
Riani bergegas ke kantin membeli 2 bungkus roti dan 2 kaleng susu,setelah itu riani segera berjalan ke arah kamar iven membuka pintu perlahan tanpa mengeluarkan suara
"Hei!kamu sudah makan?"tanya Riani dengan nada yang sedikit keras agar kedengaran dengan Iven
Iven tidak terlalu suka dengan makanan rumah sakit yang hambar terlihat jelas dari makan siangnya diatas meja yang belum tersentuh
Iven melirik ke arah Riani menatap roti yang dibawa oleh Riani
"ini"serah Riani
Iven mengambil roti yang diberi Riani dan memakannya lalu meminum susu kaleng yanv dibawa Riani "gue bakal bales kebaikan lo"ucap Iven sambil turun dari kasurnya
"eh kemana?"tanya Riani cemas
"toilet,lo mau nemenin?"ledek Iven
"apaan sih!"kesal Riani
Riani berdiri dari duduknya keluar ruangan untuk membuang sampah plastik dan kaleng dari makanannya tadi dan kembali ke ruangan
Riani masih belum melihat Iven kembali ke kasurnya
"kenapa lama?"tanya Riani
"kepo amat sih lo!"kesal Iven lalu segera duduk kembali dikasurnya
Mereka hanya diam tanpa berbicara satu sama lain membuat situasi jadi canggung lalu suster datang memeriksa keadaan Iven
"berapa lama lagi saya di RS sus,bukankah kondisi seperti ini sudah bisa pulang?"tanya Iven
"sebenarnya Dokter Iven sudah bisa pulang,tapi manquer pamela meminta untuk Dokter istirahat disini sampai sembuh karna kebiasaan Dokter ya suka begituan"ucap suster itu yang membuat kening Riani tampak berkerut karna heran dengan maksud "begituan" ?
__ADS_1
"suster bisa siapkan mobil untuk mengantar saya ke rumah sekarang?!"tanya Iven dengan nada memerintah
"eh tapi dok--"
"sudah! disini bosnya saya atau pamela!?"bentak Iven memotong ucapan suster tadi
"eh siap dokter"ucap suster itu sambil bergegas pergi dari ruangan
"kamu dokter disini?"tanya Riani
Iven hanya memalingkan wajahnya kesal tanpa menghiraukan pertanyaan Riani
"lo bawa mobil?"tanya Iven
"eh enggak"ucap Riani "boro boro bawa mobil punya aja kagak" bathin Riani
"ya udah bareng gue aja"ucap Iven
"eh ngak usah,aku naik taxi aja mau ke kantor"jelas Riani
"eh kok gitu aja sih? padahal udah aku bantu, tawarin lagi kek,walau hasilnya tetap bakal aku tolak sih,ya setidaknya basa basi lah" bathin riani kesal
Mereka menuju tujuan masing masing dengan kendaraan yang berbeda pula
sesampainya di kantor, Riani merasakan aura negatif dan sedikit merinding, Riani melafalkan kalimat dalam bahasa arab artinya Aku berlindung ke pada Allah dari godaan syaiton yang terkutuk
Riani melangkah masuk perlahan,dan benar saja enne dan chloe tampak akan memanas entah apa penyebab nya,riani terlewat akan situasi itu
"Assalamualaikum"ucap Riani
Chloe dan enne serentak menjawab Waalaikumsalam
__ADS_1
Riani berjalan ke arah meja Enne karna sampai magang enne adalah guru pembimbing sekaligus sekretaris sementaranya dalam sidang besar yang ditetapkan manquer pamela
Chloe melirik ke arah Riani berdetak sebal karena Riani lebih memilih Enne
Enne dan Riani memulai membahas kembali seputar tugas mereka dan kewajiban apa saja serta aturan yang harus dilakukan dan ditaati Riani selama di Firma
Beberapa jam kemudian Riani melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 17.13 sudah waktunya shalat magrib di perancis,Riani melirik chloe dan enne yang masih sibuk dengan laptop mereka
Riani menarik tangan enne dan memanggil chloe untuk sholat barengan
Chloe menggelengkan kepalanya menolak ajakan Riani "aku barusan dapat,jadi gak sholat"ucap chloe yang pasti semua perempuan paham betul apa maksud ucapan chloe
Riani pamit ke chloe dan berjalan bersama enne ke ruangan kecil yang sengaja dikosongkan oleh manquer Pamela untuk sholat,karna seperti yang enne bilang pada Riani, walaupun banyak anggota firma yang non muslim tapi manquer Pamela tetap memprioritaskan ibadah anggotanya, karena manquer Pamela juga seorang muslim, walau manquer Pamela tidak selalu menjalankan kewajibannya sebagai Seorang muslim.
