ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR
S2-CHAPTER 50


__ADS_3

"Sudah lama ya gak kesini?" gumam Riani sambil melangkah masuk ke dalam kawasan Apartemen itu.


Riani mengetok pintu bawah ke 4 yang pasti sudah ada penghuninya, seorang wanita keluar dari ruangan itu dengan keadaan yang jelas baru bangun tidur.


Sambil menguap Alisya mengacak rambutnya dan mengusap matanya, intinya penampilan gadis itu kini amat hancur karena baru bangun tidur, Riani menatap aneh Alisya.


"Owh kak Riani, ada apa?" tanya Alisya sambil terus mengucek matanya.


"Jangan bilang kamu baru bangun tidur?" tanya Riani.


"Memang baru bangun kok" jawab Alisya cuek.


"Alisya! ini udah jam 9 pagi! buruan sana mandi! kita mau ke bandara!" tegas Riani lantang.


"Haaa...? ngapain ke bandara kak?" heran Aisyah.


Riani kembali membuang lelah nafasnya "kita ke Indonesia" jawab Riani.


"Ha!? seriusan kak? bukannya kakak bilang kemaren gak bisa!?" kaget Alisya yang nada suaranya jadi sekeras toa.


"Jadi mau gak?" tanya Riani kembali.


"I..iya kak, aku bersih-bersih dulu" ujar Alisya sambil langsung masuk kembali ke apartemen nya.


Riani menggelengkan kepala nya melihat tindakan Alisya seraya membalikkan tubuhnya menyandar di pagar pembatas Apartemen sambil memandangi pemandangan apartemen itu.


"Hah... untung Coty mau membantu melanjutkan pekerjaan statistik ku, jika tidak mungkin sekarang aku di kantor, tapi bagiamana keadaan Aisyah ya sekarang?" gumam Riani sambil menatap lama langit biru negri itu.


"Aisyah siapa kak?" tanya Alisya yang sudah selesai bersiap-siap sambil mengandeng tas besarnya dan mengunci kembali pintu apartemen.


"Nanti juga tau kok" jawab Riani.


"Ini kak" ujar Alisya sambil menyodorkan kunci apartemen pada Riani.


"Untuk apa?" tanya Riani nampak heran.


"Lah... ini kan kunci apartemen firma, masa aku bawa kembali ke Indonesia?" heran Alisya.


"Hahaha bawa aja gak apa-apa kok, lagian apartemen ini juga bakal kamu tinggali bulan depan, jadi pegang aja kuncinya" jelas Riani.


"Hmm" Alisya menganguk mengiyakan sambil memasukkan kunci itu dalam tasnya.


Mobil khusus firma sudah mendekat ke apartemen, Sir Jahad melambaikan tangannya pada Riani dan Alisya.


Riani tersenyum tipis pada Sir Jahad sambil berjalan diiringi Alisya ke mobil itu.


Sebelum Riani dan Alisya selesai membuka pintu mobil untuk mereka masuk, sebuah mobil khusus firma kini juga tengah memasuki halaman apartemen.


Riani tersenyum menatap mobil itu dan kembali menutup pintu mobil.


2 orang wanita keluar dari mobil khusus firma yang baru datang.


"Bukankah aku hanya memberi waktu 2-3 hari? jadi kenapa kamu liburan sampai 6 hari?" tanya Riani.


"Lah kan emang cukup tuh, untuk liburan 3 hari ditambah menyelesaikan pekerjaan ku selama 2 hari, dan 1 hari lagi waktu pulang-pergi Indonesia-Perancis bukan?" tanya Cammy sambil tertawa puas "kamu sendiri yang tidak memberi penjelasan akurat Riani, jadi ini bukan salahku"


Riani menghela panjang nafasnya, sedangkan Alisya yang sedari tadi masih diam berdiri di samping pintu mobil tanpa sedikitpun bergerak dari posisinya.

__ADS_1


"Hai Alisya, apa kasus mu sudah selesai?" tanya Cammy yang tidak di respon oleh Alisya karena dia masih bengong.


Seorang perempuan yang tadi ikut turun dari mobil khusus firma berjalan mendekat ke arah Alisya.


"Lama tidak bertemu" ucapnya segera menghilang kebengongan Alisya.


"Aren..." gumam Alisya.


"Ya...?" tanya wanita tadi yang tidak lain adalah Aren sahabat Alisya.


"Huwaaaa... akhirnya keinginan mu tercapai ya" ucap Alisya mengeluarkan air mata bahagia nya.


Riani dan Cammy langsung tersontak kaget, mereka sungguh tidak pernah membayangkan bahwa gadis dengan kesumat dendam dan sumpah yang amat hitam itu bisa mengeluarkan air matanya.


Aren ikut membalas pelukan Alisya "aku harap kita bisa melakukan yang terbaik ya Sya..." ucap Aren.


Alisya melepas pelukan nya dari Aren "untuk yang itu aku tidak berani menjaminnya" jawab Alisya sambil memalingkan wajahnya dari Aren.


"Udah... udah... kita stop dulu reunian nya ya, kami harus kembali ke Indonesia secepatnya, kalau begitu semuanya ku percaya kan padamu Cammy, karena manquer Elis masih sibuk di luar negeri, hitung-hitung karena kamu menambah waktu liburan sebanyak 3 hari, maka kamu harus membantu Coty mengurus pekerjaan ku, dan tentang tugas magang Aren semuanya ku serahkan padamu" ucap Riani sambil tersenyum tipis menatap Cammy.


Licik!! Bathin Cammy.


Aren melambaikan tangannya pada Alisya dan Riani yang masuk ke dalam mobil, mobil melaju cepat menuju sebuah bandara tempat helikopter firma terpakirkan.


