ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S3 - Chapter 22


__ADS_3

"Pertama saya akan memberikan penilaian menurut pendapat saya sendiri dimulai dari wanita yang duduk disebelah saya kini" ujar Madam Drena sambil menatap serius Chloe, membuat Chloe jadi merinding.


Melihat ekspresi wajah Chloe membuat madam Drena tersenyum tipis "selama yang saya tau, Chloe merupakan salah satu biang masalah di dalam Firma, namun karena itulah suasana di firma menjadi terasa hidup dan berwarna, walau biang masalah, tapi Chloe adalah wanita yang baik, ramah, pemaaf, walau terkadang menurut pendapat saya ada sisi egois dan emosional yang cukup tinggi dalam dirinya, sejauh pengalaman saya yang pernah sidang bersama Chloe, saya tau betul Chloe selalu menggunakan logika dalam penyelesaian masalahnya dari pada menggunakan bathin atau firasatnya sendiri" jelas madam Drena sambil tersenyum tipis kembali pada Chloe.


Kemudian Madam Drena menatap wanita yang duduk disamping Chloe yang tidak lain adalah Cammy.


"Saya yakin tidak ada kesalahan dalam diri saya madam" ucap Cammy menyombongkan diri.


Madam Drena tersenyum sinis menatap Cammy "kamu yakin Cammy?" tanya madam Drena sambil mengeluarkan HP-nya yang ada di dalam tas kecilnya.


Cammy menelan ludah setelah mendengar perkataan Madam Drena tadi.


"Saya tau kamu wanita yang pintar Cammy, bahkan kepintaran dan ketanggapan mu itu membuat Pamela sampai memilih kamu untuk menjadi sekretaris firma, tapi jika bisa dibilang--tapi ini memang harus dibilang, kamu memiliki sifat percaya diri yang terlampau tinggi Cammy. Kamu sering menyombongkan dirimu sendiri, kamu sering menyanggah perkataan dan perintah orang lain, walau begitu kamu tetap melakukan dan menjalan perintah itu. Saya pun tau prestasimu selama di Firma Confiance Cammy, bahkan saat pertama kali mengenal mu, saya paham betul bahwa omonganmu senilai dengan tindakan yang telah kamu lakukan" jelas madam Drena sambil memperlihatkan foto yang ada dilayar Hp-nya pada setiap orang.


"Kamu masih ingat dengan foto ini? ini foto sidang pertamamu bukan? dimana saat itu kamu menyombong kan diri dengan cara menggerai rambutmu dan saat angin berhembus secara langsung rambut cantikmu ini terlilit dengan ranting pohon" ujar madam Drena sambil mematikan kembali HP -nya, semua anggota firma sudah tau akan hal itu, namun tetap saja kejadian itu membuat mereka kini sedang menahan tawa. Berbeda dengan Cammy yang semangat untuk meminta Madam Drena mengirimkan foto tadi padanya sebagai kenang-kenangan.


Kini madam Drena menatap Aimee yang duduk disamping Cammy.


Aimee menyungginkan senyum khasnya menatap madam Drena.


"Kamu masih ingat saat dimana saya menjadi pembimbingmu dulu Aimee?" tanya Madam Drena diangguki oleh Aimee.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku sampai melupakan hal itu madam" jawab Aimee.


Madam Drena menyungginkan senyum tipisnya pada Aimee "kamu tau Aimee? kamu punya bakat yang tidak jauh berbeda dengan Violette, kamu punya mata yang tajam, penciuman yang tajam dan insting yang tak kalah kuatnya, kamu punya rasa ingin tahu yang besar, kamu ingat saat dimana kamu dan Cammy dulu jadi kandidat pilihan Pamela untuk jadi sekretaris firma? kamu ingat dimana Violette memujimu karena bisa menyelesaikan kasus teka teki pembunuhan silang saat itu? yang bahkan Violette sendiri harus mengecek TKP dengan benar saat itu? saya rasa kamu pilihan yang baik untuk jadi perangkat dari firma Confiance ini Aimee, tapi sayang... kamu mudah kelelahan dalam bekerja bukan? karena asmamu itu? dan usus buntu yang sering membuatmu merengek kesakitan sampai sering untuk cuti?" tanya madam Drena kembali.


Aimee mengangguk mengiyakan "saya juga tidak ada niatan dan pikiran untuk menjadi pemimpinan firma hebat ini, saya takut tidak bisa menjalankan amanah dengan baik" jelas Aimee sambil tersenyum menatap mereka semua.


Madam Drena sudah menduga bahwa hal itu yang akan dikatakan oleh Aimee nanti, tapi jika benar begitu maka Aimee tidak lagi masuk dalam kandidat yang dipilih karena mereka semua juga memperhatikan kesehatan Aimee.


