ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S3 - Chapter 23


__ADS_3

Manquer Elis yang sedari tadi banyak diam karena mendengar penjelasan madam Drena dan voting dari anggota lainnya kini angkat bicara.


"Aku belum memilih loh Cammy" ujar Manquer Elis sambil mendehem pelan.


Cammy melirik sejenak ke arah Manquer Elis dan mulai menyimpan Handphone nya "Owh aku pikir manquer juga tidak ikut memilih hahaha, jadi pilihan Manquer siapa? tapi itu bukannya tetap tidak akan mengubah hasil akhirnya bukan?" tanya Cammy menyelidik.


"Yah... setidaknya aku juga ingin menyalurkan pendapatku" jawab Manquer Elis sambil melirik Riani untuk meminta persetujuan dari Riani, Riani mengangukkan kepalanya dan tersenyum tipis pada Manquer Elis.


"Pilihan saya, Coty dengan Chloe. Alasannya bagi saya adalah karena kalian lah yang paling tepat dan paling bisa diberi amanah untuk tugas dan jabatan ini, saya yakin kalian bisa mengembannya dengan baik" jelas manquer Elis.


Coty dan Chloe mengangguk yakin mendengar jawaban dari manquer Elis.


"Nah... karena semuanya udah memilih, untuk Coty dan Chloe apa kalian sanggup mengembangkan amanah ini dengan baik?" tanya Riani.


Coty dan Chloe menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Riani.


"Baiklah, sebelum itu silahkan sampaikan sepatah dua patah katanya ketua dan wakil ketua baru firma Confiance!" seru Riani turut membagi semangat untuk yang lainnya.


Mereka semua yang ada diruangan itu bertepuk tangan kecuali Coty dan Chloe.


Coty menghela panjang nafasnya sejenak "terimakasih atas kepercayaan teman-teman semua padaku, aku akan mengemban amanah dan tanggung jawab ini dengan sebaik mungkin" tutur Coty.


"Aku juga ingin berterima kasih atas kepercayaan dari teman-teman semua, rekan-rekan hebatku, keluarga besar firma Confiance ku, sahabat, kakak, dan adik untukku. Aku akan berusaha untuk melaksanakan tugas ku dengan sebaik mungkin, dan In Syaa Allah aku akan amanah dan bertanggung jawab dalam jabatanku" sambung Chloe setelah mendengar penjelasan Coty tadi.


Riani menepuk tangannya satu kali "Ok semuanya, dengan ini semuanya dinyatakan bahwa Coty dan Chloe kini, malam ini, disaksikan oleh kalian semua, menjadi ketua dan wakil ketua pimpinan firma Confiance!" ujar Riani kembali.


"Tapi sebelum itu... bagaimana dengan pendapat dari Violet, madam Mavey, dan madam Acrel. Riani?" tanya Aimee heran.


Riani tersenyum mendengar pernyataan Aimee "tenang saja... mereka sudah sepakat untuk menerima hasil rapat kita hari ini dengan baik, siapapun yang jadi pimpinan mereka mempernyai sepenuhnya.


Aimee dan yang lainnya menganguk paham atas penjelasan Riani.

__ADS_1


"Pekerjaan baru nanti akan ku serahkan terimakan padamu Coty, dan begitupun untuk Chloe, kamu bisa menanyai detail tentang tugasmu pada Manquer Elis. Aku tidak perlu memberi kamu penjelasan tentang tugasmu lagikan Coty?" tanya Riani kembali pada Coty.


Coty mendesis sebal "bagaimana mungkin aku perlu mendengar penjelasan darimu lagi, bukankah kamu sudah memaksaku untuk menyelesaikan tumpukan tugasmu itu sampai membuatku tidak bisa tidur untuk 2 malam, dengan dengan seenaknya kamu malah memintaku untuk cuti 1 hari saja yang kamu bilang 2 hari sejak kamu datang itu" jelas Coty sebal.


"Hahaha aku tidak memaksamu, bukankah kamu juga yang menyetujui semuanya?" tanya Riani kembali.


"Hah.... baiklah, tapi dengan itu aku jadi tau betapa beratnya tugas seorang pimpinan di firma confiance ini" jawab Coty.


"Ok semuanya! karena tugas akhir ku sudah beres, kalian bisa kembali istirahat ke kamar masing-masing dan selamat bekerja kembali untuk esok!" tegas Riani sambil tersenyum lebar.


"Sepertinya semua beban mu sudah terangkat ya Riani?' duga Chloe sambil berdiri dari duduknya.


Riani menoleh ke arah Chloe dan tersenyum tipis.


"Baiklah semuanya, saya juga ingin mengucapkan selamat bekerja untuk besok!" sahut Coty.


Mereka semua yang ada diruangan itu mengangukkan kepala "selamat tidur Riani" ujar Enne sambil melambaikan tangannya pada Riani.


Setelah semua yang ada diruangannya telah kembali ke kamar apartemen mereka masing -masing, Riani langsung beringsut ke kamar dan menghempaskan tubuhnya sambil menghela panjang nafasnya.


