
Riani mulai bergelut dengan tumpukan profil data-data mahasiswi yang akan menjadi calon anggota Firma Confiance itu nantinya.
Riani membaca satu persatu dengan teliti dimulai dari tumpukan pertama yaitu Negara Malaysia.
Fatehah Nursila, kelahiran 21 Maret, usia 23 Tahun. Sudah mau lulus ternyata. Gumam Riani membaca kalimat yang tertulis diawal sampul data Mahasiswa yang bernama Fatehah itu.
Lanjut, Riani membaca riwayat hidupnya yang berasal dari panti asuhan. Kehilangan orang tua diusia 3 tahun karena kecelakaan kerja (Ayah) dan Ibunya yang meninggal saat melahirkannya. Terkenal pintar dan rajin selama dibangku sekolah, kuliah di Universitas jurusan hukum terbaik di Malaysia.
Amelia Taylor, kelahiran 11 Februari, usia 22 Tahun. Lebih muda dari wajahnya. Gumam Riani menatap foto mahasiswi dari Inggris itu.
Lanjut, Riani membaca riwayat hidupnya. Lulusan sekolah elit selama di Inggris dengan biaya dibayar pemerintah Inggris. Anak dari pasangan dari seorang guru honorer dan ibu rumah tangga yang tuna wicara. Anak pertama dari 3 bersaudara.
"Luar biasa, apakah dia punya ketertarikan dengan Firma Confiance?" bathin Riani heran.
"Hai! Lagi baca ala Riani?" tanya manquer Elis sambil memegang bahu Riani dan memajukan kepalanya melihat dokumen yang sedang dibaca Riani.
"Dia calon kandidat anggota baru Firma?" tanya Manquer Elis diangguki oleh Riani. "Waw! aku boleh baca?" tanya Manquer Elis kembali diangguki oleh Riani.
Mereka mulai bergantian membaca profil dan data-data dari 12 Mahasiswi dengan 4 Negara Asal yang berbeda itu.
Manquer Elis mulai membaca lembaran pertamanya. Seorang Mahasiswi dari Indonesia.
Anggun Rahayu, kelahiran 1 Juli, usia 23 tahun. Pemegang juara umum dalam ilmu bela diri seperti pencak silat dan taekwondo dari usia 12 tahun sampai sekarang. Orang tua laki-laki asli Jawa. Dan orang tua perempuan asli Minangkabau. Punya nilai dan prestasi yang baik selama sekolah.
Sering menang lomba pidato adat selama menginjak bangku sekolah, lahir dan besar di kota Padang. Kuliah merantau ke kampung halaman bapaknya, Jawa. Suka menonton dan membaca Film, Komik, Buku Cerita, dan Novel misteri.
__ADS_1
Wah... luar biasa! Bathin Manquer Elis kagum .
Riani kini beralih ke dokume ke-3 nya. Masih dari Inggris.
Yovanka Milly, kelahiran 30 September, 23 tahun. Universitas Oxford, Inggris. Adik tingkatku? Bathin Riani sambil membalik lembaran selanjutnya.
Suka dandan, banyak bacot, tapi Jenius! Yovanka Milly, selain seorang mahasiswi Universitas Oxford yang pernah ikut pertukaran pelajar ke Thailand. Dia juga pemenangan Debate Internasional di London dan juara umum, semuanya diperoleh karena bacotannya selama ini.
Riani mengernyitkan keningnya sambil tersenyum kaku. Dia punya keahlian yang luar biasa, tapi siapa yang membuat data diri tentang dirinya ini? seperti cerita komedi? Bathin Riani heran.
Riani dan Manquer Elis terus melihat masing-masing dari profil mahasiswi-mahasiswi itu, sampai dilembaran ke-12 nya Riani langsung menghela panjang nafasnya sambil meregangkan badan. Berbeda dengan Manquer Elis yang masih fokus menyelidik pada lembaran ke-10 nya saat ini.
"Manquer, aku ke toilet dulu ya" ucap Riani diangguki oleh Manquer Elis.
Selesai dari toilet Riani sudah melihat 3 orang wanita mengelilingi meja yang seharusnya tempat kerja Riani.
"12 orang ini Riani?" tanya Cammy dalam keadaan masih memakai jaket dan syalnya serta masih menyandang tas ransel nya sambil tetap membalik-balik dokumen yang ada ditangannya.
Begitupun dengan madam Mavey yang entah sejak kapan datangnya, tapi sudah duduk manis di bangku Riani sambil ikut membalik-balik dokumen tentang profil mahasiswi-mahasiswi itu ditangannya.