Kini Madam Drena menatap Enne yang duduk disebelah Aimee.


Enne menyungginkan senyumannya pada madam Drena "jangan berikan Enne penilaian yang buruk-buruk ya Madam" ujar Enne sambil tertawa cengengesan.


Madam Drena menghela sejenak nafasnya "kamu tau Enne? kamu wanita yang selalu bisa membuat orang tertawa, kamu supel, royal, tapi sayang... kemampuanmu itu bisa membuatmu terjatuh, bisa membuat mu sampai berdebat dengan rekanmu sendiri, masih ingat dengan saat dimana kamu dan Chloe bertengkar karena keyakinan dan perbedaan pendapat kalian masing-masing? tapi kemampuan mu itu jugalah yang bisa membuat menjadi yang lebih baik lagi, tapi sayangnya menurut madam, kamu tidak mempunyai jiwa kepemimpinan Enne" jelas Madam Drena.


"Selanjutnya saya madam" ujar Coty.


"Saya tidak tau harus mendefinisikan kamu seperti apa Coty, yang jelas kamu pintar, cekatan, ulet, dan memprioritaskan firma dan tugas-tugasmu disegala hal, saya dengar kamu yang membantu Riani menyelesaikan pekerjaaannya kan? meneliti dari pengalaman mu juga, saya rasa dibanding dengan yang lainnya, kamu setingkat di atas mereka" jelas madam Drena sambil melirik manquer Elis.


"Kamu tidak perlu mendefinisikan saya madam Drena" canda Manquer Elis.


"Hahaha saya juga tidak ingin mendefinisikan tentang kamu Elis" jawab madam Drena.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, itu tanggapan dari madam Drena tentang kalian. Selanjutkan dimulai dari Coty, siapa yang menurutmu pantas menjadi pimpinan dan wakil dari ketua firma Confiance ini Coty?" tanya Riani terus terang.


Coty menghela sejenak nafasnya sambil melirik teman-temannya "kalau untuk kinerja memang aku suka dengan Aimee, tapi aku juga tidak ingin kesehatan Aimee jadi menurun jika dia harus banyak bekerja, aku kagum dengan sifat sombongnya Cammy yang bisa mematahkan semangat lawan, atau pemikiran Chloe yang selalu kedepan, aku juga iri dengan kemampuan Enne, jadi disini... aku akan memilih Cammy sebagai pimpinan dan Chloe sebagai wakilnya" jawab Coty yang telah memaparkan penjelasannya.


"Kamu tidak ada niatan untuk memilih dirimu sendiri?" tanya Riani sambil tersenyum tipis pada Riani.


Coty menggelengkan kepalanya "aku tidak akan memilih diriku sendiri untuk hal ini, aku lebih ingin orang lain yang memilih dan mempercayaiku daripada diriku sendiri Riani" jawab Coty.


"Bukanlah kepercayaan diri itu juga baik?" tanya Riani kembali.


"Tapi walau begitu, aku tetap lebih memilih Cammy dan Coty" jawab Coty diangguki oleh Riani.


"Baiklah begitu jawaban dari Coty tadi, aku harap kalian bisa memahami maksud Coty kenapa memilih kalian berdua, selanjutkan silahkan Enne" tunjuk Riani pada Enne.


Enne menatap sejenak langit-langit yang ada diruangan apartemen Riani itu.


"Kalau untuk pendapat Enne, Enne lebih suka pada kinerja Coty dan Cammy, yang pasti sudah jelas Enne dan Aimee tak akan masuk kategori karena kesehatan Aimee dan Enne yang tidak punya jiwa kepemimpinan hehe. Jadi untuk ketua Enne memilih Coty dan wakil ketua Enne memilih Chloe" jawab Enne.


Riani menatap Aimee yang mengangguk "jawabanku juga sama dengan Enne" sambung Aimee.


Chloe mendehem sejenak saat sudah digilirannya "Maaf... tapi aku juga sependapat dengan Enne dan Aimee, bukan karena aku percaya diri dengan kemampuan ku, tapi jujur... jika diberi amanat seperti ini, In Syaa Allah akan kujalankan dengan baik" jawab Chloe.

__ADS_1


"Jadi... aku tidak perlu menjawab lagikan? sudah diputuskan bukan? untuk Coty jadi pimpinan dan Chloe menjadi wakil, namun aku juga cukup ngakak setelah sadar ternyata perangkat firma adalah C3 (Coty, Chloe, dan Cammy) memang sudah seharusnya aku tetap menjadi sekretaris firma" ujar Cammy sambil menatap foto dilayar HP nya yang tadi dikirimkan oleh madam Drena.


__ADS_2