
Mendengar ucapan Chloe saat itu wajah Riani nampak sedih,dia tak ingin berpisah dengan orang orang yang ada dengannya di Perancis secepat ini, seperti Manquer pamela yang mau menerima riani bekerja di firma ini setelah mendengar ujatan Riani,Enne yang selalu membimbing Riani dan menemani Riani dalam sidang pertamanya,Chloe yang selalu membantu Riani setiap saat,Madam Mavey yang memotivasi Riani,Andi yang mampu membuat Riani kembali tersenyum, Monsieur yang sering mengantar jemput Riani dan tentunya Iven yang mengajarkan Rian rasa peduli antar saudara
Namun Riani juga ingin segera menemui sahabat sahabatnya di Inggris,serli teman pertama Riani yang telah membuat Riani mengenal Samantha yang selalu membantu Riani setiap saat, Haura yang selalu mengingatkan Riani pada Allah SWT,dan Sir Albern yang selalu membimbing Riani dengan baik
Nyatanya pertemuan dan perpisahan sementara mereka mengajarkan Riani banyak pengalaman dan arti dari bagaimana cara menikmati hidup
Keseharian Riani dengan mereka lah yang menyadarkan Riani betapa berharganya diri Riani di dunia ini
"hei,aku masih memikirkan apa maksud madam mavey dulu saat dia mengatakan dirinya adalah mantan sekretaris?,bukankah madam mavey masih bekerja di Firma?"tanya Riani
"owh itu,dulu madam mavey memang sekretaris Firma, namun madam mengundurkan diri karna di usianya yang sudah berumur itu madam tak bisa lagi untuk terlalu menyibukkan dirinya sendiri dengan kegiatannya sebagai sekretaris dan menyelesaikan kasus atau sidang,jadi madam meminta manquer pamela untuk mencarikan penggantinya "jelas chloe
"lalu siapa penggantinya?"tanya Riani
"namanya Cammy Destie,saat ini dia sedang menyelesaikan kasusnya di Singapura,dia wanita Jenius berdarah Perancis yang sangat cantik, selain tegas dan disiplin akan waktu,Cammy juga tipe wanita yang sangat ambisius dan punya tekad besar untuk selalu maju, Manquer Pamela memutuskan Cammy sebagai sekretaris"ucap Chloe
Riani mengangguk paham
"dan satu pertanyaan ku lagi,siapa yang saat ini menjabat sebagai wakil dari manquer pamela?"tanya Riani
"Elisea Delphine Celeste,atau yang akrab disapa dengan panggilan Manquer Elis,dia seorang wanita yang sudah memiliki 2 kembar yang saat ini sudah berusia 3 tahun, Manquer Elis adalah wanita yang begitu menjunjung tinggi nilai sosialnya,dia wanita yang ceria dan mudah akrab dengan siapa saja"ucap Enne
"apa kalian sudah berbaikan?"tanya Riani yang langsung membuat enne dan Chloe tersentak kaget
"sudah"jawab Chloe
__ADS_1
"serius?!kapan?!"tanya Riani semangat
"rahasia dong hahaah"tawa enne
***
saat kembali dari mini market dengan Riani,Chloe jadi paham betul akan kesalahan dan keegoisannya begitupun dengan enne yang selalu diingatkan oleh Riani tentang dosa yang akan merusak amal ibadah nya,Chloe tak ingin hubungan nya dengan enne berakhir begitu saja dengan keadaan yang saling membenci, begitupun dengan enne yang tak ingin terus menyimpan perasaan bencinya pada Chloe
Setelah dari mini market saat itu,Chloe bertindak lebih dulu untuk meminta maaf pada enne,Chloe berjalan ke arah apartemen Enne,saat ingin membuka pintu,Enne pun keluar dari apartemen dengan style pakaian olahraganya
"ada apa?"tanya enne
"hmmm ini--"
"mau menemani enne olahraga?"ajak enne
Chloe paling mengerti akan Enne,saat pikiran enne begitu banyak dan hatinya sesak,maka enne akan melakukan jogging malamnya