"Hei kalian berdua, Cammy dan Madam Mavey. Apa kalian sudah melapor pekerjaan pada Coty?" tanya Riani yang langsung membuat Cammy dan Madam Mavey tersentak kaget. Mereka langsung berlari menuju ruangan ketua, Coty.
"Hahaha padahal mereka lagi asyik-asyiknya loh Riani" ucap Manquer Elis sambil menutup dan menumpuk dokumen terakhir yang dipegangnya tadi.
Manquer Elis mulai mengeluarkan laptopnya dan membuat jarinya menari di atas keyboard laptop.
__ADS_1
Selang beberapa puluh menit kemudian, Madam Mavey diikuti oleh Coty dan Cammy keluar dari ruangan pimpinan itu, tepat saat mereka keluar Violette juga telah datang.
"Okey, karena semuanya sudah datang kita mulai saja rapatnya sekarang?" tanya Coty diangguki oleh ke lima orang itu.
Riani, Manquer Elis, Madam Mavey, Cammy, dan Violette mulai duduk melingkar. Coty berdiri disampingnya papan putih yang ada dibelakangnya saat ini.
"Baiklah semuanya, kalian bisa membaca dulu profil 12 Mahasiswi yang ada diatas meja itu. Setelah itu kita akan memulai voting dengan satu orang sebanyak 2 suara saja. Dari 12 data Mahasiswi yang ada disana, kita hanya akan mengambil 3 orang" jelas Coty diangguki paham oleh mereka semua.
Madam Mavey, Cammy, dan Violette mulai fokus membaca dan meneliti isi data profil para Mahasiswi itu. Sedangkan Riani dan Manquer Elis yang sudah selesai membaca dan menuntukan pilihan memilih untuk diam sambil memperhatikan apa yang ditulis Coty didepan, tepatnya di papan tulis putih itu dengan coretan tinta spidol hitamnya.
"Oke semuanya, sekalian membaca data-data itu tolong dengar apa yang aku katakan juga" jelas Coty yang memulai pembicaraannya.
"Firma kita, Firma Confiance kini akan memaksimal anggota firma sebanyak 15 orang, tentu saja ini sudah jadi persetujuan oleh Manquer Pamela, selaku pemilik Firma. Dalam hal ini, Mahasiswi-mahasiswi yang kini kalian baca datanya itu adalah mahasiswi-mahasiswi yang ingin sekali untuk bergabung dengan Firma kita, firma Confiance. Tapi sayangnya... 12 Mahasiswi berbakat dan luar bisa itu hanya akan terpilih 3 orang dari 12 Mahasiswi itu saja. Kalian semua yang ada disini diberi kepercayaan oleh rekan-rekan kita yang lainnya, yang sedang menjalankan tugas mereka diluar sana. Jadi saya harapkan kalian dapat bekerja dengan baik. Kita akan mempercepat semua hari kelulusan mereka menjadi 1 bulan setelah 1 Minggu magang. Termasuk mempercepat waktu kuliah Alisya dan Aren yang sekarang sudah ada di Indonesia, untuk melanjutkan pendidikan mereka" jelas Coty sambil menghirup nafas sejenak.
Semuanya fokus pada bahan bacaan dan sekali-sekali melirik pada Coty dengan tetap mendengar kan penjelasan dari Coty.
"Jadi aku harap kalian bisa memilih dengan bijak disertai alasan yang kuat pastinya. Anggota aktif kita sekarang hanya 11 orang, ditambah Aren dan Alisya menjadi 12. Tapi sayangnya Alisya hanya mendatangi kontrak bergabung untuk 5 bulan" jelas Coty yang membuat Violette yang dulu adalah pembimbing Alisya tersentak kaget lalu kembali fokus pada lembaran terakhirnya.
"Karena alasan keluarga, dan harus mewarisi perusahaan orang tuanya, karena itu kita akan mengambil 3 orang anggota baru untuk firma agar cukup 15, dan sebelum itu karena banyaknya pekerjaan kita untuk sekarang, Manquer Pamela akan kembali turun kelapangan sebagai pengacara selama 1 bulan ke depan" sambung Coty.
Violette, Cammy, dan Madam Mavey mengangkat tangan mereka pertanda sudah selesai membaca dan menuntukan pilihan.
Pilihan untuk 3 orang anggota baru firma Confiance kini telah dimulai, disuarakan pertama oleh Manquer Elis disertai alasan yang kuat dan jelas sampai diakhir Violette yang duduk sebelah kiri Manquer Elis.
-Akhir cerita dibulan ini-
__ADS_1