Chloe juga sempat bilang pada Riani bahwa ke dua belasan pengacara di Firma ini semuanya adalah perempuan dengan agama Islam sebanyak 6 orang yang terdiri dari riani, enne, chloe, manquer Pamela dan satu orang lagi wanita usia 32 tahunan seangkatan dengan madam manquer dan merupakan teman baik madam manquer selama kuliah yang saat ini sedang memecahkan kasus kliennya di Paris
Selesai berwudhu Riani dan Enne pun sholat berjamaah berdua dengan Enne yang diminta Riani sebagai Imam karna enne lebih tua 2 tahun dari Riani, tapi enne menolak karna ilmu Riani lebih tinggi sebab Riani dari lulusan pesantren,jadi akhirnya Riani yang menjadi Imam sholat mereka
Setelah zikir dan berdoa merekapun kembali keruangan kerja dan bersiap siap pulang
"Riani barengan Enne aja nanti ya"ujar enne diangguki oleh Riani
Sesampainya diruangan mereka tak lagi melihat chloe dan membereskan barang mereka untuk pulang
tiba di luar Enne menanyai pak satpam tentang Chloe dan pak satpam mengatakan bahwa chloe sudah pulang sekitar 10 menit yang lalu
Enne mulai menyetir mobilnya untuk pulang ke apartemen,selama di perjalanan Riani mencoba menanyai enne apa permasalahannua dengan chloe,tapi enne hanya tersenyum dan mengatakan "ada hal yang boleh kamu liat tanpa kamu ketahui,setiap orang pasti ada masalah yang ingin mereka simpan tanpa orang lain ketahui walaupun itu kelihatan jelas dengan penyebab yang tak masuk akal tapi biarlah itu menjadi pengingat diantara kami" ucap enne pelan
Setelah mendengar ucapan enne itu,Riani tak lagi menanyai perihal penyebab mereka berselisih karna dari pernyataan enne,Riani paham betul bahwa dia tak boleh masuk dalam kisah enne dan chloe
Namun entah secara sadar atau tidak kata kata itu keluar dari mulut Riani "memang perselisihan pribadi tak bisa diungkit orang luar,tapi setidaknya pasti akan ada rasa bersalah dan keberatan beban perasaan antara insan yang sedang tidak berhubungan baik itu jadi alangkah baiknya hal itu diceritakan pada orang lain agar mereka bisa turut membantumu dan menyelamatkanmu dari dosa besar akibat memutus tali silaturahmi"
__ADS_1
Enne sedikit kaget mendengar pernyataan Riani,karna enne pun juga paham betul bahwa berselisih lebih dari 3 hari dalam islam itu menjadi dosa besar yang berjalan,dan pintu surga pun akan tertutup untuk mereka,tapi faktanya enne tak pernah membenci chloe begitupun dengan chloe dia tak pernah membenci enne,hanya saja ego diantara mereka begitu tinggi,dan enne juga sadar betul kesalahan nya pada chloe,tapi setidaknya saat itu Chloe juga harus bisa menjaga tindakannya
Dua orang gadis yang dipersatukan baik baik namun berujung menjadi perselisihan ke arah yang negatif untuk mereka