"Chloe...enne mau minta maaf"ucap enne memulai pembicaraan
"gue juga...maaf enne"ucap Chloe
"maafin ke egoisan enne yang saat itu tak mendengar kan pernyataan Chloe!hiks...hiks... maafkan semua salah enne Chloe"ujar enne dengan air matanya yang berjatuhan dengan cepat
Chloe memeluk enne dan mencoba menenangkannya
__ADS_1
"enne maaf...maafkan gue yang gak pernah bisa menenangkan lo saat itu,maafkan gue yang terlalu memaksakan argumen gue saat itu"ucap Chloe
Pertengkaran mereka diawali dari saat mereka menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan berantai anggota kepolisian di Jepang
Saat itu Chloe menemukan beberapa bukti yang masih tidak jelas,tapi Chloe yakin pembunuh nya adalah komandan kepolisian itu sedangkan enne berpikir sebaliknya,enne percaya dengan lebih mempercayai Indra ke 7 nya saat itu,bahwa pelaku nya adalah korban yang telah meninggal
Pembunuhan berantai anggota kepolisian itu terjelaskan dengan semua yang terbunuh saat itu adalah perwira kepolisian yang sama sama menyelesaikan kasus bom nuklir dengan banyak personel saat itu adalah 9 orang namun kini hanya tinggal 3 orang sebab 6 lainnya telah meninggal dunia
Enne begitu ngotot dan selalu berdebat dengan Chloe bahwa pembunuhnya adalah korban ke 6 yang telah meninggal tanpa bukti dan alasan yang jelas
Chloe tau betul bahwa Indra ke-7 Enne tak pernah salah,tapi ada saatnya Indra ke 7 Enne bukan melihat kan masa depan atau masa lalu,ada saatnya Indra ke tujuh Enne melihat kan tentang kecemasan yang terbentuk dalam pikiran Enne yang gelisah menjadi penglihatan masa lalu untuk Enne sendiri
Korban ke-6 yang meninggal saat itu tidak lain adalah pria yang selalu membantu Enne menyelidiki kasus saat itu, sebelum kedatangan Chloe dan Enne dijepang,orang yang terbunuh hanya 3 orang, setelah kedatangan meraka bertambah kembali menjadi 6 orang
Chloe tak bisa memecahkan kasus itu sendirian dengan keadaan Enne yang saat itu begitu menghawatirkan
Jadi setelah melaporkan keadaan disana pada Manquer Pamela,Violette Madeleine seorang gadis muda yang merupakan anggota baru di Firma saat itu menyodorkan dirinya untuk membantu penyelidikan mereka di Jepang
Setelah kedatangan Violette kasus dan sidang berjalan dengan baik, Violette memutuskan dari semua bukti yang ditemukan oleh Chloe dan argumen dari Enne dengan pasti ditetapkan tersangka kasus itu adalah 3 orang yang selamat, status mereka dari tersangka menjadi pembunuh
Sejak saat itu Chloe dan Enne menjadi bertentangan,kasus yang dipercayakan oleh Manquer Pamela pada mereka malah harus diselesaikan oleh Violette yang baru selesai dari pelatihan magangnya
Betapa malu nya Chloe dan Enne saat itu pada Violette yang kini tengah berlibur di Inggris, betapa malunya Chloe dan Enne pada semua anggota Firma karna perbedaan pendapat mereka akhirnya mereka dialih tugaskan
Rasa percaya diri mereka sebagai pengacara saat itu lenyap
__ADS_1
Violette lah yang kembali membangkitkan rasa percaya diri mereka dengan kata katanya "kita pengacara,bukan detektif,kita berjuang demi menegakkan kesaksian dan kemenangan dari klien kita,bukan berhipotesa saja, tanpa bukti dan argumen dari kalian, mungkin Violette tak akan bisa menyelesaikan sidang itu,walau sidang itu beralih atas nama Violette,namun penyelesaiannya tetaplah kalian" ucap Violette
Namun Violette tak mampu membalikkan rasa persaudaraan mereka sampai saat kedatangan Riani