
Mobil yang dikendarai Serli dan dinaiki oleh Riani dan Samantha berlaju menuju kediaman Aisyah.
"Kandungan Aisyah adik kamu sudah berapa bulan Ni?" tanya Samantha penasaran.
"Hmm... udah 6 bulan" canda Riani.
"Wah masa!?" kaget Samantha.
"Hahaha gak kok, aku bercanda doang" jawab Riani sambil tertawa kecil.
Mobil terus melaju dengan kecepatan rata-rata sampai ke salah satu rumah jenjang itu.
Riani, Serli, dan Samantha langsung turun dari mobil sama menatap sekeliling yang nampak kosong karena tidak ada warga yang lewat, mungkin saja sibuk bertani, kerja, atau sekolah.
"Owh kak, kak Serli, dan..."
"Samantha" ucap Samantha menjawab keraguan dari wajah Aisyah.
"Assalamualaikum Syah" salam Riani sambil tersenyum pada Aisyah.
"Waalaikumsalam kak, ayo masuk kakak-kakak" aja Aisyah sambil membuka lebar pintu rumah.
Mereka bertiga masuk mengikuti langkah Aisyah ke dalam rumah, Aisyah berjalan ke arah dapur dan segera dihentikan oleh Riani.
"Kamu istirahat aja, biar kakak yang bikin minum" ucap Riani sambil menyunggingkan bibirnya tersenyum tipis pada Aisyah.
"Owh baik kak" jawab Aisyah ikut duduk dengan Serli dan Samantha.
"Bagaimana keadaan dedek bayi dalam kandunganmu Syah?" tanya Serli penasaran.
"Alhamdulillah kata dokter baik kak, cuman dalam Minggu ini aku sering mual, makanya ambil cuti dulu untuk 3 hari kedepan ini" jawab Aisyah sambil melirik pada Samantha yang dari tadi diam sambil tersenyum tipis karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bahas.
"Kak Samantha dari Inggris mau ke Indonesia untuk liburan?" tanya Aisyah dalam bahasa Inggris yang fasih.
"Owh akhirnya kalian menganggapku ada, ya Aisyah, aku ke Indonesia mau jalan-jalan dan menghibur diri sejenak" jawab Samantha tentunya dalam bahasa Inggris juga.
"Eh... aneh juga ya kelihatannya, kita di Indonesia tapi bicaranya dalam bahasa Inggris hahaha" ucap Riani yang muncul dari arah dapur sambil membawa 4 gelas teh hangat.
"Dari pada kak Samantha gak ngerti apa yang kita obrolin kak" jawab Aisyah sambil tertawa kecil.
"Kamu dan dedek bayi baik Syah?" tanya Riani diangguki oleh Aisyah.
__ADS_1
"Andi kerja Syah?" tanya Serli ikut diangguki oleh Aisyah.
"Yang jaga kamu saat Andi gak ada siapa?" tanya Serli penasaran.
"Owh Tante sama Om disebelah ada, orang tuanya kak Kirana juga ada" jawab Aisyah sambil tersenyum tipis.
"Hmm... kakak udah lama nih gak mampir ke tempat om dan Tante. Tempat keluarga Kirana juga" ucap Riani.
"Yah.. kakak datangnya di waktu yang salah sih, Tante sama Om sekarang lagi diluar kota ngantar beras biasanya malam udah pulang sih, jadi yang ada cuman adik-adik saja. Tapi mereka sekarang juga disekolah, kalau keluarga kak Kirana lagi liburan di Surabaya" jelas Aisyah.
"Eh omong-omong Kirana itu sahabat kecilmu sama teman pesantren dulu kan ni?" tanya Serli diangguki oleh Riani.
Mereka terus lanjut mengontrol singkat sampai 1 jam penuh, Riani, Serli, dan Samantha pamit pada Aisyah dan melangkah keluar rumah.
"Serli, antarin aku ke tempat Alisya ya! aku masih ada hal yang belum dibahas sama Alisya sore ini" jelas Riani diangguki oleh Serli.
"Yah... kita gak bisa main bareng dong" keluh Samantha.
"Iya sih, lagian aku sekarang masih dalam status urusan pekerjaan, tenang Samantha... saat pernikahan kamu, Serli, atau Haura aku pasti bakal hadir kok hahaha" ledek Riani tertawa puas.
"Mentang-mentang udah nikah nih" cemberut Samantha.
"Riani kapan isinya juga nih? adek mu udah isi loh" balas sindiran dari Serli yang tertawa lega walau masih fokus menyetir.
"Ya udah aku masuk duluan ya! sampai jumpa Serli! Samantha!" seru Riani sambil melambaikan tangannya pada Serli dan Samantha kemudian masuk ke dalam rumah Alisya.
Saat hendak masuk Riani berpapasan dengan mama Alisya, Nadia.
"Eh Tante, Assalamualaikum Tante" ucap Riani sambil menyalami tangan malam Alisya.
"Waalaikumsalam Riani, udah selesai urusannya diluar?" tanya mama Alisya sambil tersenyum tipis sedang membawa tempat penyiram bunganya.