Riani dan Alisya melompat naik memasuki helikopter, diikuti oleh Sir Jahad yang akan mengemudikan helikopter.


Kurang lebih 6 jam mereka dalam helikopter akhirnya tibalah waktu dimana helikopter akan mendarat.


Riani memutuskan untuk naik taxi menuju stautiun kareta api untuk mengunjungi Aisyah terlebih dahulu.


Alisya yang tidak tau akan tujuan Riani hanya mengikuti langkah Riani dari belakang.


"Kak... tujuan kita sebenarnya kemana?" heran Alisya yang memutuskan untuk bertanya.


"Ke rumahku" jawab Riani.


"Ha!? kok gitu kak? gak langsung ke panti aja?" kaget Alisya.


"Bukankah kamu hendak membeli sebuah rumah dulu untuk Mak mu? adik ku punya teman dekat agen jual beli rumah kawasan yang nyaman dan aman" jelas Riani.


Alisya menghela nafas lelahnya "baiklah"


Langit-langit jelas sudah gelap, namun angin malam semakin terasa dingin merambat masuk ke dalam tulang-tulang kedua wanita itu.


Taxi berhenti tepat disebuah rumah yang tidak asing lagi bagi Riani tapi sungguh asing untuk Alisya.


Riani mengetok pintu rumah itu perlahan tepat pada pukul 1 pagi.


Alisya menoleh sekeliling yang nampak cukup tentram untuknya.


"Hei kak... aku tinggal disini saja" jelas Alisya tiba-tiba.


"Kamu ngomong apa sih? gak ada rumah yang dijual disini" jawab Riani.


Alisya mendesis sebal "iya iya"


***

__ADS_1


Aisyah mengernyitkan keningnya mendengar suara ketokan ditengah tidur nyenyak nya, sambil melirik jam Aisyah turun dari ranjangnya.


"Siapa sih yang malam-malam berisik gini? mas Andi bukannya masih dinas luar kota ya? kan dia bilang pulang menjelang Dhuha" gumam Aisyah sambil mengenakan kembali jilbabnya dan melangkah ke pintu masuk.


Aisyah memutar kunci rumah dan membuka perlahan pintu yang ada dihadapannya kini "kak Riani!?" kaget Aisyah.


**SEASON 2 \(END**\)


Halo semuanya ini Author:)


Ngegantung ya? iya tau kok hehe


Karena bulan depan Auhtor mau fokus lanjutin nilai yang banyak kosongnya demi menempuh tempat magang:') 'aku masih sekolah kakak' maka mohon maaf untuk season 3 Erangan Takdir kepaksa ditunda dulu sampai bulan April.


Hitung-hitung menemani para pembaca setia Erangan Takdir untuk menjalani ibadah puasa bagi yang Muslim or Muslimah hehehe. Kan puasa bulan April mwehehehe.


Jadi sebelum membuat cadangan untuk S3. Author pengen nanya-nanya nih pada kalian semua, menurut Auhtor sendiri S2 ini lumayan banyak kekurangannya dibanding S1, nah jadi karena Erangan Takdir hanya akan berlangsung sampai S3, di season terakhir nanti Author ingin membuat jalan cerita Riani dkk yang lebih mengandung nilai moral dan kesan pesan yang lebih banyak lagi:)


Jadi Author minta saran penambahan cerita dari kalian dong, contohnya saja :


Adegan atau hal apa yang tidak cukup jelas bagi kalian di S1 ataupun S2 bisa tulis di kolom komentar biar saat S3 bisa Author rinciankan sedetail-detailnya lagi.


Kalian mau cerita ini berakhir sad atau happy end hehehe, mana tau bisa Auhtor pertimbangan dengan alasan yang jelas ya.




Kalian maunya lebih banyak kisah siapa?




Mau chapter yang banyak tentang kasus atau misteri dalam tugas firma aja, atau jalan cinta dan kisah rumah tangga mereka?




Dan lain-lain.




Mohon maaf jika S2 ini banyak kekurangan ya teman-teman Auhtor semua... Jangan lupa untuk tetap setia sama Erangan Takdir hahaha, S3 Erangan Takdir in syaa Allah bakal update 1 April 2020 pada pukul 7 pagi, dan chapter lanjutan in syaa Allah update kayak biasanya di bulan April yaitu pukul 00.00 atau 01.00 waktu Indonesia.


Terimakasih sekaligi lagi, dan jika kalian berminat boleh lah dibaca cerita baru Auhtor dengan genre horor, action, misteri yang bakalan update tanggal 28 Februari nanti ya.


"Kok bikin cerita baru Thor? kenapa gak lanjutin Erangan Takdir aja? tapi katanya sibuk nyelesain tugas dulu?"


Hahaha iya, Auhtor mau bikin cerita horor setelah dapat inspirasi tengah malam kemaren-kemaren, jadi tanpa author sadari karena gak bisa tidur dan hawa dingin yang membuat bulu kuduk Author merinding terlebih ingat kembali sama cerita horor yang Auhtor baca siangnya tiba-tiba tangan Author udah ngetik aja di cerita baru:) Serius gak bohong:)


Walau gak ada jaminan cerita horor Auhtor dengan judul "PENETRATOR" bakal update tiap hari:) minimal up sekali seminggu lah hehehe.


Oh iya satu lagi nih, karya ini udah pernah update tapi Author hapus balik karena gak ada minat buat lanjutin, tapi sekarang up lagi karena untuk sekedar penulisan coba-coba dimasa senggang nanti wkwkwk judulnya "Balas Dendam" jangan lupa baca juga hehe.

__ADS_1


Terimakasih semuanya dan selamat menjalani aktivitas.


__ADS_2