
Kret...
Aisyah menoleh ke arah pintu yang dibuka perlahan, nampak Andi sedang masuk ke kamar dan menuju arah Aisyah.
"Ada apa dek?" tanya Andi.
Aisyah menggelengkan kepalanya "memangnya ada apa?" balik tanya Aisyah.
"Aku merasa kamu berbeda saat ini" jawab Andi.
"Berbeda seperti apa?"
Andi menggelengkan kepalanya "sudahlah... apa saat ini kamu sedang dapat?" tanya Andi yang menyadari emosi Aisyah naik turun.
"Tidak" jawab Aisyah sambil berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju meja makan.
Bagaimana mungkin aku sedang datang bulan Bathin Aisyah.
Aisyah membuka tudung yang ada di meja makan, dia baru ingat bahwa pagi tadi belum sempat untuk memasak, dan dia juga pulang terlalu malam hingga tak sempat memasak makanan untuk Andi, padahal jam sudah menunjukkan pukul 21.48 malam, berarti Andi sehabis pulang kerja tadi belum makan sama sekali karena menunggu Aisyah.
Aisyah merasa bersalah pada Andi, Aisyah kembali ke kamar dan melihat Andi yang sedang memegang kepalanya dengan kedua tangannya, sepertinya Andi dilema akan sikap Aisyah padanya.
Aisyah tersenyum menatap suaminya itu, kini Aisyah percaya bahwa Andi benar-benar mencintainya.
Aisyah mengenggam tangan Andi, Andi kaget dan menoleh ke arah Aisyah.
"Maaf... aku lupa membuatkan makan malam untukmu" ucap Aisyah.
"Tidak masalah, aku hanya ingin kamu baik-baik saja" ucap Andi sambil melepas pelukan pada Aisyah.
__ADS_1
Aisyah membalas pelukan Andi.
"Mau makan diluar?" tanya Andi pada Aisyah.
Aisyah menganguk sambil melepas pelukannya kembali pada Andi.
Andi menghidupkan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya itu.
Didalam perjalanan Aisyah masih terdiam, karena teringat akan apa yang dikatakan Serli padanya tadi, Aisyah paham betul bahwa apa yang diputuskan nya nanti pasti akan selalu menjadi jurang curam untuk dirinya jika menyangkut perasaan itu kembali.
Jika Aisyah memilih untuk diam, maka dia tak akan pernah tau apa jawaban sebenarnya dari semua yang dipikirkan nya, dan mungkin saja hal itu nantinya malah akan jadi penyesalan terbesar. Jika dia memilih untuk membuka mulut, mungkin saja nantinya akan ada hal hal yang diinginkan terjadi, atau bahkan kisah yang diceritakan oleh Serli tadi mewujud menjadi kenyataan.
Aisyah menghela nafas lelahnya, Dia jadi sulit untuk berpikir disaat kehamilan ini.
Andi melirik heran Aisyah yang seperti nya banyak pikiran berat "Ada apa dek?" tanya Andi.
"Owh tidak ada apa-apa kok mas" jawab Riani cepat.
Mereka tiba disebuah restoran keluarga yang nampak mewah, sebelum Andi membuka pintu mobil untuk Aisyah, Aisyah sudah duluan berada diluar.
Aisyah mengandeng tangan Andi memasuki restoran dan memilih duduk dimeja yang nampak lebih sepi. Seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka.
Aisyah menyebutkan semua menu yang ada dipikirannya saat ini, sampai membuat Andi tercengang. Aisyah benar-benar belum bisa sepenuhnya melupakan kisah yang diceritakan serli tadi.
"Dek... dek... Syah!" panggil Andi yang tak kunjung disahut oleh Aisyah.
Andi langsung menggenggam erat tangan Aisyah, membuat Aisyah tersadar dari lamunannya.
"Kamu sebenarnya sedang memikirkan apa dek? makanan sudah datang dan mas sudah memanggil mu dari tadi, tapi tak kunjung kamu sahut, jika ada yang jadi beban dalam pikiran mu, tolong ceritakan saja pada mas" ucap Andi.