"Iya udah Tante, eh omong-omong mau Riani bantu menyirami tanaman gak Tante?" tanya Riani mengajukan diri.
"Hahaha gak usah. Kamu pasti capek, Tante bisa sendiri kok, lagian mumet juga sama banyak pekerjaan kantor tadi" keluh mama Alisya.
"Hahaha semangat dan kuat selalu ya Tante" ucap Riani menyemangati. "Kalau gitu Riani masuk dulu Tante" sambung Riani diangguki oleh Nadia, mama Alisya.
Riani langsung menuju kamar yang telah disediakan oleh Alisya tadi sambil mengambil wudhu untuk salah Ashar.
Riani mengambil HP-nya yang ada diatas meja dan mulai menanyai lokasi Alisya saat ini.
__ADS_1
Dimana Sya?
Udah di kamar kak. Baru kelar nyelesain tugas kampus, kakak udah balik?
Udah nih
Ya udah, tunggu sebentar ya kak. Biar Aku susul
Oke
Riani menutup HP-nya sambil menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore lewat 30 menit waktu Indonesia.
Tak jarak berapa lama, pintu kamar terdengar diketok oleh seseorang.
"Aku masuk ya kak!" sorak Alisya yang kedengaran jelas dari luar.
"Iya!" jawab Riani sedikit keras biar kedengaran sampai diluar.
Alisya masuk dan duduk di ranjang sebelah Riani.
"Jadi gimana kak? tentang permintaan aku untuk berhenti dan lanjut 5 bulan itu? aku tau aku salah kok kak. Gak komitmen sama ucapan, tapi kita sama sekali memang tidak bisa melihat masa depan kecuali direncakan walau tidak selalu sesuai dengan ekspresi yang ada. Untuk itu Alisya bersedia ganti yang untuk rumah ini yang dibelikan oleh Firma" jelas Alisya sambil tersenyum tipis.
"Untuk rumah ini kamu gak perlu khawatir kok Sya, karena syaratnya dari awal hanya agar kamu mau menandatangani surat magang saja. Setelah magang berakhir resmi rumah ini jatuh ke tangan kamu. Gak ada sangkut pautnya lagi sama firma, sekalian itu feedback untuk bayaran kamu" jelas Riani.
"Tapi apa tidak masalah jika seperti itu kak?" tanya Alisya cemas.
"Hahaha kamu kayak gak tau firma confiance aja, terlebih kakak juga tau kamu yang sekarang pasti sanggup bayar rumah ini berapa kali lipat pun harganya" sambung Riani.
Alisya menundukkan pandangannya. "Maaf ya kak, karena hal ini pula Kakak sampai harus ke Indonesia" ucap Alisya pelan.
"Gak kok, itu karena memang kakak diberi tugas untuk mengantar Aren sampai Indonesia, dan lagi kakak pula yang menarik kamu untuk bergabung dalam firma, jadi hal seperti ini memang perlu dibicarakan langsung, apalagi ini kasus pertama dalam firma ada anak yang mengundurkan diri setelah selesai magang dari firma Confiance" jelas Riani sambil menahan layar HP nya yang tiba-tiba ada pesan masuk tapi Riani memilih untuk menghiraukan pesan itu sejenak.
"Tapi Sya... sebenarnya pilihan untuk kamu mengundurkan diri dari firma itu boleh saja, karena kamu belum menandatangani resmi surat kontrak Anggota tetap, jika saat itu kamu sudah menandatangani nya maka otomatis kamu bakal didenda ratusan miliar rupiah, karena gak sembarang orang bisa masuk ke dalam Firma Confiance. Tapi jika kamu memilih untuk ikut bergabung dalam 5 bulan, kamu harus menandatangani surat kontrak untuk 5 bulan ini, dalam batas waktu itu kakak dan Coty telah sepakat tidak akan ada waktu cuti untuk kamu kecuali saat sakit dan hari Minggu. Jadi... apa kamu bersedia? kemungkinan besar kamu tidak bisa mengurus perusahaan dalam 5 bulan itu atau kembali ke Indonesia" jelas Riani.
Alisya diam sejenak. "Baik kak! kalau begitu Alisya akan segera menyelesaikan kuliah akhir bersama Aren dalam 3 bulan ini lalu berangkat ke Perancis bersama!" jawab Alisya semangat.
"Kamu serius? belakangan ini Anggota firma banyak mendapat tawaran loh bahkan dari klien lama. Makanya kami sangat repot, setelah balik dari kasus pertama bakal langsung maju ke kasus kedua tanpa jeda atau istirahat, jika itu terlalu mendesak. Sampai ada rencana untuk menambah Anggota baru. Kamu siap menjalani semuanya dengan baik?" tanya Riani kembali.
"Tentu" angguk Alisya cepat.
"Kalau begitu bisa kamu tanda tangan kontrak nya sekarang?" tanya Riani sambil menyodorkan kertas tebal bermotif itu pada Alisya.
__ADS_1
Alisya menganguk dan langsung membaca kilat isi surat kontrak dan menandatangani nya. "Seperti nya Kakak sudah tau jawabanku ya?" tanya Alisya diangguki oleh Riani sambil tersenyum tipis.
-Akhir di Indonesia-