke tempat Aisyah sekarang yuk!" ajak Riani diangguki oleh Serli.


"Aisyah? Aisyah siapa?" tanya Samantah heran.


"Kamu udah lupa? itu loh Aisyah adiknya Riani" jawab Serli.


"Owh iya ya. Jadi ada apa? aku mau ikut juga dong" ujar Samantha semangat.


"Ya jelas kamu ikutlah, memang kamu ada teman disini selain kami? kita mau liat kandungan Aisyah hehe" jawab Serli kembali, seperti dia saja yang berurusan dengan Aisyah.

__ADS_1


"Ya udah ayo!" seru Riani sambil memasang tas kecilnya.


__ADS_2