__ADS_1
Aisyah tersenyum tipis pada Andi "mas... seandainya ada sebuah racun yang bisa menghancurkan kepercayaan dalam membangun rumah tangga, tapi hal itu malah menjadi racun mengalir bagi dirimu sendiri yang akan merenggut nyawamu malam nanti jika tau urung kamu bagi pada pasangan mu itu dan untuk mengurangi kadar racun itu kamu memang lah harus membagi nya pada pasangan mu sendiri, tapi efeknya bisa saja kalian berdua meninggal dunia dengan racun itu dalam kurun waktu yang terbatas , lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aisyah.
"Sepertinya perlogikaan mu terlalu sulit untuk mas, dek. Mas tak terlalu memahami maksud mu, Tapi jika racun itu malah menjadi penghancur untuk dirimu sendiri, maka bagi lah bersama pasangan mu itu, dia mungkin saja akan tersakiti, tapi itu lebih baik dari pada melihat pasangan nya sendiri, orang yang amat sangat dia cintai dan sayangi malah tersakiti karena ikut memikirkan nya" jawab Andi.
"Lantas bagaimana dengan rumah tangga mereka?" tanya Aisyah kembali.
"Jika racun yang dibaginya itu malah membuat rumah tangganya sendiri jadi hancur, maka biarlah... jika rumah tangga meraka memang benar-benar jadi hancur itu pertanda dari awal mereka memilih bersatu bukan berdasarkan cinta dan kepercayaan, tapi hanya berdasarkan ego kecilnya saja" jawab Andi.
Aisyah kembali tersenyum mendengar jawaban dari Andi.
"Dan... apa racun itu sekarang ada pada dirimu?" tanya Andi.
Aisyah kaget mendengar pertanyaan Andi, dan memilih diam sambil menyantapi banyak makanan yang ada dihadapannya saat ini. Aisyah tak sadar dia memesan makanan sampai memenuhi meja yang besar ini.
***
Cast back to Riani
Pagi yang sedikit mendung di Bandung, tak seirama dengan perasaan yang dirasakan Riani kini, dengan rasa bahagia bisa berdiri kembali di tanah air tercinta nya INDONESIA. Riani seorang diri saat ini, untuk berjumpa dengan salah seorang mahasiswi hukum di salah satu universitas terbaik di Bandung.
Riani memanggil taxi yang lewat didepannya untuk langsung menuju universitas, karena sedari awal Riani memang tidak membawa barang-barang dari Perancis, dan salah satu alasan lainnya hanyalah karena Riani ingin melihat cara belajar mahasiswi itu di kampusnya.
Dengan langkah penuh semangat dan percaya diri, Riani melangkah kan kakinya memasuki kampus itu. Tak sedikit mahasiswa maupun mahasiswi yang melintas di sekitan gedung jurusan hukum menatap Riani sambil berbisik.
Sepertinya mereka masih ragu jika salah satu anak bangsa yang terpandang dan terhormat berkat prestasinya di dunia bisa ada di kampus mereka saat ini, nama Riani sudah terkenal harum dibanyak belahan negara dunia, karena prestasinya selama menjadi pengacara dalam kasus-kasus besar dunia selama ini. Dan salah satunya adalah Keterikatan Riani yang tergabung dalam Firma terbaik dunia.
Riani tersenyum ramah menatap mereka satu persatu, kaki Riani terus melangkah menuju ruangan besar yang ada di gedung kampus itu.
Dekan yang ada diruangan itu kaget menatap Riani dan langsung menyambut kedatangan Riani dengan hangat.
__ADS_1
"Ada apa pengacara dunia bisa ada di kampus kami ini? wah... ini benar benar suatu kehormatan" ucap dekan laki-laki itu yang nampak senang.
Riani tersenyum mendapat sambutan hangat di kampus ini "Boleh saya membahas sesuatu dengan anda pak?" tanya Riani yang langsung diangguki oleh dekan itu.