"Mas Albern gimana yang sekarang?" gumam Riani kembali nampak heran.


Riani beringsut dari kasurnya ke meja dan langsung mengambil HP yang ada atas meja seberang kasur.


Saat hendak menghubungi suaminya itu Riani melihat layar HP yang langsung ada panggilan masuk dari Albern, Riani langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar HP-nya.


"Halo Assalamualaikum mas, baru tadi aku mau menghubungi, eh kamu udah nelpon duluan" salam Riani sambil memberikan penjelasannya.


"Waalaikumsalam sayang, kalau begitu artinya kita sehati dong ya" canda Albern yang membuat beban Riani yang sudah terangkat tadi semakin ringan.


"Hahaha jadi ada apa mas menelepon? tumben, biasanya selama aku di Indonesia mas gak pernah menghubungi, atau jangan-jangan saat itu mas lagi selingkuh ya sama Rasy?" ledek Riani.

__ADS_1


"Hmm... kenapa ya? mas mungkin lagi kangen sama istri cantik mas ini? lagian gak mungkin mas bisa selingkuh sama wanita lain, kan yang mas cintai cuman kamu" canda Albern.


"Hmm... mana tau kan? mungkin mas tebar pesona di kampus kali? jadi mahasiswi-mahasiswi disana pada salah fokus dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, mereka mikir kayak gini, berondong pun jadi lah, asal ganteng dan tajir hahaha" tawa Riani puas meledek suaminya.


"Owh atau jangan-jangan kamu yang dulu kayak gitu? jadi kamu udah jatuh cinta pada pandangan pertama denganku sayang? dan saat menerima lamaran aku kamu mikirnya gak papa lah berondong asal ganteng dan tajir?" canda Albern kembali.


"Hahaha mana mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mas, GR banget sih hahaha, tapi kalau alasan saat aku mau menerima lamaran mas mungkin memang benar karena mas ganteng dan tajir" tawa Riani kembali puas.


"Jadi kalau mas gak ganteng dan gak tajir kamu gak mau sama mas?" tanya Albern kembali.


"Hmmm kayaknya enggak deh" jawab Riani yang kini sedang menahan tawanya.


"Aduh, mas pengen nyubis istri mas yang menggemaskan ini sekarang nih" ujar Albern.


"Hahaha untung aku gak ada disebelah mas ya sekarang" ucap Riani.


Obrolan singkat mereka habis, nada telepon kembali hening sejenak.


"Mas..." gumam Riani.


"Ya ada yang mau kamu omongin?" tanya Albern.


"Hahaha bukankah mas yang memang mau mendengar nya? ada ya laki-laki se kepo ini, lebih rempong dari pada emak-emak" canda Riani meledek Albern.


"Gak apa-apa dong, mas kan kepo soal istri yang sangat mas cintai" jawab Albern.


"Hahaha paling bisa ya mas menjawab, jadi... sekarang aku sudah tidak menjadi pimpinan firma lagi mas, pas tidak perlu menanyakan apakah aku yakin dengan pilihan ku atau tidak, yang jelas saat ini aku sangat yakin dengan keputusan yang telah aku ambil, aku ingin menjadi istri yang lebih berbakti pada suaminya, aku ingin meluangkan banyak waktu ku dengan mas, apalagi sekarang maraknya pelakor yang ada dimana-mana, aku takut mas jadi tergoda karena kurang godaan dari istri, dan ujung-ujungnya mas minta izin menikah lagi" jelas Riani yang tetap memasukkan candaan nya di akhir cerita.


"Kalau benar begitu keinginanmu, mas tidak bisa juga untuk merubahnya, tapi terimakasih sudah mau memikirkan mas, terimakasih sudah mau mengorbankan jabatan mu untuk mas, jujur... mas sangat beruntung memiliki istri yang pengertian sepertimu sayang" jelas Albern.


"Justru akulah yang paling beruntung memiliki suami seperti mas, yang tidak pernah membentak atau marah-marah padaku sejauh apapun kesalahan yang telah aku perbuat, yang sabar atas semua hidup ku, bahkan yang bisa membuat aku sampai takut untuk kembali merasakan kehilangan, rasa yang tak pernah aku rasakan pada orang lain kecuali keluargaku, ayah... ibu... dan Aisyah adikku. Kini jujur... aku tidak mau kehilangan mu mas, aku ingin kamu selalu ada di sisiku, selalu ada untukku, seberat apapun cobaan hidup kita nanti, apa kamu yakin masih ingin bersamaku mas?" tanya Riani.

__ADS_1


"Tentu aku akan selalu bersamamu sayang, bukanlah itu sudah janjiku untuk selalu menemanimu, sampai maut memisahkan kita?" tanya Albern kembali.


"Terimakasih mas, aku mempercayaimu" ucap Riani tersenyum tipis mendengar jawaban dari Albern.


__ADS_2